Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

27 September 2021|14:34 WIB

Pemerintah Optimistis TEI Virtual Edition 2021 Bakal Semarak

Kemendag optimistis penyelenggaraan TEI-VE 2021 bakal lebih sukses dari penyelenggaraan di tahun sebelumnya.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

ImageMenteri Perdagangan Muhammad Lutfi (tengah) dalam peluncuran Trade Expo Indonesia ke-36 Virtual Edition 2021 (TEI-VR), Senin (27/9). Kemendag/Dok

JAKARTA – Kementerian Perdagangan optimistis penuh target transaksi dagang pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia ke-36 Virtual Edition 2021 (TEI-VR) bisa tercapai. Kemendag menjanjikan ada optimalisasi penyelenggaraan dengan platform baru. 

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menargetkan transaksi dagang TEI-VE 2021 bakal mencapai US$1,5 miliar. Rencananya, pameran dagangan virtual ini akan dihelat pada 21 Oktober hingga 4 November 2021 secara virtual.

“Kami optimis TEI ke-36 tahun 2021 dapat mencapai target transaksi dagang lebih besar hingga US$1,5 miliar, diikuti oleh 1.000 perusahaan, serta dihadiri setidaknya oleh 500.000 visitor dan buyer dari mancanegara,” katanya dalam pembukaan TEI-VE 2021, Jakarta, Senin (27/9).

Mendag juga melanjutkan, kendati TEI-VE 2021 berakhir 4 November, showcase produk akan terus berlangsung hingga 20 Desember. Rangkaian agenda TEI ke-36 ini akan meliputi trade forum exhibition, business counseling, business matching, serta Global Trade Forum serta forum Xpora. 

Kedua program terakhir merupakan program unggulan milik BNI46 yang akan saling melengkapi TEI. “Dan rencananya akan terus dilaksanakan setiap tahun. Penyelenggaraan perdana dua program tersebut akan dilakukan di awal 2022,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada penyelenggaraan TEI-VE 2020 realisasi transaksi dagang berhasil mencapai US$1,2 miliar. Realisasi itu sendiri berhasil melampaui target yang dipatok di kisaran US$1 miliar. 

Sementara itu, Mendag Lutfi juga menjamin kenyamanan pelaksanaan TEI-VE 2021 juga akan lebih baik dibandingkan pelaksanaan tahun lalu. Pasalnya, optimalisasi platform e-katalog yang setara dilakukan oleh negara maju lainnya, bakal membuat kegiatan seller-buyer lebih efisien dan interaktif. 

Lainnya, TEI-VE 2021 juga akan menghadirkan forum baru dan khusus yang membahas industri halal. Nantinya, Kemendag akan berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC). 

"Jadi nanti akan ada rangkaian kegiatan muslim fashion show dalam festival ini. Hal ini juga menjadi upaya nyata Indonesia menjadi pusat produk halal dunia dan kiblat fesyen muslim dunia," tegasnya. 

Mendag berharap, penyelenggaraan TEI akan selalu menjadi agenda rutin dan utama bagi seluruh buyer di mancanegara, untuk mencari produk Indonesia dan partner dagang yang tepat. Sambil menjadikan TEI sebagai salah satu pameran B2B terbesar di wilayah Asia yang selalu dinanti. 

"Semoga penyelenggaraan Indonesia ke-36 Digital Edition 2021 mampu berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan ekspor Indonesia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.

Lebih jauh, pelaksanaan agenda pameran ini juga diarahkan untuk berkontribusi positif pada kegiatan dagang dunia di tengah pemulihan ekonomi negara-negara akibat pandemi. 

"Dengan mengangkat tema 'reviving global trade' harapannya TEI digital edisi 36 ini sehingga bisa berupaya menghidupkan perdagangan global yang lesu akibat pandemi," imbuh Lutfi.

Banggakan Performa Dagang Nasional 
Pada kesempatan yang sama juga, Mendag Lutfi membanggakan performa dagang sepanjang tahun berjalan.

"Berbagai upaya terus kami lakukan untuk menunjang ekonomi nasional. Kita bisa melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2021 sangat menggembirakan mencapai 7,07% (yoy)," terangnya. 

Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspor periode tersebut yang tumbuh sangat signifikan. Dirinya pun tidak menampik performa ekspor Indonesia yang baik saat ini ditopang oleh faktor positif juga di luar negeri. 

"Perdagangan Indonesia saat ini sangat dipengaruhi oleh pulihnya ekonomi global dan meningkatnya permintaan dari negara-negara mitra dagang Indonesia," terangnya. 

Secara kumulatif, ekspor selama Januari–Agustus 2021 tercatat US$142,01 miliar atau naik 37,77% (yoy). Peningkatan ekspor kumulatif tersebut dipengaruhi meningkatnya ekspor nonmigas menjadi US$134,13 miliar atau naik 37,03% dan meningkatnya ekspor migas menjadi US$7,87 miliar atau naik 51,78%.

Lutfi menambahkan, pihaknya akan berupaya meningkatkan ekspor nasional untuk menjaga neraca perdagangan Indonesia. TEI-VE 2021 juga diarahkan untuk mendorong keberlanjutan dan peningkatan promosi produk lokal ke pasar global, lewat optimalisasi teknologi digital.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER