Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

03 Mei 2021|20:05 WIB

Pertamina Hulu Mahakam Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi TDE C-1X

Tahun ini, PHM menargetkan akan membor 73 sumur pengembangan dan dua sumur eksplorasi, termasuk sumur eksplorasi TDE C-1X

Penulis: Zsasya Senorita Mc Ramadhani,

Editor: Nadya Kurnia Kartika Sari

ImageFoto Rig Minyak/Anjungan Minyak/Pengeboran Minyak/Rig Pengeboran/Rig Migas/Shutterstock

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melakukan pemboran sumur-sumur migas eksplorasi dan pengembangan di wilayah kerja Regional 3 Kalimantan, salah satunya Sumur TDE C-1X. Direktur Utama PHI Chalid Said Salim mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pencapaian ketahanan energi nasional.

“Sumur TDE C-1X ini merupakan satu dari lima sumur eksplorasi yang merupakan Komitmen Pasti untuk dibor di Pertamina Hulu Indonesia sebagai induk usaha. Sumur TDE C-1X merupakan area perdana (play opener) yang diharapkan akan menemukan cadangan ekonomis demi memperpanjang usia produksi Wilayah Kerja Mahakam,’’ terang Chalid secara tertulis, Senin (3/5).

Menurut dia, sebagai pengelola wilayah kerja migas ex-terminasi, PHI dan anak-anak perusahaan yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), PT Pertamina Hulu Attaka (PHA), dan PT Pertamina Hulu West Ganal (PHWG) mengoperasikan lapangan dan fasilitas operasi dan produksi migas yang sudah berumur puluhan tahun. Sehingga memerlukan kegiatan pemboran yang masif, serta penggunaan inovasi teknologi dan kreativitas untuk memelihara kinerja operasi dan keekonomian aset. 

Terkait hal ini, General Manager Zona 8 yang membawahi PHM & PHWG Agus Amperianto mengungkapkan, langkah-langkah yang dilakukan PHM dalam memanfaatkan inovasi teknologi, di antaranya ada dalam kegiatan pemboran di Wilayah Kerja Mahakam.

“PHM mengembangkan inovasi dalam teknik pengeboran di WK Mahakam tanpa menggunakan rig (rigless operation) melalui penggunaan Hydraulic Workover Unit (HWU) Drilling EHR-12 untuk pemboran sumur-sumur pengembangan. Inovasi ini merupakan buah sinergi dengan PT Elnusa, yang juga tergabung dengan Subholding Upstream Pertamina. Rigless operation ini berhasil mengurangi biaya pemboran secara signifikan,” jelas Agus.

Dalam operasi ini, PHM menggunakan rig Maera milik PT Apexindo Pratama Duta, Tbk. Pada tahun 2021 ini PHM menargetkan akan membor 73 sumur pengembangan dan dua sumur eksplorasi, termasuk sumur eksplorasi TDE C-1X. Sementara, target produksi minyak tahun ini PHM patok pada volume 22.500 barel per hari (bpod) dan gas sebanyak 485 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Di sisi lain, Corporate Secretary Subholding Upstream Whisnu Bahriansyah menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung kinerja positif seluruh anak dan afiliasi perusahaan Subholding Upstream untuk mendukung kedaulatan energi Indonesia.

“Kami mendukung mereka menjadi perusahaan terbaik di industri hulu migas,’’ tambah Whisnu.  

Asal tahu saja, berdasarkan catatan SKK Migas, sampai dengan tanggal 31 Maret 2021 realisasi produksi gas TW-1 PHM berhasil melebihi target dengan realisasi sebesar 535 mmscfd atau mencapai 122,9% dari target Work Program and Budget (WP&B) sebesar 435 mmscfd. Untuk produksi minyak TW-1, PHM juga berhasil melampaui target dengan realisasi 130,3% dari target atau setara 28.317 barel per hari. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA