Selamat

Kamis, 20 Januari 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

26 November 2021

08:00 WIB

PLN Kembangkan Pembangkit EBT 1,1 GW Tahun Depan

PLN akan realisasikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air sebesar 490 MW di Sumatera, Sulawesi, dan Jawa

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Fin Harini

PLN Kembangkan Pembangkit EBT 1,1 GW Tahun Depan
Pekerja menyelesaikan pembangunan Power House PLTA Peusangan di Desa Remeson, Kecamatan Sili Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Selasa (6/4/2021). ANTARAFOTO/Ampelsa

JAKARTA – Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN, Wiluyo Kusdwiharto menyatakan PLN akan mengembangkan beberapa proyek EBT tahun depan, dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.100 MW atau 1,1 GW. Proyek-proyek dimaksud sudah tertuang dalam RUPTL 2021–2030 yang diklaim sebagai janji PLN dalam menggenjot penggunaan energi bersih.

“Dalam RUPTL kami berkomitmen bahwa penggunaan energi bersih akan lebih banyak. Langkah ini kami lakukan untuk mencapai carbon neutral pada 2060,” ujar Wiluyo, Kamis (25/11).

Melalui keterangan resminya, Wiluyo menjelaskan ada 21 proyek EBT yang akan dikembangkan oleh PLN tahun depan. Antara lain, proyek PLTA/M yang tersebar di Sumatra, Sulawesi, dan Jawa dengan kapasitas terpasang mencapai 490 MW. Disusul proyek PLTP dengan total kapasitas sebesar 195 MW.

“Kami membuka peluang kerja sama seluas luasnya bagi semua pihak yang ingin bekerja sama mengembangkan pembangkit EBT,” ungkap Wiluyo.

Selain itu, PLN juga akan mengembangkan PLTBio dengan kapasitas total hampir 20 MW. Kemudian, menggenjot penggunaan energi surya dengan PLTS di beberapa kepulauan. Termasuk di dalamnya, program konversi PLTD sebesar 500 MW dengan lokasi tersebar, serta pengembangan PLTB.

Untuk tahun ini, akan ada tambahan kapasitas terpasang dari PLTM sebanyak 13 proyek dengan total kapasitas 71,9 MW. Selain itu, ada dua PLTA di Poso Peaker dan Maleo di Sulawesi Selatan. Poso Peaker menambah kapasitas terpasang PLTA sebesar 130 MW dan PLTA Malea sebesar 90 MW.

“Kami juga membangun PLTBG yang sudah beroperasi pada tahun ini di Pasir Mandoge dan Arung Dalam dengan masing-masing kapasitas 2 MW,” tambahnya.

Dalam transisi energi dan mencapai net zero emission, kata Wiluyo, PLN juga melakukan berbagai upaya lainnya. Selain menggenjot porsi EBT di pembangkitan, PLN melakukan rencana penghentian PLTU secara bertahap hingga 2050 mendatang.

PLN juga melakukan program co-firing di PLTU yang sudah beroperasi hari ini. Dengan porsi penggunaan pelet yang diolah dari sampah sebesar 10% untuk menggantikan porsi batu bara secara bertahap. Selain untuk menurunkan emisi karbon, langkah ini juga menjadi salah satu cara penyelesaian persoalan sampah di Indonesia.

Wiluyo juga mengklaim, PLN telah sukses melakukan uji coba perdagangan emisi karbon di 26 unit PLTU. PLN telah mampu memperdagangkan 42.455 ton CO2 dengan harga rata rata Rp30.000 atau US$2 per ton CO2.

Pada uji coba perdagangan karbon, PLTU PLN juga telah melaksanakan skema offset emisi. Sejauh ini telah terjadi pembelian carbon credit oleh PLTU sejumlah 4.500 ton CO2 dan pembelian unit karbon dari pembukuan penurunan emisi sejumlah 21.654 ton CO2.

Sekadar mengingatkan, dalam perhelatan Indonesia EBTKE Connect Expo 2021, Presiden RI Joko Widodo meminta agar transisi energi segera dilakukan dengan meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi. Apalagi Indonesia diklaim memiliki banyak potensi sumber energi bersih yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber energi pengganti energi fosil.

“Kita punya potensi EBT mencapai 418 gigawatt (GW) dari surya, panas bumi, bayu, sampai arus laut. Ini semua bisa kita manfaatkan untuk sumber energi,” ujar Jokowi beberapa waktu lalu.

Presiden juga mengingatkan agar pengembangan EBT tidak membebani negara maupun masyarakat berupa kenaikan tarif listrik. Oleh karena itu, dia meminta agar pengembangan EBT benar-benar terencana, termasuk soal kepastian pendanaannya.

Pengembangan pembangkit EBT yang PLN jalankan pun, sebut Wiluyo, menjadi bentuk dukungan BUMN ini terhadap langkah pemerintah mempercepat transisi energi dan menggenjot porsi EBT dalam bauran energi.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER