Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

13 Oktober 2021|13:38 WIB

Lebih Dari 282 Ribu Usaha Mikro Sumbar Terima BPUM Tahun Ini

Kemenkop UKM minta dukungan dinas yang membidangi KUMKM dalam melaksanakan pemantauan penerima BPUM

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Dian Hapsari

ImagePerajin menata kain batik yang dipamerkan di Kediri Town Squer, Kota Kediri, Jawa Timur. ANTARAFOTO/Prasetia Fauzani.

JAKARTA – Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kinerja usaha mikro di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM kembali melanjutkan program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun ini yang secara utuh telah rampung hingga akhir September.

Khusus untuk Provinsi Sumatera Barat, catatan Kemenkop UKM menunjukkan penyaluran BPUM telah dilakukan kepada 282.487 pelaku usaha mikro dengan total anggaran yang mencapai Rp338,9 miliar.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM Eddy Satriya dalam keterangannya menyebut capaian penyaluran BPUM itu tak lepas dari peran dinas yang membidangi koperasi dan UMKM (KUMKM), baik di tingkat kabupaten/kota maupun tingkat provinsi.

"Sehingga kami apresiasi kontribusi dinasi di daerah dan berharap koordinasi yang telah berjalan dapat terus berlanjut," ujar Eddy di Jakarta, Rabu (13/10).

Selain dinas bidang KUMKM, Eddy menyebut keberhasilan penyaluran BPUM juga tak akan terjadi tanpa sumbangsih bank penyalur yang selama program itu digagas sejak 2020 silam terus berkoordinasi aktif dengan Kementerian Koperasi dan UKM.

Eddy pun berharap agar sinergi dan koordinasi aktif dengan pihak-pihak terkait itu dapat terus berjalan dalam rangka percepatan pencairan BPUM ataupun program-program bantuan lainnya untuk setidaknya membuat segmen usaha mikro bertahan di tengah pandemi.

"Kami saat ini tengah melakukan pemantauan penerima BPUM sehingga kami berharap dukungan dinas provinsi ataupun kabupaten/kota pada saat kunjungan lapangan," imbuh Eddy Satriya.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi Erman Safat menyebutkan pihaknya telah mengusulkan BPUM melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan tahun lalu sebanyak 6.586 pelaku usaha dimana 662 unit diantaranya merupakan usulan koperasi, sedangkan tahun ini, diusulkan sebanyak 2.744 pelaku usaha.

Dari catatannya, penyaluran BPUM tahun lalu berhasil mencapai 3.274 pelaku usaha dan tahun ini sebanyak 3.330 pelaku usaha sehingga masih ada sekitar 2.726 pelaku usaha yang belum mendapatkan jatah program BPUM.

"Oleh karenanya saya berharap Kemenkop UKM dapat menambah kuota calon penerima BPUM pada masa yang akan datang agar UMKM kita dapat bangkit kembali dan ekonomi masyarakat naik dengan sendirinya," kata Erman.

Lebih lanjut, Erman mengatakan adanya bantuan yang diberikan pemerintah dalam berbagai bentuk telah memberikan keringanan, khususnya terkait aspek permodalan para pelaku usaha di Kota Bukittinggi. Hal ini tak lepas dari banyaknya keluhan dari pelaku UMKM tentang menurunnya transaksi jual-beli semenjak masa pandemi.

Di Bukittinggi sendiri, lanjutnya, segala sektor perekonomian saling berkaitan erat satu dengan yang lainnya. Dengan sektor pariwisata yang menjadi unggulan, maka bisa dipastikan perekonomian Bukittinggi ambles akibat adanya pembatasan-pembatasan guna menekan angka penularan covid-19.

"Sektor perekonomian di kota kami saling berkaitan. Sektor pariwiata adalah salah satu sektor unggulan yang mengalami penurunan drastis dalam jumlah wisatawan yang datang dan ini berdampak pada perekonomian Kota Bukittinggi," tambah Erman.

Sebagai informasi, program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) diluncurkan sejak 2020 dan kembali berlanjut pada tahun 2021 dengan penyalurannya yang terbagi menjadi dua tahap. Eddy menjelaskan tahap pertama telah rampung 100% pada Juli 2021 lalu kepada 9,8 juta usaha mikro dengan anggaran Rp11,76 triliun.

Sementara untuk tahap kedua atau lanjutan, catatan Kemenkop UKM menunjukkan realisasinya telah mencapai Rp3,4 triliun bagi 2,9 juta pelaku usaha mikro sebesar Rp3,4 triliun sehingga secara total, realisasi BPUM 2021 berjumlah Rp15,24 triliun yang diberikan kepada 12,7 juta pelaku usaha mikro.


Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA