Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

BERITA

10 Juni 2021|19:11 WIB

Ladangbaja Murni dan Triniti Dinamik Resmi Masuk Bursa

LABA sebagai perusahaan tercatat ke-19 dan TRUE menjadi perusahaan tercatat ke-20 sepanjang tahun 2021.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageTriniti Dinamik mengincar pertumbuhan penjualan properti 30% setelah menjadi perusahaan terbuka. BEI/Dok.

JAKARTA - PT Ladangbaja Murni Tbk dan PT Triniti Dinamik Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (10/6), melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering/IPO.

Emiten dengan kode perdagangan saham LABA sebagai perusahaan tercatat ke-18 dan TRUE menjadi perusahaan tercatat ke-20 di BEI sepanjang tahun 2021.

Pada pembukaan perdagangan perdananya, harga saham LABA langsung melesat. Dikutip dari RTI, saham LABA mengalami kenaikan sebesar Rp43 atau 34,40% ke Rp168 per saham alias menembus batas Auto Reject Atas (ARA).

Direktur Utama LABA, Mugi mengatakan, perseroan melepas sebanyak 200 juta lembar saham atau 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

"Harga saham yang ditawarkan ke publik, yaitu sebesar Rp125 per lembar saham. Sehingga, dana yang terhimpun dari proses IPO senilai Rp25 miliar," papar Mugi dalam keterangan di Jakarta, Kamis (10/6).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dana yang terhimpun dari penawaran umum ini akan digunakan untuk renovasi dan peremajaan mesin pada Gudang baru LABA yang lebih luas di Cibitung. Hal ini demi meningkatkan kinerja operasional perusahaan dengan peningkatan kapasitas produksi, kualitas yang lebih baik, inovasi terbaik, dan perluasan lini bisnis pada plastic injection mould.

Dalam rangka proses IPO ini, LABA menunjuk PT Indo Capital Sekuritas sebagai lead underwriter dengan sindikasi dari PT Panin Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Reliance Indonesia Tbk.

Adapun, hasil penawaran umum sangat memuaskan dengan tingkat oversubscribe hingga lebih dari 300 kali dari porsi pooling yang tersedia.

“Kami optimis untuk terus mengembangkan bisnis Perseroan dikarenakan prospek pertumbuhan industri mould, spare part turunan baja, dan plastic injection mould yang masih sangat besar di Indonesia. Ditambah dengan dukungan pemerintah melalui peraturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mendukung industri dalam negeri untuk terus bertumbuh,” terangnya.

Selain penawaran saham kepada masyarakat, LABA juga menerbitkan waran sebanyak 280 juta lembar waran dan akan dibagikan secara cuma-cuma kepada investor baru saat IPO dengan rasio 5:7, yakni lima saham baru yang dibeli akan diberikan tujuh waran. LABA berencana untuk menggunakan dana yang terhimpun dari pelaksanaan waran untuk modal kerja.

Triniti Dinamik
Sementara itu, perusahaan yang bergerak di bidang real estat dan pengembangan properti, Triniti Dinamik mengincar pertumbuhan penjualan properti 30% pada tahun depan setelah secara resmi melantai di BEI melalui mekanisme penawaran umum saham perdana.

"Kami memperkirakan penjualan tahun 2022 tumbuh minimal 30% dibandingkan tahun ini," kata Presiden Direktur PT Triniti Dinamik Tbk, Samuel Stepanus Huang dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (10/6), dikutip dari Antara.

Samuel menjelaskan, sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan penjualan pada tahun ini adalah masih tingginya permintaan akan hunian dan adanya stimulus berupa insentif pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pemerintah membebaskan PPN untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) yang dibanderol berkisar Rp300 juta hingga Rp2 miliar. Langkah pemerintah menanggung PPN itu berlaku untuk rumah yang sudah jadi atau ready stock dan penyerahannya di rentang Maret-Agustus 2021.

"Kami optimistis dapat bertumbuh karena backlog perumahan saat ini masih tinggi yaitu sekitar 11 juta unit, belum lagi adanya insentif dari pemerintah seperti pembebasan PPN," ujar Samuel Huang.

Salah satu proyek emiten berkode saham TRUE adalah The Smith di Tangerang, Banten. Proyek itu terdiri atas 652 unit, yaitu 112 unit perkantoran, SOHO 100 unit dan residensial 440 unit. Proyek itu dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang seperti kolam renang, fitness centre, sky lounge, gaming room, dan co-working space.

Dikutip dari keterangan resmi, Triniti Dinamik melepas sebanyak 1,51 miliar saham atau setara dengan 20% saham. Dengan harga penawaran sebesar Rp100, sehingga total dana hasil IPO yang diperoleh TRUE adalah sekitar Rp151,4 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan oleh Perseroan diantaranya sebesar Rp22,8 miliar akan digunakan untuk pelunasan pembelian ruang kantor yang berlokasi di APL Tower. Ruang kantor tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk kegiatan operasional Perseroan.

Kemudian, sebesar Rp91 miliar akan digunakan untuk pembayaran sebagian pembelian tanah yang berlokasi di Sekupang, Batam, dengan total seluas 14,9 hektare. Lahan dimaksud akan digunakan Perseroan untuk pembangunan perumahan.

Sisanya, akan digunakan untuk tambahan modal kerja Perseroan, seperti pembayaran kepada kontraktor sehubungan dengan proyek The Smith dan/atau untuk membiayai kegiatan operasional Perseroan lainnya.

Selain itu, Perseroan menerbitkan sebanyak 1,51 miliar Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan atau sebanyak 25% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham ini disampaikan.

Setiap pemegang satu Saham Baru Perseroan, berhak memperoleh satu Waran Seri I. Setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru Perseroan.

Waran seri I mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun. Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp125 yang dapat dilakukan setelah enam bulan sejak efek dimaksud.

Selama masa penawaran umum yang berlangsung pada tanggal 3-4 Juni 2021, perusahaan mencatat kelebihan pemesanan sekitar 201,09 kali dari dari porsi penjatahan terpusat atau pooling yang ditawarkan.

Dengan menyandang status sebagai perusahaan terbuka, Samuel berharap Perseroan dapat memanfaatkan kesempatan untuk berkembang dan tumbuh menjadi lebih besar. Meskipun kondisi perekonomian nasional yang belum pulih total sebagai akibat pandemi covid-19, Perseroan tetap optimis bahwa bisnis real estate dan pengembangan properti akan memberikan kontribusi positif bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan.

Mengutip RTI, saham TRUE mengalami kenaikan sebesar Rp35 atau 35% ke Rp135 per saham pada hari pertama IPO di BEI.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

INFOGRAFIS

TERPOPULER