Selamat

Kamis, 20 Januari 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

26 November 2021

12:08 WIB

Naik Tipis, Harga Emas Antam Dipatok Rp930.000/gram

Harga emas terpukul oleh meningkatnya spekulasi Federal Reserve AS akan mempercepat laju pengurangan stimulus dan menaikkan suku bunga lebih cepat

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

Naik Tipis, Harga Emas Antam Dipatok Rp930.000/gram
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT. Aneka Tambang (Antam) di sebuah gerai emas, Malang, Jawa Ti mur, Selasa (5/1/2021). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

JAKARTA – Harga emas Antam pada Jumat (26/11) menguat tipis seceng alias Rp1.000 ke posisi Rp930.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian turut naik Rp1.000 ke angka Rp826.000/gram. 

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat anjlok sebesar Rp8.000. Pada Senin (15/11), harga ditutup Rp955.000/gram, hingga Sabtu (20/11), emas Antam ditutup di posisi Rp947.000/gram.  

Emas Antam pada Senin (22/11) tidak bergerak atau masih di posisi Rp947.000/gram sama seperti Sabtu (20/11). Namun pada Selasa (23/11), emas anjlok sebesar Rp12.000 ke Rp935.000/gram dan turun lagi Rp6.000 menjadi Rp929.000/gram pada Rabu (24/11). Harga emas Antam pada Kamis (25/11) pun kembali stabil di posisi Rp929.000/gram. 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.058.000/gram pada Rabu (19/8/2020).   

Di Pegadaian, pada Jumat (26/11), emas Antam dibanderol Rp966.000/gram, Antam Retro Rp923.000/gram. Sementara itu, Antam Batik Rp1.122.000/gram dan emas cetakan UBS Rp925.000/gram.  

Dikutip dari Antara, emas diperkirakan akan membukukan minggu terburuk dalam lima bulan pada Jumat (22/11). Karena, harga emas terpukul oleh meningkatnya spekulasi Federal Reserve AS akan mempercepat laju pengurangan stimulus dan menaikkan suku bunga lebih cepat untuk mengekang kenaikan inflasi. 

Di pasar spot Asia, emas terkerek 0,2% menjadi diperdagangkan di US$1.792,62 per ounce pada pukul 00.51 GMT. Emas berjangka AS juga terangkat 0,5% menjadi diperdagangkan di US$1.793,90 per ounce. 

Logam mulia tersebut telah turun lebih dari 2,8% minggu ini, menuju minggu terburuk sejak 18 Juni. 

Indeks dolar stabil tetapi tidak jauh dari level tertinggi 16 bulan yang dicapai awal pekan ini. Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya. 

"The Fed kemungkinan akan menggandakan laju pengurangan pembelian obligasi bulanannya dari Januari menjadi US$30 miliar, dan mengurangi skema pembelian obligasi era pandemi pada pertengahan Maret," kata ahli strategi Goldman Sachs dalam catatan harian pada Kamis (25/11). 

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak membayar bunga. 

Bank Sentral Eropa mendapat tekanan dari para bankir untuk meminjamkan lebih banyak simpanan obligasi pemerintah Jerman untuk mencegah tekanan pasar yang akan membatalkan beberapa upaya stimulusnya sendiri. 

Sementara itu, sebuah survei menunjukkan, lonjakan infeksi virus corona di Jerman dan inflasi yang tinggi membebani kepercayaan konsumen di ekonomi terbesar Eropa itu, meredam prospek bisnis untuk musim belanja Natal mendatang. 

Impor emas bersih China melalui Hong Kong melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2018 pada Oktober, karena pembeli di konsumen utama itu menimbun logam kuning sebagai lindung nilai terhadap kenaikan inflasi. 

Logam mulai lainnya di pasar spot, perak turun 0,1% menjadi diperdagangkan di US$23,55 per ounce. Platinum juga tercatat turun 0,6% menjadi diperdagangkan di US$989,77. Sementara, paladium naik 0,4% menjadi diperdagangkan di US$1,866,34 per ounce.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER