Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

14 Oktober 2021|16:38 WIB

PUPR Targetkan Penataan Pantai Marina Selesai Pertengahan November

Penataan Waterfront Pantai Marina-Bukit Pramuka digarap oleh PT Wika Gedung pada Zona I dan II dan PT Brantas Abipraya Zona III-V.

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Dian Hapsari

ImagePenataan Waterfront Pantai Marina-Bukit Pramuka. PUPR/Dok.

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah memacu pembangunan sejumlah infrastruktur sarana dan prasarana penunjang pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya mengatakan langkah untuk mempercepat pembangunan sarana dan prasarana Labuan Bajo sejalan dengan visi pemerintah guna mengubah wajah kawasan itu agar menjadi destinasi wisata berskala internasional yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.

Salah satu yang tengah dilakukan Kementerian PUPR ialah penataan Kawasan Waterfront Pantai Marina-Bukit Pramuka yang terbagi menjadi Zona I Bukit Pramuka, Zona II Kampung Air, Zona III Dermaga, Zona IV Kawasan Pantai Marina, serta Zona V Kampung Ujung.

Menteri Basuki menargetkan penataan Kawasan Waterfront Pantai Marina-Bukit Pramuka itu akan rampung pada pertengahan November 2021 mendatang. Setelah rampung, ia minta seluruh pihak agar menjaga kerapihan hasil pekerjaannya.

"Saya minta 15 November sudah selesai dan saya harap bisa dijaga kerapihan hasil pekerjaannya," ujar Menteri Basuki di Jakarta, Kamis (14/10).

Saat ini, progres pekerjaan Penataan Kawasan Waterfront Pantai Marina-Bukit Pramuka Zona I dan II mencapai 95,1% yang digarap oleh PT Wika Gedung dan Zona II-V mencapai 56,18% yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya.

Lebih lanjut, Menteri Basuki meminta agar para kontraktor pekerjaan itu mengutamakan penghijauan dan mengimbau agar ada penambahan tanaman atau pepohonan pada seluruh zona pekerjaan.

"Tak perlu ditata simetris, yang penting diberi tanaman. Kita bisa tanam kelapa di sini, nanti kalau ada yang haus bisa petik buahnya," kata Menteri Basuki.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian PUPR mengalokasikan sekitar Rp4 triliun sepanjang TA 2021 untuk 108 proyek pada lima DPSP, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Manado-Bitung-Likupang, hingga Labuan Bajo NTT.

Pembangunan infrastruktur pada setiap DPSP dilakukan secara terpadu lewat sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur, mulai dari penataan kawasan dan jalan, penyediaan air baku dan bersih, pengelolaan sampah dan sanitasi, hingga perbaikan hunian penduduk.

Anggaran yang digelontorkan tahun ini, akan diperuntukkan bagi proyek konektivitas, SDA, permukiman, hingga perumahan. Basuki mengatakan, setiap proyek infrastruktur pariwisata yang digelar di tengah pandemi tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan guna menekan angka penyebaran covid-19.

Selain penataan Kawasan Waterfront Pantai Marina-Bukit Pramuka, Kementerian PUPR juga menggarap proyek lain di Labuan Bajo, seperti optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pembangunan pengaman pantai dan Dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, penataan trotoar dan drainase Jalan Soekarno Atas, serta penataan kawasan wisata Goa Batu Cermin.

Basuki Hadimuljono berharap dukungan infrastruktur pada setiap DSP akan mampu menciptakan penataan ruang publik sesuai karakteristik budaya daerah untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Karena sektor pariwisata sangat diharapkan menjadi sektor yang mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan ekonomi lokal," tandasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER