Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

04 Oktober 2021|15:44 WIB

Lebih Dari 300 Produk UMKM Unjuk Gigi Di Dubai Expo 2020

Keikutsertaan pada berbagai pameran menjadi langkah meningkatkan kontribusi ekspor UMKM terhadap ekspor nasional.

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImagePaviliun Indonesia di Dubai Expo 2020. ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perdagangan/Dok

JAKARTA - Pelaku UMKM Indonesia secara aktif memperluas akses pasar internasional. Salah satunya ialah dengan berpartisipasi pada Dubai Expo 2020 yang diselenggarakan mulai dari 1 Oktober 2021-31 Maret 2022.

Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman dalam keterangan tertulisnya menilai Dubai Expo 2020 menjadi ajang yang strategis bagi pelaku UMKM asal Indonesia untuk memperkenalkan potensinya ke pasar internasional.

"Ini momen tepat untuk menciptakan iklim investasi, kerja sama, serta peluang perdagangan berkelanjutan bagi UMKM di Nusantara," ujarnya di Jakarta, Senin (4/10).

Pada ajang itu, Paviliun Indonesia sendiri mengangkat tema “Creating the Future, From Indonesia to the World”. Selama enam bulan ke depan, setidaknya ada lebih dari 300 produk UMKM siap ekspor, mulai dari kerajinan, interior, tekstil, hingga sektor fashion terlibat dalam ajang tersebut.

Kementerian Koperasi dan UKM sendiri, lanjut Hanung, turut berpartisipasi dengan membawa produk yang memanfaatkan natural resources dan rempah olahan dalam upaya mendorong program Spice Up to the World, penerapan research and development dalam waste management, hingga healthy food.

Hanung menambahkan, produk yang dipamerkan pada Dubai Expo 2020 itu mencakup makanan kemasan dari Restu Mande Bandung, Matoh Banyuwangi, olahan kelapa dari Kulaku Banyuasin, produk makanan organik dari Ladang Lima Surabaya, produk kopi oleh Virgil Flores, hingga home decor oleh Indo Risakti Bantul dan Raja Mas Cilacap.

Khusus untuk produk homedecor, Hanung menjelaskan produknya memanfaatkan bahan alami dan bahan daur ulang, seperti eceng gondok, lamun, kulit pisang, hingga kayu daur ulang.

"Para UKM bekerja sama dengan pengrajin rumah tangga dan menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan serta perdagangan yang fair," kata dia.

Tak sampai situ, Kementerian Koperasi dan UKM pada ajang Dubai Expo 2020 pun turut menggelar business forum dan business matching yang akan mengundang potential buyer, mulai dari perusahaan hotel, restoran dan kafe, hingga retailer di Uni Emirat Arab.

Keikutsertan Indonesia dalam Dubai Expo 2020 pun merupakan hasil kolaborasi antarkementerian/lembaga, seperti Kemenkop UKM, Kedubes Republik Indonesia untuk UEA, Konsul Jenderal RI untuk Dubai, hingga ITPC Dubai.

Lebih lanjut, Hanung mengatakan seluruh pihak terkait juga mendukung sinergi antara Kemenkop UKM melalui Smesco Indonesia dengan Atase Perdagangan dan ITPC di 44 negara dalam pengembangan ekspor UKM. Khususnya dalam aspek market intelligence, promosi luar negeri, hingga business matching.

"Kami di Kemenkop UKM membuat desain kebijakan pengembangan UMKM dengan menciptakan ekosistem bisnis, mulai dari pelatihan peningkatan kualitas produk, pembiayaan, adaptasi teknologi, pemasaran, hingga sistem rantai pasok," tandasnya.

Partisipasi dalam berbagai pameran pun ia yakini sebagai salah satu langkah meningkatkan kontribusi ekspor UKM terhadap nilai ekspor nasional. Hanung optimis UKM bisa berkontribusi lebih dari 17% terhadap nilai ekspor nasional pada 2024 mendatang. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER