c

Selamat

Jumat, 19 Juli 2024

EKONOMI

24 Mei 2024

19:36 WIB

Pertamina Trans Kontinental Sewakan Kapal Storage FAME Untuk APROBI

Pertamina Trans Kontinental sepakat untuk menyewakan kapal storage kepada APROBI untuk mengangkut bahan bakar nabati

Penulis: Yoseph Krishna

Editor: Fin Harini

<p id="isPasted">Pertamina Trans Kontinental Sewakan Kapal Storage FAME Untuk APROBI</p>
<p id="isPasted">Pertamina Trans Kontinental Sewakan Kapal Storage FAME Untuk APROBI</p>

Ilustrasi bio diesel. Shutterstock/chemical industry

JAKARTA - Sebagai bentuk dukungan dalam program BBM ramah lingkungan, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) sepakat untuk menyewakan kapal dan pengelolaan ship-to-ship dalam penistribusian bahan bakar nabati (fatty acid methyl ester/FAME).

Perjanjiaan penyewaan itu ditandatangani oleh Direktur Pemasaran PTK Andy Arvianto dengan Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) Ernest Gunawan dan Direktur Utama PT Energi Unggul Persada Rowan Arifin.

Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental I Ketut Laba yang menyaksikan penandatanganan itu menyebut kerja sama dengan APROBI jadi bagian komitmen Perseroan untuk mendukung kampanye transisi energi yang digaungkan pemerintah.

Baca Juga: Pertamina Keruk Untung dari Suplai Katalis Biodiesel

Seiring dengan kepercayaan APROBI untuk menyewa kapal PTK, Ketut menegaskan Perseroan punya komitmen menjaga pelayanan dengan mengedepankan aspek HSSE.

"Semoga di tahun-tahun ke depan, PTK tetap mendapat kepercayaan APROBI mendukung bauran energi pemerintah, baik B35 maupun peningkatan komponen FAME ke depannya," ujar Ketut lewat keterangan tertulis, Jumat (24/5).

Kerja sama dengan APROBI, sambungnya, jadi bentuk dukungan PTK terhadap program B35 yang bertujuan mendongkrak penggunaan bahan bakar nabati dan mengurangi kebutuhan bahan bakar fosil.

"Kami mendukung B35, utamanya untuk wilayah Kalimantan Timur. B35 sendiri merupakan campuran bahan bakar diesel dengan 35% biodiesel yang dihasilkan dari minyak kelapa sawit," tutur Ketut.

Selain penyewaan kapal, kerja sama PTK dan APROBI juga mencakup peningkatan kapasitas infrastruktur dan fasilitas penyimpanan biodiesel di pelabuhan-pelabuhan utama.

Peningkatan kapasitas infrastruktur dan fasilitas penyimpanan itu punya peran penting dalam rangka memastikan penyaluran biodiesel dilakukan dengan cepat dan tepat waktu.

Karena itu, Kepala Divisi Penyaluran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Fajar Wahyudi meyakini kerja sama PTK dan APROBI jadi bentuk nyata dukungan sektor industri terhadap program B35.

"Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan distribusi biodiesel lebih optimal dan tepat sasaran, mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi nasional," sebutnya.

Baca Juga: Menteri ESDM Targetkan Penggunaan B40 Pada 2025

Sementara itu, Sekjen APROBI Ernest Gunawan optimis kerja sama dengan PTK bisa berlangsung lancar sebagai sinergi positif antara produsen biofuel dengan sektor logistik.

"Kami percaya langkah ini bisa mendukung target pemerintah dalam mencapai bauran energi yang lebih hijau," pungkas Ernest Gunawan.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentarLoginatauDaftar