Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

01 Mei 2021|10:36 WIB

Menteri Investasi Ingin Terapkan Konsep KIT Batang di KEK Sei Mangkei

Menteri Investasi menyebut sejumlah hambatan investasi sedang diinventarisir, diurai dan dicari jalan keluarnya

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

ImageIlustrasi. Pembangunan Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (4/3). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

SIMALUNGUN – Sejumlah hambatan investasi Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, diinvetarisasi. Diharapkan, KEK yang dibangun sejak 2021 ini segera rampung.

“Saya datang ke KEK Sei Mangkei untuk melihat apa yang perlu diperbaiki dan bagaimana mempercepat tenant-tenant bisa terisi. Kawasan ini berukuran lebih hampir 2.000 ha, ternyata baru (terisi.red) 5 tenant dan baru menempati 10% lahan,” ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (30/1).

Jika pembangunan selesai, ia menambahkan, perputaran ekonomi di Simalungun bisa berjalan dengan baik. Pasalnya, penciptaan lapangan kerja hanya bisa terjadi dengan adanya investas. 

Bahlil menyampaikan, pemerintah ingin menerapkan konsep Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dalam pengembangan KEK Sei Mangkei. Sebagai langkah awal, pihaknya akan mencari kecocokan aspek yang ada di sekitar lokasi KEK ini dengan KIT Batang.

Adapun kendala yang dihadapi dalam pengembangan KEK ini, antara lain pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, akses kereta api yang belum selesai. Juga, harga lahan dan gas yang tidak kompetitif.

Bahlil menjelaskan, di dalam UU 11/2020 tentang Cipta Kerja, administrator KEK diberi kewenangan penuh dalam pengelolaan perizinan, namun datanya ada dalam sistem Online Single Submission atau OSS.

"Penting melakukan percepatan perizinan investasi, sehingga multiplier effects bisa diperoleh," tegasnya. 

Dalam kesempatan sama, Bupati Simalungun Radiapo Hasiholan Sinaga menyampaikan kesiapan pemerintah daerah membantu mengatasi kendala yang dihadapi KEK Sei Mangkei. 

“Kami siap mendukung penuh perkembangan KEK ini. Ketika berkembang, maka akan mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Simalungun dan juga serapan tenaga kerjanya,” tutur Radiapo. 

Sementara itu Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Mohammad Abdul Ghani berharap, KEK Sei Mangkei dapat berkembang seperti KIT Batang di Jawa Tengah, yang fase pertama seluas 450 hektare sudah berhasil terisi dalam waktu hanya 9 bulan.

“Sesuai yang disampaikan menteri, dengan investasi kita bisa menumbuhkan ekonomi.  Harapan kami kalau industri tumbuh, maka puluhan ribu orang menjadi karyawan, menumbuhkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kami akan ikut arahan Nenteri, seperti di Batang,” ucap Ghani.

KEK Sei Mangkei dikelola PT Kawasan Industri Nusantara yang merupakan anak usaha dari PTPN III. KEK Sei Mangkei memiliki kegiatan utama berupa industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata dan logistik. 

Jika berjalan sesuai rencana, KEK tersebut diproyeksikan dapat menarik total investasi sebesar Rp129 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 83.304 orang pada 2031.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER