Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

04 Mei 2021|09:36 WIB

PGN Raih Laba Rp870 Miliar Pada Triwulan Pertama 2021

Kinerja subholding gas PT Pertamina Persero ini ditopang peningkatan penjualan gas di atas target

Editor: Fin Harini

ImageJuru masak menggunakan kompor berbahan bakar gas PGN di rumah makan Ponyo, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (29/12/2020). ANTARAFOTO/ Fakhri Hermansyah

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN berhasil meraih laba US$61,57 juta atau setara Rp870 miliar pada triwulan pertama tahun ini. Laba ini meningkat 28,8% dibandingkan capaian triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar US$47,77 juta.

"Di Triwulan pertama 2021, PGN masih menghadapi ketidakpastian kondisi global dan nasional akibat pandemi covid-19. Namun, PGN tetap dapat menjaga kinerja melalui upaya-upaya strategis yang diambil perseroan," demikian pernyataan PGN di Jakarta, Selasa (4/5), dilansir dari Antara.

Kinerja subholding gas PT Pertamina Persero ini ditopang peningkatan penjualan gas di atas target. PGN menyebutkan pihaknya berkomitmen mengoptimalkan penyaluran gas bumi di masa pemulihan ekonomi nasional saat ini.

Pada triwulan I 2021, PGN berhasil membukukan pendapatan sebesar US$733,15 juta. Dari pendapatan itu, PGN mencatat laba operasi sebesar US$95,90 juta dan EBITDA sebesar US$191,24 juta. 

Pencapaian rata-rata penjualan gas bumi PGN Group sampai dengan Maret 2021 sebesar 916 BBTUD atau meningkat 7,86% di atas target triwulan I 2021. Adapun rinciannya, penjualan gas di PGN sebesar 835 BBTUD dan PT Pertagas sebesar 81 BBTUD.

Peningkatan didorong pertumbuhan konsumsi gas Bumi karena operasional pelanggan mulai rebound di sektor pembangkit listrik dan industri retail. Saat ini PGN telah melayani lebih dari 495.000 pelanggan di sektor rumah tangga, UMKM, industri, dan pembangkit listik.

Adapun posisi keuangan konsolidasian PGN per 31 Maret 2021, tetap menunjukkan posisi keuangan yang terjaga. Total aset PGN mencapai US$7,52 miliar, dengan total liabilitas US$4,50 miliar, dan total ekuitas US$3,02 miliar. Rasio lancar atau perbandingan aset lancar dengan liabilitas jangka pendek sebesar 1,8 kali, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya masih baik.

Melihat prospek keperluan gas Bumi yang masih menjanjikan ke depan, yakni sesuai studi diperkirakan akan ada peningkatan permintaan sampai sekitar 550 juta ton per tahun pada 2030, PGN akan berupaya untuk meningkatkan ekspansi bisnis LNG termasuk LNG eceran.

PGN akan membangun infrastruktur dan aset-aset yang dibutuhkan untuk mengelola LNG eceran. Untuk pasar domestik, bisnis LNG akan memiliki kontribusi besar melalui proyek konversi BBM ke LNG untuk pembangkit listrik PLN dan wilayah-wilayah yang belum terjangkau pipa gas khususnya di wilayah timur Indonesia.

Untuk pasar luar negeri, perusahaan juga tengah mendekati pemain LNG di negara-negara target yaitu Filipina, Myanmar, Vietnam dan Thailand.

Selain potensi bisnis LNG, PGN akan berperan aktif mendukung program RDMP Kilang. Salah satunya dengan membangun fasilitas small land-based LNG regasification terminal di Cilacap yang diestimasikan dapat menghasilkan volume ramp up sampai dengan 111 MMSCFD.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA