Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

14 Juli 2021|13:09 WIB

Kemenkop: IPB Manfaatkan Keunggulan Dongkrak Kewirausahaan Pangan

Berwirausaha dewasa ini menjadi pilihan strategis bagi kalangan milenial

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImagePekerja memfoto produk kopi untuk dipasarkan secara daring di Kemiren, Banyuwangi, Jaw a Timur, Jumat (6/11/2020). ANTARAFOTO/Budi Candra Setya

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mendorong Institut Pertanian Bogor untuk memanfaatkan sejumlah senjata yang dimiliki, meliputi keunggulan pertanian, ilmu pangan, hingga agribisnis untuk mendukung kewirausahaan di sektor pangan.

Hal ini untuk mendukung tumbuh kembang koperasi agribisnis guna mendongkrak rasio kewirausahaan di Tanah Air, khususnya di sektor pangan.

Saat ini, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik menyebut, sudah waktunya para mahasiswa ataupun lulusan Sekolah Vokasi (SV) IPB segera turun ke sektor-sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga perkebunan guna mendongkrak kewirausahaan pangan di Indonesia.

"Namun, harus ada cara yang berbeda dengan menggunakan inovasi teknologi, masuk dalam skala ekonomi, serta sesuai dengan target dan standarisasi pasar yang tentunya pengetahuan ini cukup jamak dimiliki IPB," ujarnya dalam Seminar Nasional Koperasi Agribisnis secara daring di Jakarta, Rabu (14/7).

Riza pun mengajak kalangan anak muda, khususnya mahasiswa SV-IPB agar meneladani sejumlah koperasi yang saat ini berkembang dalam sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia. Seperti Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan di Aceh yang mengembangkan komoditas kopi.

Beberapa waktu lalu, Riza menyebut Menkop UKM Teten Masduki turut melepas ekspor kopi arabica gayo dari koperasi tersebut untuk memasok bahan baku di Starbucks Jepang, China, Amerika Serikat, hingga Jerman.

Tak hanya itu, Riza juga mencontohkan koperasi lainnya yakni Koperasi SAE Pujon dan Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Makmur di Provinsi Jawa Timur yang memasok susu untuk perusahaan-perusahaan besar juga dapat menjadi teladan bagi para anak muda.

"Mungkin koperasi-koperasi tersebut belum sempurna. Tapi, spirit dan perencanaan mereka yang matang bisa menginspirasi kita untuk mengembangkan koperasi sektor riil di Indonesia," kata Riza.

Dorongan untuk mengembangkan kewirausahaan di sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga perkebunan itu, lanjutnya, tak lepas dari harapan besar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk menciptakan koperasi pangan dengan berbagai keunggulan, layaknya Selandia Baru dan Belanda.

Riza pun menegaskan saat ini pihaknya terus bekerja aktif merancang ekosistem yang sehat sebagai dukungan tumbuh kembang kewirausahaan dan koperasi di Indonesia, salah satunya ialah melalui penciptaan berbagai regulasi.

"Baik itu UU Cipta Kerja ataupun PP Nomor 7 Tahun 2021 sebagai turunannya, hingga saat ini tengah disiapkan Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional," paparnya.

Wadah Kreatif
Lebih lanjut, Riza Damanik menjelaskan saat ini Kemenkop UKM juga tengah menciptakan iklim kewirausahaan yang kondusif. Hal ini dilakukan dalam rangka mengejar rasio kewirausahaan yang relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga.

Langkah itu, ungkapnya, diimplementasikan lewat wadah-wadah kreatif di sejumlah kota yang mendukung jiwa kewirausahaan dari para kalangan muda, mulai dari milenial hingga Generasi Z yang saat ini mendominasi demografi penduduk Indonesia dengan persentase sekitar 64%.

"Seperti di Bandung, Jawa Barat, kita dukung konsep bisnis anak muda kreatif, wadah yang menampung produk UMKM artisan, ini sebagai contoh usaha berbasis komunitas yang punya potensi besar dan bahkan beberapa produknya sudah diekspor," sebut Riza.

The Hall Way yang menjadi reinkarnasi dari Pasar Kosambi Bandung yang sudah lama tutup atau kurang beroperasi secara optimal, jelasnya, sudah dihidupkan lagi. 

Tujuannya, agar anak muda kreatif di Bandung, Jawa Barat menjadi lebih inovatif dan mengundang nilai ekonomi yang tinggi.

Tak hanya di Bandung, Riza memaparkan di Ibu Kota Jakarta pun telah terdapat ruang bernama M Bloc Space bagi produk-produk UMKM artisan yang terkurasi secara profesional. Menurutnya, peluang pasar akan tercipta semakin besar mengingat lokasi M Bloc Space yang sangat strategis.

Ia meyakini, ke depannya mahasiswa ataupun lulusan SV-IPB bisa mengembangkan wadah kreatif serupa atau bahkan lebih besar di Bogor jika dibandingkan Bandung atau Jakarta dengan menggandeng beberapa stakeholders untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan, khususnya di bidang agribisnis.

"Sehingga kami harap IPB bisa bersinergi dengan Kemenkop UKM guna melahirkan kewirausahaan baru dan koperasi unggul karena saya yakin berwirausaha ini menjadi pilihan strategis bagi kalangan muda," tegas Riza Damanik.

 


Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER