Pencalonan Kembali Powell: IHSG Diprediksi Rawan Melemah | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

24 November 2021|10:40 WIB

Pencalonan Kembali Powell: IHSG Diprediksi Rawan Melemah

Berikut pilihan sama BUMN dan swasta yang dapat dicermati hari ini

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Hapsari

Pencalonan Kembali Powell: IHSG Diprediksi Rawan MelemahKaryawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada Rabu (24/11) diprediksi rawan melemah masih merespons pencalonan kembali Jerome Powell sebagai Gubernur The Fed. 

Mengutip RTI, IHSG dibuka menguat 19,55 poin atau 0,29% ke posisi 6.697,42. Begitu pula dengan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang naik 4,54 poin atau 0,47% ke posisi 962,93. 

"Tanpa arahan yang solid dari bursa-bursa global, IHSG rawan mengalami koreksi lanjutan di perdagangan Rabu ini," kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (24/11). 

Secara teknikal, IHSG membentuk pola evening star (sinyal minor bearish reversal) seiring koreksi Selasa (23/11) yang diikuti kenaikan volume transaksi. Hal itu mengindikasikan tekanan jual yang cukup besar. 

Oleh sebab itu, investor diminta memerhatikan support 6.630, jika IHSG tertahan di bawah level 6.680 pada perdagangan hari ini. 

Pelaku pasar di Indonesia cenderung merespons negatif penunjukan Jerome Powell oleh Presiden AS Joe Biden untuk kembali mengisi jabatan Gubernur The Fed. 

Penunjukan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa pengetatan kebijakan moneter The Fed akan tetap berjalan sesuai rencana. 

Sebelumnya, terdapat spekulasi penunjukan Lael Brainard untuk mengisi posisi tersebut yang diekspektasikan akan menerapkan pendekatan yang lebih longgar atau dovish. 

Meski demikian, kenaikan indeks manufaktur di AS dapat menjadi sentimen positif. Kenaikan tersebut memperkuat pandangan bahwa lonjakan inflasi, terutama di AS, bersifat sementara. 

Senada, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Rabu (24/11), IHSG hari ini diprediksi melemah.    

"Secara teknikal, IHSG membentuk formasi evening star mengindikasikan potensi tren bearish dalam jangka pendek," kata Dennies. 

Investor, lanjut dia, akan mencermati rilis beberapa data ekonomi dari Amerika Serikat yang akan mempengaruhi kebijakan ekonomi ke depannya. Investor juga akan lebih fokus ke saham-saham yang akan membagikan dividen setelah rilis kinerja 3Q21. 

Ia memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 6.718 hingga 6.760 dan level support di antara 6.620 hingga 6.648. 

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 219,82 poin atau 0,74% ke 29.554,29, indeks Hang Seng naik 34 poin atau 0,14% ke 24.685,58, dan indeks Straits Times meningkat 10,86 atau 0,34% ke 3.238,39.

Rekomendasi Saham
Dennies menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Wijaya Karya Tbk atau WIKA masih bergerak dalam tren konsolidasi jangka pendek. 

Jika tertarik membeli, Dennies menyarankan masuk saham WIKA di harga Rp1.250 hingga Rp1.280, stop loss di Rp1.235. Target harganya dipatok di Rp1.340 hingga Rp1.370.     

Kemudian, PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BBTN. Breakdown support, berpotensi melemah. Ia menyarankan untuk Sell/Take Profit. 

"Jika tertarik membeli, dapat masuk saham BBTN di harga Rp1.850 hingga Rp1.880, stop loss di Rp1.825. Target harganya dipatok di Rp1.950 hingga Rp2.000," jelasnya.  

Terakhir adalah PT Barito Pacific Tbk atau BRPT. Jika investor berminat mengoleksi saham BRPT, ia menyarankan untuk masuk pada harga Rp1.045 hingga Rp1.065 dan stop loss di Rp1.025. Target harganya dipatok di Rp1.100 hingga Rp1.120.    

Sementara, Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham campuran BUMN dan swasta. Untuk PT Adaro Energy Tbk atau ADRO, investor disarankan masuk di level Rp1.660–1.705 per lembar saham. Namun, investor diminta waspada jika harga menembus Rp1.660, dengan batas risiko di Rp1.635. 

Perusahaan lain adalah adalah PT Unilever Indonesia Tbk atau UNVR, yang disarankan dibeli di level Rp4.800–4.880. Batas risiko perdagangan UNVR hari ini di level Rp4.760. 

Selanjutnya, PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM. Valbury Sekuritas menyarankan membeli saham ANTM di level Rp2.360–2.400. Batas risiko perdagangan ANTM hari ini di level Rp2.310. 

Emiten lain yang masuk dalam rekomendasi Valbury, antara lain TINS di kisaran Rp1.620–1.645, CTRA di rentang harga Rp1.155–1.175, dan ACES Rp1.355–1.400. 

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER