Selamat

Senin, 17 Mei 2021

BERITA

05 Mei 2021|09:00 WIB

Penurunan NTP April 2021, Momentum Menjaga Harga Tingkat Petani

NTP dan NTUP per April 2021 masih terbilang jauh lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Nadya Kurnia Kartika Sari

ImageMentan Syahrul Yasin Limpo (tengah) memanen padi menggunakan mesin combine harv ester. ANTARA FOTO/Syaiful Arif

JAKARTA – Pemerintah menilai penurunan NTP dan NTUP selama masa panen merupakan hal wajar dan kerap terjadi. Kementan jadikan momentum penurunan untuk terus menjaga harga di tingkat petani. 

Kabiro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menyatakan, penurunan nilai NTP dan NTUP April 2021 memang kerap terjadi. Apalagi di tengah situasi panen raya yang terus berlangsung di berbagai tempat.

“Kita tahu saat ini panen raya masih terjadi di berbagai sentra produksi padi dan hortikultura. Di sinilah kunci pemerintah untuk hadir membantu petani agar mendapatkan harga yang layak,” tegas Kuntoro dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (4/5).

Pemerintah, lanjutnya, tidak akan membiarkan harga beragam produk pertanian semakin anjlok. Kuntoro menjelaskan, gerakan serap gabah dan pengendalian harga di tingkat petani yang dilakukan sinergis oleh Bulog, BUMN klaster pangan, dan pemerintah daerah. 

Hal itu dilakukan agar mampu mencegah penurunan NTP lebih dalam. Momentum ini juga harus menjadi sinyal masih munculnya harga jual yang belum sesuai dengan HPP di beberapa daerah.

Menurutnya, NTP dan NTUP per April 2021 masih terbilang jauh lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy). BPS mencatat, nilai tukar petani atau NTP nasional pada April 2021 sebesar 102,93 poin atau naik 2,6%, dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya berkisar 100,32 poin.

Kementan mensinyalir laporan ini juga menunjukkan adanya perbaikan tata kelola, distribusi, produksi dan pemasaran produk pertanian.

“Subsektor tanaman pangan (-1,18%) dan hortikultura (-2,62%), memang terkontraksi pada April 2021. Namun, subsektor perkebunan (0,89%) dan peternakan (1,31%), nilainya masih positif di bulan yang sama,” jelas Kuntoro.  

Pihaknya pun memaparkan telah memperkirakan dengan langkah antisipasi dalam menjalani fenomena panen raya. Jadi, kontraksi nilai NTP tidak sekuat tahun lalu dan sudah cukup membaik sejauh ini. 

Tidak hanya itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP nasional Januari-April 2021 lebih tinggi 0,55%, dibandingkan NTUP 2020 pada periode yang sama.

Adapun NTUP merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Sebelumnya, BPS menyebutkan Terjadi penurunan Nilai Tukar Petani subsektor tanaman pangan dan hortikultura. Karena itu mengakibatkan turunnya NTP nasional pada April 2021 sebesar 0,35% ke level 102,93 poin. 

Kendati demikian, secara keseluruhan nilai penurunan tersebut masih lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 100,32 poin. Spesifik, sepanjang Januari–Maret 2021 NTP berhasil bertengger stabil di sekitaran 103 poin, sampai akhirnya sedikit melandai di bulan selanjutnya. 

Sementara itu, untuk NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan, masih terjadi peningkatan pada April 2021. NTP tanaman perkebunan berhasil naik 0,89%, diikuti NTP peternakan yang meningkat 1,31%, serta perikanan yang naik 0,99%.

Secara tidak langsung, penurunan NTP menyebabkan torehan NTUP juga mengalami penurunan sebesar 0,31%. Penyebabnya juga sama yakni penurunan subsektor tanaman pangan (-1,15%) dan hortikultura (-2,42%). 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER