Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

14 Oktober 2021|18:33 WIB

Raih Kontrak Baru Survei Seismik, Elnusa Yakin Pendapatan Membaik

Kontrak baru survei seismic jadi oase bagi Elnusa karena laba perusahaan tergerus 70,47% akibat pandemi

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Fin Harini

ImageEksplorasi migas PT Elnusa Tbk. ANTARA/HO-Pertamina.

JAKARTA – PT Elnusa Tbk, meraih kontrak baru jasa hulu migas yakni seismic survei yang akan dijadikan proyek penopang pendapatan perusahaan. Perolehan kontrak diyakini mampu memperbaiki kinerja Elnusa yang labanya sempat tergerus 70,47% pada Semester I 2021.

“Elnusa saat ini sangat siap dan fokus kepada persiapan dan pelaksanaan proyek-proyek baru survei seismik yang akan beroperasi di beberapa wilayah. Atas perolehan proyek-proyek tersebut kami sangat yakin kinerja Elnusa akan lebih baik ke depannya,” tandas Direktur Operasi Elnusa, Rony Hartanto dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (14/10).

Ia menyebutkan, Elnusa memenangkan tiga tender survei seismik. Meliputi survei seismik 2D OBN akuisisi, processing, dan reprocessing data area selatan, serta survei dan pengolahan data seismik 2D vibroseis sub-vulkanik Jawa.

“Kemudian survei seismik 3D Pulau Panjang dan 3D Sungai Buluh ini, yang membentang di Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,” imbuh Rony.

Pekerjaan survei seismik akan dilakukan di beberapa wilayah Indonesia. Selain survei seismik 3D di wilayah Pulau Panjang dan Sungai Buluh, area lainnya adalah Kabupaten Langkat, Sumatra Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang, NAD.

Proyek lainnya adalah proyek survei seismik 2D di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Termasuk juga, proyek survei seismik 2D di wilayah Sidoarjo & Pasuruan Jawa Timur.

Periode pelaksanaan kontrak-kontrak jasa tersebut bervariasi tergantung luasan wilayah survei, dengan periode paling panjang 19 bulan. Rony menyebutkan, dua pekerjaan sudah dimulai, sedangkan sisanya akan dimulai pada pertengahan bulan ini. Adapun total panjang lintasan semua proyek adalah 306 square kilometers (sqkm) untuk survei seismik 3D dan 1641 km untuk survei seismik 2D.

“Raihan kontrak baru ini sangat membesarkan hati kami sebagai penyedia jasa survei seismik di Indonesia. Seperti kita ketahui bersama, secara khusus banyak pekerjaan hulu migas seperti survei seismik yang tertunda sejak awal pandemi,” ujar pria yang juga merangkap Direktur Pengembangan Usaha Elnusa tersebut.

Ia menjelaskan, Elnusa merupakan pelopor penyedia jasa energi nasional sejak 1972 yang turut mendukung kegiatan survei seismik darat, zona transisi, dan laut di Indonesia. Cakupan wilayah survei seismik yang telah dilakukan diklaim merupakan yang terbesar di Indonesia.

Berbekal kompetensi dan pengalaman, Elnusa telah mendukung berbagai kegiatan eksplorasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), SKK Migas, dan Kementerian ESDM.

“Setelah terpaan badai triple shock yang kami lalui setahun terakhir kemarin, Kami sangat yakin dan optimistis melalui proyek-proyek yang sudah mulai kami dapatkan dan akan mulai berjalan dengan baik sesuai rencana dan jadwal yang telah disepakati dengan klien,” sambung Rony.

Emiten dengan kode saham ELSA ini yakin, berjalannya proyek-proyek eksplorasi untuk penemuan cadangan migas baru merupakan sinyal positif bahwa kegiatan migas masih terus menggeliat aktif.

“Harapan kami, ke depan dapat membuka peluang baru Elnusa dalam membantu antar perusahaan Pertamina, non-Pertamina maupun Pemerintah yang pada akhirnya akan berdampak sangat positif pada kinerja Elnusa secara konsolidasi,” tandas Rony.

Perlu diketahui, pada paruh pertama 2021, Elnusa hanya mencatatkan laba Rp42,84 miliar dari Rp145,09 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada BEI, pendapatan usaha Elnusa sepanjang Semester I 2021 juga terpantau turun yakni 4,62% menjadi Rp3,7 triliun, dari Rp3,89 triliun pada Semester I 2020. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER