Selamat

Minggu, 5 Februari 2023

EKONOMI

28 November 2022

21:00 WIB

PLN Perkirakan Serap 57% PMN Hingga Akhir 2022

PLN mengusulkan PMN Rp 10 triliun, yang akan digunakan untuk pembangunan pembangkit, transmisi dan gardu induk, serta untuk distribusi dan listrik desa.

Editor: Fin Harini

PLN Perkirakan Serap 57% PMN Hingga Akhir 2022
Ilustrasi PLN. Petugas memeriksa instalasi listrik di Gardu Induk Muara Tawar, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/3/2019). Antara Foto/Risky Andrianto

JAKARTA - PT PLN (Persero) memperkirakan penyerapan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2022 akan mencapai 57% atau Rp2,87 triliun hingga akhir tahun ini.

Pada tahun 2022, PLN mendapatkan alokasi PMN sebesar Rp5 triliun yang telah sepenuhnya cair pada Oktober 2022 dan dialokasikan untuk pembangkitan energi baru terbarukan (EBT), transmisi dan gardu induk, serta distribusi dan listrik desa.

"Prognosa penyerapan pada akhir 2022 senilai Rp2,87 triliun atau setara dengan 57% dan selebihnya kan diserap di tahun berikutnya," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (28/11), dilansir dari Antara.

Darmawan merinci total PMN yang didapat dialokasikan untuk membangun infrastruktur pembangkitan dengan sumber daya setempat berupa PLTA dan PLTP sebesar Rp0,23 triliun, pembangunan transmisi dan gardu induk untuk menghubungkan kelistrikan di daerah-daerah terpencil sebesar Rp2,56 triliun dan penyambungan pelanggan untuk listrik berkeadilan dan mendukung pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas sebesar Rp2,21 triliun.

"Distribusi dan listrik desa inilah yang menjadi salah satu daya ungkit agar energi yang tadinya belum tersalurkan bisa tersalurkan di daerah-daerah tersebut," katanya.

Darmawan menegaskan PMN yang diterima PLN merupakan wujud keadilan pembangunan infrastruktur energi di seluruh Indonesia. Hal itu lantaran masih ada lebih dari 4.400 desa di daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) yang belum menikmati listrik dari PLN.

"Untuk itu, alokasi PMN di daerah 3T ini suatu upaya bagaimana daerah yang tadinya mengalami kemiskinan terstruktur, tidak ada akses listrik, tidak ada akses energi, tidak ada akses kesehatan, pendidikan, dengan adanya listrik pelayanan dasar di daerah terpencil bisa tersedia dan mendorong titik-titik ekonomi baru," ungkap Darmawan.

Alokasi PMN telah turut mendorong rasio elektrifikasi (RE) PLN yang pada 2021 mencapai 97,26% menjadi 97,49% hingga Oktober 2022. Angka tersebut diharapkan terus meningkat menjadi 97,53% pada Desember 2022 dan 97,81% di tahun 2023.

Sesuai tujuan utamanya, dana PMN juga telah meningkatkan rasio desa berlistrik (RDB) yang pada tahun 2021 sebesar 90,78% menjadi 90,97% di Oktober 2022. Angka tersebut diharapkan bisa terus meningkat menjadi 93,83% pada 2023 mendatang seiring dengan pengajuan PMN tahun depan.

Butuh Rp15 Triliun
Darmawan mengatakan dibutuhkan sekitar Rp10 triliun hingga Rp15 triliun untuk mencapai 100% rasio elektrifikasi di desa di seluruh Indonesia pada 2024.

Ia menyebut program distribusi dan listrik desa membutuhkan dana sekitar Rp13 triliun untuk mencapai rasio elektrifikasi di desa atau rasio desa berlistrik (RDB) hingga 100%.

"Memang pada 2024, untuk distribusi dan listrik desa masih membutuhkan Rp13 triliun agar rasio desa mendekati 100. Tetapi juga masih ada penambahan pembangkit, gardu induk dan transmisi tambahan sekitar Rp10 triliun - Rp15 triliun untuk mencapai 100% itu pada 2024," katanya.

PLN mengajukan PMN sebesar Rp10 triliun tahun depan. Darmawan menyebut dari total usulan anggaran PMN sebesar Rp10 triliun, perseroan akan mengalokasikan sebesar Rp1,74 triliun untuk pembangunan pembangkit, sebanyak Rp3,78 triliun untuk transmisi dan gardu induk, serta Rp4,48 triliun untuk distribusi dan listrik desa.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER