Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

04 Mei 2021|14:19 WIB

Parkir Uang di Bank Rp182 Triliun, Jokowi Minta Pemda Segera Belanja

Belanja didorong dalam bentuk bantuan sosial padat karya maupun program lain yang mampu mendorong belanja masyarakat.

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

ImagePresiden Joko Widodo berdialog dengan petani dalam Kunjungan Kerja di Kanigoro, Malang, Jawa Timur, Kamis (29/4). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

JAKARTA – Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah untuk mempercepat belanja. Terutama belanja dalam bentuk bantuan sosial padat karya maupun yang mendorong belanja masyarakat.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bilang, sisi permintaan harus diperbesar. Sebab, akhir Maret 2021, di perbankan masih ada uang APBD provinsi, kabupaten, dan kota sebesar Rp182 triliun yang masih tersimpan.

“Rp182 triliun yang seharusnya itu segera dibelanjakan untuk memperbesar sisi permintaan, sisi konsumsi,” kata Jokowi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021, Jakarta, Selasa (4/5).

Dengan pembelanjaan uang pemerintah daerah, Jokowi berharap dapat mendorong industri bangkit sehingga para pekerja mulai bisa kembali bekerja.

Domestic supply side harus ditingkatkan, tetapi semua dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Ketat, jangan ditawar-tawar mengenai ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia bilang, reformasi struktural secara besar-besaran sudah dimulai dengan penetapan Undang-Undang Cipta Kerja. Semua kementerian/lembaga dan pemerintah daerah harus sinergis dalam melaksanakan dan memanfaatkan reformasi struktural ini.

Perencanaan harus segera disusun untuk meningkatkan nilai tambah sektor industri serta ketahanan pangan. Tak ketinggalan, pemulihan sektor pariwisata harus berjalan dengan baik.

Green Economy
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara mengatakan perkembangan dunia mengarah pada green economy. Karena itu, Indonesia juga harus memperoleh manfaat dari perkembangan tersebut.

“Kita juga harus menyadari bahwa kita adalah salah satu paru-paru terbesar dunia, dan kita bisa memperoleh manfaat besar dari hutan tropis dan hutan mangrove yang kita miliki,” ucap Mantan Wali Kota Solo itu.

Agar tak tertinggal, Jokowi mendorong transformasi energi menuju energi baru dan terbarukan segera dimulai. Green economy, green technology dan green product harus diperkuat agar Indonesia bisa bersaing di pasar global.

Terkait ekonomi hijau, pemerintah sudah merencanakan ini untuk membuat green industrial park. Kalimantan Utara dipilih menjadi lokasi kawasan industri hijau tersebut. Sementara untuk sumber energi, kawasan hijau tersebut nantinya bisa memanfaatkan hidropower yang ada di Sungai Kayan. Diharapkan kawasan baru ini memunculkan produk-produk hijau.

Tak hanya itu, Indonesia juga disebut mempunyai kekuatan di blue economy. Menurut Jokowi, Indonesia adalah negara terkaya dalam hal biodiversity di laut.

“Kita harus memanfaatkan secara bijak anugerah Tuhan, menyejahterakan rakyat dengan tetap menjaga alam, dan keberlanjutan industri. Sustainable blue economy menjadi agenda yang harus diprioritaskan di semua wilayah pantai yang kita miliki,” ujarnya.

Terakhir, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia harus inklusif, pertumbuhan ekonomi harus menjadi bagian penting bagi penyelesaian masalah-masalah Sustainable Development Goals atau SDGs.

“Pertumbuhan ekonomi harus menjadi mesin bagi pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi, baik antardaerah maupun antardesa dengan kota. Pertumbuhan ekonomi harus meningkatkan kelas UMKM kita dan semakin mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain,” ucapnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA