Pertamina Genjot Proyek Dan Investasi EBT Dari Hulu Hingga Hilir | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

23 November 2021|21:00 WIB

Pertamina Genjot Proyek Dan Investasi EBT Dari Hulu Hingga Hilir

Pertamina targetkan peningkatan kapasitas PLTP menjadi 1.128 Megawatt pada 2026

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Dian Hapsari

Pertamina Genjot Proyek Dan Investasi EBT Dari Hulu Hingga HilirPetugas kepolisian memantau aktivitas di SPBU Kota Sorong, Papua Barat, Senin (8/11/2021). ANTARAFOTO/Olha Mulalinda

JAKARTA – Guna mempercepat proyek dan investasi, PT Pertamina (Persero) masih berupaya menghadapi transisi energi, dengan menggenjot pelaksanaan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dapat mendukung target ketenagalistrikan nasional. Mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). 

Pada proyek pengembangan panas bumi, saat ini Pertamina melalui Pertamina Geothermal Energy (PGE) telah mengoperasikan enam PLTP dengan total kapasitas sebesar 672 Megawatt (MW) di  Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).

Jumlah daya dimaksud berasal dari WKP Kamojang, Garut Jawa Barat sebesar 235 MW; WKP Lahendong, Tomohon Sulawesi Utara sebesar 120 MW; dan WKP Sibayak, Sinabung Sumatra Utara 12 MW. Kemudian WKP Ulubelu Gunung Way Panas, Lampung 220 MW; WKP Karaha, Tasikmalaya dan Garut Jawa Barat 30 MW; dan WKP Lumut Balai Muara Enim, Sumatra Selatan 55 MW.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan, pihaknya juga menggenjot proyek panas bumi di WKP lain. Dengan target dalam lima tahun ke depan akan meningkat dua kali lipat menjadi 1.128 Megawatt pada 2026. 

“Secara konsisten Pertamina mendukung upaya pemerintah mengembangkan geothermal agar dapat memaksimalkan sumber daya panas bumi di tanah air serta berkontribusi pada ketenagalistrikan nasional,” ungkap Fajriyah di Jakarta, Selasa (23/11).

Melalui keterangan resminya, disebutkan bahwa pada proyek pembangkit yang mengandalkan EBT lainnya, Pertamina telah mengoperasikan pembangkit listrik dengan memanfaatkan sumber energi Biogas di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun Sumatra Utara.

PLTBg berkapasitas 2,4 MW tersebut merupakan hasil kerja sama pengembangan energi Biogas dengan PT Perkebunan Nusantara III. Sepanjang Kuartal III-2021, PLTBg Sei Mangkei sudah menghasilkan listrik sebesar 8 GWh. Dengan produksi listrik sebesar itu, PLTBg tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik industri KEK yang dikelola oleh PTPN III. 

Selain melakukan pengembangan bisnis PLTBg dengan PTPN Group, Pertamina melalui Subholding Power & NRE juga mulai bersiap mengembangkan bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa wilayah, termasuk di KEK Sei Mangkei yang saat ini sudah beroperasi dengan kapasitas sebesar 2 MWp.

Fajriyah menuturkan, untuk pembangkit listrik dengan memanfaatkan tenaga surya, Pertamina juga telah mengoperasikan PLTS Cilacap, di area operasi Refinery Unit Cilacap berkapasitas 1,34 MWp. Kemudian PLTS Badak di area PT Badak NGL Bontang sebesar 4 MWp, serta PLTS di 99 area operasi SPBU yang tersebar di wilayah Sumatra, Jawa dan Kalimantan dengan total kapasitas 668 kWp.

“Komitmen Pertamina tidak hanya sampai di sini, di masa depan seluruh wilayah operasi Pertamina menggunakan pembangkit tenaga surya untuk memanfaatkan energi matahari yang melimpah di wilayah khatulistiwa,” tandas Fajriyah

Adapun untuk mendukung rencana pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Pertamina telah mengoperasikan 5 unit charging station yang berlokasi di SPBU Pertamina. Charging station ini dikembangkan oleh Subholding Commercial & Trading Pertamina sebagai bagian dari inovasi untuk kebutuhan energi masa depan.

Stasiun pengisian ulang daya listrik tersebut terintegrasi dalam konsep baru SPBU ramah lingkungan yakni Green Energy Station (GES) yang telah diresmikan Agustus lalu.

Untuk memastikan pemanfaatan charging station dapat berjalan dengan baik, Pertamina memantau transaksi dan jumlah daya listrik yang digunakan untuk melakukan pengisian baterai mobil listrik. Data sejak Februari hingga Oktober 2021 menunjukkan, lebih dari 1.500 pengisian mobil listrik dengan total daya mencapai lebih dari 45 ribu kWh.

“Kami bergerak masif untuk EBT, dari hulu hingga hilir demi dapat mewujudkan energi bersih yang diperlukan dalam transisi energi dan mengejar target pemerintah dalam pengembangan EBT sebesar 23% pada 2025,” pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA