Selamat

Rabu, 22 September 2021

13 September 2021|08:00 WIB

Kemenkop Dan Komisi VI DPR Gelar Pelatihan Vokasional UMKM

Digelar secara bertahap, pelatihan vokasional untuk meningkatkan digitalisasi UMKM

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImagePelaku usaha memotret produk teh bajakah miliknya di Kuala Pesisir, Nagan Raya, Aceh, Sabtu (28/8), sebelum dipasarkan melalui pasar digital. ANTARAFOTO/Syifa Yulinnas

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM bersama Komisi VI DPR menggelar pelatihan vokasional digitalisasi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke pelosok tanah air.

Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman menyebutkan pelatihan vokasional itu tak lepas dari langkah pemerintah dalam meningkatkan literasi digital bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya lewat berbagai platform e-commerce.

"Pengetahuan menggunakan teknologi sudah ada, tapi hal itu harus dijadikan sebagai kegiatan pemasaran produk UKM," jelasnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (12/9).

Tak hanya di kota-kota besar, Hanung menegaskan pelatihan vokasional juga akan digelar di kawasan lain yang memiliki produk UKM potensial. Ia juga menambahkan nantinya Kemenkop UKM akan mengadakan bimbingan secara bertahap, yakni lewat media sosial sebelum masuk platform e-commerce.

"Karena, untuk memasarkan produk secara digital tidak bisa dilakukan secara langsung sehingga kami akan bangun mereka secara bertahap," tutur Hanung.

Pelatihan yang digelar itu, lanjut Hanung, menjadi salah satu strategi pemerintah dalam rangka mendongkrak kualitas UMKM serta meningkatkan nilai tambah produk serta pemanfaatannya. Hanung meyakini pelatihan vokasional tersebut menjadi solusi digitalisasi UMKM, khususnya dalam aspek pengelolaan dan pemasaran usaha.

Untuk itu, Hanung berharap dengan terselenggaranya pelatihan vokasional itu, para pelaku UMKM bisa menjaga kepercayaan para pembeli, salah satunya dengan mengutamakan kejujuran dalam berjualan secara daring melalui berbagai platform e-commerce yang ada.

"Saya berharap UMKM yang memasarkan produknya secara digital harus jujur disampaikan ke pembeli dan tetap menjaga kualitas produk. Dengan demikian, kepercayaan pembeli tetap terjaga," kata Hanung.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron turut menyambut baik sinergi dengan Kemenkop UKM. Herman menerangkan bahwa problema yang dihadapi para pelaku UKM dalam memasarkan produk melalui akses digital ialah terkait demand dan supply.

Terkadang, ia menyebut kondisi demand yang tinggi tak seiring dengan supply atau sebaliknya. Namun demikian, ia meyakini dewasa ini pasar UKM semakin luas, terlebih dengan adanya aturan pemenuhan kebutuhan belanja pemerintah dari produk UMKM.

"Untuk itu, saya rasa Kemenkop UKM punya peran penting untuk menjamin kestabilan antara demand dan supply," imbuh Herman.

Kepala Dinas UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Indramayu Didi Riyadi dalam kesempatan itu juga melayangkan apresiasi atas inisiatif Kemenkop UKM dan Komisi VI DPR yang menjadikan wilayahnya sebagai yang pertama kali mendapat jatah pelatihan vokasional.

Pasalnya, Didi menyebut para pelaku UMKM di Kabupaten Indramayu selama ini menunggu-nunggu hadirnya pendampingan dari pemerintah mengingat dampak pandemi yang mempengaruhi operasional bisnis mereka.

"Semoga dengan pelatihan ini para pelaku UMKM memperoleh manfaat dari pelatihan. Era saat ini sudah berbeda yaitu era 4.0, sehingga digitalisasi suatu keharusan," tandas Didi.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER