Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

04 Mei 2021|19:50 WIB

Kegiatan Infrastruktur Akan Jaga Daya Saing Dan Pulihkan Ekonomi

Per 28 April, serapan anggaran Kementerian PUPR sentuh Rp33 triliun

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Nadya Kurnia Kartika Sari

ImageSuasana pengerjaan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Jalan Gatot Subroto Jakarta. ANTARA FOTO/ Reno Esnir

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus melanjutkan kegiatan strategis pembangunan infrastruktur dalam rangka menjaga daya saing serta memulihkan perekonomian akibat dampak dari pandemi covid-19.

Dalam upaya itu, refocusing kegiatan dan anggaran TA 2021 pun telah dilakukan untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari besaran awal pagu sebesar Rp149,81 triliun telah mengalami refocusing sebesar Rp17,99 triliun sehingga menjadi Rp132,81 triliun.

Melalui keterangan tertulisnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, pagu anggaran mendapat tambahan dari percepatan penarikan Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) sebesar Rp4,04 triliun dan luncuran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp0,21 triliun, sehingga menjadi Rp136,06 triliun.

Per 28 April 2021, sistem e-monitoring Kementerian PUPR mencatatkan penyerapan keuangan belanja infrastruktur telah mencapai sebesar Rp33,3 triliun atau sekitar 24,4% dari total pagu dengan progres pembangunan fisik sebesar 25,17%.

Pada tanggal yang sama, Basuki menyebut penyerapan keuangan maupun realisasi fisik TA 2021 secara presentase lebih baik daripada periode yang sama TA 2020 dengan capaian keuangan 14,16% dan progres fisik 17,61%.

"Progres penyerapan TA 2021 lebih cepat dari TA 2020 karena upaya percepatan Kementerian PUPR melalui lelang dini sejak Oktober 2020," sebut Menteri Basuki di Jakarta, Selasa (4/5).

Sebagai dampak dari lelang dini itu, sebanyak 3.388 paket dengan nilai kontrak Rp29,83 triliun dari 5.146 paket pekerjaan TA 2021 telah terkontrak. Akhir triwulan II nanti pun targetnya telah terkontrak lagi sebanyak 1.448 paket dengan nilai Rp18,73 triliun.

Basuki pun memastikan belanja infrastruktur PUPR yang meliputi pembangunan dan pemeliharaan bendungan, irigasi, jalan, jembatan, sanitasi, sistem air minum, penataan kawasan, infrastruktur di kawasan strategis pariwisata, dan rumah MBR akan tetap digencarkan.

Ia meyakini kegiatan infrastruktur yang tetap berjalan di tengah pandemi akan meningkatkan daya saing dan sekaligus menjadi stimulus program PEN untuk mengatasi dampak pandemi.

"Saya pastikan kegiatan strategis di Kementerian PUPR tetap berjalan dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi Program PEN dampak pandemi covid-19," tegasnya.

Postur anggaran PUPR TA 2021 pun, kata Basuki, diharapkan bisa berkontribusi langsung pada percepatan penanganan dampak sosial ekonomi, seperti menekan angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat.

Salah satu implementasinya adalah program padat karya yang menjadi prioritas Kementerian PUPR. Tak tanggung-tanggung, anggaran untuk padat karya sepanjang tahun ini mencapai Rp23,35 triliun.

Menteri Basuki menyebut saat ini anggaran itu sudah terserap sekitar 26,2% dengan progres fisik sebesar 32,35%. Serapan anggaran itu pun sekaligus menjadi bukti program padat karya mampu membuka lapangan pekerjaan.

"Besaran anggaran yang terserap tersebut telah memberikan manfaat membuka peluang kerja sebanyak 396.951 orang dari total target sebanyak 1.232.693 tenaga kerja," tandasnya.
 


 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER