Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

WIRAUSAHA

03 Juni 2021|11:07 WIB

Kisah BCA Perdagangan Online Dekatkan Penjual dan Pembeli

Pembeli mancanegara minati produk UMKM lokal yang dipamerkan di ajang UMKM Fest.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImagePekerja memfoto produk kopi untuk dipasarkan secara daring di Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (6/11/2020). ANTARAFOTO/Budi Candra Setya

JAKARTA – Perdagangan online bisa digunakan untuk memperkenalkan produk UMKM, hingga membuka peluang pertumbuhan permintaan termasuk dari pembeli mancanegara.  

Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja dalam webinar digitalisasi UMKM dan sistem pembayaran 2025, Rabu (2/6), dikutip dari Antara.

Jahja menyebutkan pasar global tertarik terhadap produk UMKM lokal yang memiliki potensi untuk merambah pasar ekspor. Ia mengungkapkan, puluhan calon pembeli dari luar negeri tertarik pada produk-produk UMKM lokal yang ditawarkan dalam acara UMKM Fest yang diadakan BCA beberapa bulan lalu.

"Kita coba on boarding produk UMKM layak ekspor. Pada saat acara UMKM Fest itu, kita atur waktu meeting dengan calon pembeli luar negeri, kenyataannya demand itu ada. Puluhan memang, tidak sampai ratusan, tapi ini breakthrough, ada peluang untuk masuk ke situ," terang Jahja.

Sebelumnya, BCA mengadakan UMKM Fest pada Maret 2021 dengan diikuti 1.800 UMKM terpilih yang memiliki kesiapan produk berkualitas. Sebanyak 1.800 UMKM tersebut dibantu untuk masuk ke dalam ekosistem digital berupa e-commerce berbasis website yang dibuat oleh BCA.

Jahja menekankan, inti dari acara UMKM Fest yang dibuat oleh BCA adalah mempertemukan antara pelaku UMKM dengan pembeli, bahkan pembeli dari luar negeri. Ia menilai, UMKM juga sangat membutuhkan bantuan untuk bisa memasukkan produknya ke ekosistem digital, mengakses pasar, hingga membuka peluang untuk ekspor.

Membantu UMKM bisa tetap berjalan di tengah pandemi, lanjutnya, menjadi salah satu cara agar perbankan bisa menyalurkan kredit. Ia meyakini apabila usaha kecil menengah bisa berkembang di Indonesia, para pelaku UMKM tersebut dengan sendirinya akan membutuhkan pembiayaan kredit karena peningkatan permintaan yang membutuhkan peningkatan biaya produksi.

Rp5 Triliun
Keuntungan mempertemukan penjual dan pembeli lewat ajang virtual juga dirasakan BCA. Salah satunya, peningkatan penyaluran kredit kendaraan.

Jahja mengungkapkan, sebelum pandemi covid-19, BCA bisa menyalurkan kredit mobil baru dengan nilai mencapai Rp2,5 triliun dalam satu bulan. Namun saat pagebluk menerpa Tanah Air, tepatnya pada April 2020, penyaluran kredit anjlok hingga menjadi Rp90 miliar dalam satu bulan.

"Pada saat awal covid-19, Maret masih oke. April 2020 turun ke Rp90 miliar, Mei Rp180 miliar. Saya ingat sekali angkanya Juni cuma Rp400 miliar, bayangkan awalnya Rp2,5 triliun," kata Jahja.

Pada Agustus 2020, lanjut dia, BCA mulai mengadakan virtual expo dan berhasil menaikkan penyaluran kredit menjadi Rp1 triliun. Tapi, jumlah tersebut dinilainya belum cukup, mengingat pembayaran cicilan mobil per bulannya sekitar Rp1,8 triliun hingga Rp2 triliun.

Kemudian pada Februari dan Maret 2021, BCA pun kembali mengadakan virtual expo dan langsung bisa menyalurkan kredit mencapai Rp5 triliun.

"Kuncinya kita dorong diler mobil masuk platform virtual, pertemukan pembeli, nasabah-nasabah kita, dan masyarakat. Sehingga, dari yang tadinya cuma Rp80–90 miliar, meledak sampai Rp5 triliun," tuturnya.

Dia meyakini daya beli masyarakat golongan ekonomi menengah masih ada meski di tengah pandemi covid-19 sekalipun. Namun, masyarakat ekonomi menengah tidak memiliki kesempatan untuk membelanjakan uang mereka dikarenakan keterbatasan pergerakan akibat pandemi. Hal itulah yang menurutnya menjadi penyebab kredit masih sangat lemah.

"Kalau kita tidak mempertemukan para konsumer dengan diler mobil atau developer rumah secara virtual, maka tidak akan terjadi penjualan. Tapi, begitu ada virtual expo dalam satu bulan, luar biasa dampaknya," pungkasnya.


Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA