Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

04 Oktober 2021|18:10 WIB

Pemerintah Dorong KUR Pertanian dan Perikanan Maluku

Kurun dua tahun terakhir, pemerintah telah membuat berbagai program kebijakan KUR dan pembiayaan bagi UMKM

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

ImageNelayan melakukan bongkar muat hasil tangkapan laut di Pelabuhan Tulehu, Ambon, Maluku, Minggu (8/11 /2020). ANTARAFOTO/Muhammad Adimaja

AMBON – Pemerintah pusat berharap terjalin sinergi kuat antara pemda, lembaga penyalur KUR, serta penjamin KUR untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM. Targetnya, optimalisasi KUR mampu mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Harapan pemerintah, KUR dapat membantu UMKM dan menopang percepatan pemulihan ekonomi nasional. Termasuk membantu pengusaha UMKM Ambon untuk dapat bertahan di tengah pandemi,” ujar Menko Ekonomi Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (4/10).

Dalam kesempatan tersebut, Menko sempat meninjau booth pameran dari beberapa UMKM di kota Ambon yang menjadi binaan penyalur KUR. Produk yang dipamerkan antara lain rempah-rempah, tekstil, pertanian hidroponik, makanan-minuman, dan kerajinan tangan.

Pemerintah menilai, kegiatan tersebut menjadi aksi nyata dalam mengoptimalkan penyaluran KUR di Provinsi Maluku; bersama stakeholders penyalur dan penjamin KUR, yaitu Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Askrindo, dan Jamkrindo. 

“Semoga KUR dapat terus mendampingi UMKM mengembangkan usaha dalam memulihkan ekonomi daerah maupun nasional,” katanya. 

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir melaporkan, pencapaian realisasi KUR masa pandemi di 2020 mencapai Rp198,53 triliun, lebih tinggi dibandingkan pada kondisi 2019 yang sebesar Rp140,1 triliun.

Kurun dua tahun terakhir, pemerintah telah membuat berbagai program kebijakan KUR dan pembiayaan bagi UMKM. Di antaranya pada 2021, memberikan tambahan subsidi bunga sebesar 3%, sehingga suku bunga menjadi hanya 3% sampai akhir 2021.

"Pemerintah juga telah meningkatkan plafon KUR dari Rp253 triliun menjadi Rp285 triliun; menaikkan plafon KUR tanpa agunan tambahan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta; serta mewajibkan peningkatan ketentuan porsi kredit UMKM menjadi paling sedikit sebesar 30% pada Juni 2024," papar Iskandar. 

Adapun, kinerja penyaluran KUR terus meningkat, dengan realisasi hingga 27 September 2021 mencapai Rp200,26 triliun. Adapun realisasi tersebut sekitar 70,27% dari target 2021 sebesar Rp285 triliun. 

KUR juga telah diberikan kepada 5,39 juta debitur. Jadi, total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp321 triliun, dengan NPL tetap terjaga di kisaran 1,14%.

Sementara itu, penyaluran KUR di Prov Maluku sejak Januari-27 September 2021 telah mencapai Rp768,51 miliar kepada 26.660 debitur. Dengan porsi penyaluran per sektor, adalah sektor perdagangan (55,66%), jasa-jasa (19,25%), serta pertanian, perburuan dan kehutanan (12,72%). 

Sektor pertanian dan perikanan merupakan salah satu sektor pendukung ekonomi Prov Maluku yang dibuktikan dengan realisasi KUR yang tercatat sebesar Rp97,78 miliar (12,72%) dan 56,48 miliar (7,35%).

Lebih rinci, penyaluran KUR di Kota Ambon sejak Januari–1 Oktober 2021 telah mencapai Rp131,6 miliar kepada 4.081 debitur. Dominasi porsi penyaluran KUR di Kota Ambon yaitu sektor perdagangan (54,26%), jasa-jasa (36,72%), serta pertanian, perburuan, dan kehutanan (3,43%).

Komposisi penyaluran KUR pada sektor pertanian dan perikanan di Ambon tercatat masing-masing sebesar Rp4,51 miliar (3,43%) dan Rp2,88 miliar (2,18%). 

“Hal ini menandakan masih terbukanya peluang penyaluran KUR pada kedua sektor tersebut,” imbuh Iskandar.

Pemulihan Ekonomi Daerah 
Menko Airlangga juga membanggakan peran tokoh agama dan masyarakat dalam menyukseskan penanganan covid-19 di Ambon. Dengan mendorong vaksinasi dan sosialisasi prokes kepada masyarakat. 

Selain itu, lanjutnya, seluruh komponen telah berperan untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi di Maluku. Ditandai dengan PDRB kuartal II/2021 yang telah mencapai pertumbuhan 4,53%. 

"Ini sudah berada dalam jalur positif. Kita akan terus dorong bahwa ekonomi rakyat terus digelontorkan," terang Airlangga. 

Pemerintah juga berjanji akan terus mendorong program Kartu Prakerja dapat dinikmati lebih besar di Indonesia Timur. Airlangga menyebut, jumlah penerima program terkait pada 2021 di Maluku meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Kami sudah memprioritaskan di (Indonesia) timur, jadi semakin banyak anak muda kita yang mendapatkan Kartu Prakerja,” pungkas Menko Airlangga.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA