c

Selamat

Sabtu, 20 April 2024

EKONOMI

03 Mei 2021

16:26 WIB

KBS-Pelindo III Kolaborasi Perkuat Infrastruktur Logistik

Konektivitas angkutan antara wilayah barat dari Cilegon dan Surabaya sekitarnya bisa lebih terintegrasi lebih optimal

Penulis: Khairul Kahfi

Editor: Fin Harini

KBS-Pelindo III Kolaborasi Perkuat Infrastruktur Logistik
KBS-Pelindo III Kolaborasi Perkuat Infrastruktur Logistik
Ilustrasi kereta kargo. ANTARAFOTO/Dok.

JAKARTA – PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) melalui anak usaha PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) menjalin kerja sama dengan anak usaha Pelindo III untuk memperkuat infrastruktur logistik Pulau Jawa. 

Kerja sama dijalin lewat penandatanganan MoU dengan anak usaha Pelindo III, yaitu Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan Berkah Multi Cargo (BMC), bertepatan dalam rangka HUT TPS ke-22. 

Direktur Utama PT KBS Akbar Djohan mengatakan, perusahaan saat ini memang memfokuskan usaha mendongkrak infrastruktur jalur logistik Pulau Jawa. Pihaknya meyakini dapat menghadirkan kinerja logistik yang efektif lewat kolaborasi yang dilakukan oleh PT KBS. 

“Lewat kerja sama dengan TPS dan BMC, harapannya kita bisa menghadirkan logistik yang terintegrasi dengan lebih,” ujar Akbar pada keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (3/5). 

Dengan begitu, lanjutnya, konektivitas angkutan antara wilayah barat dari Cilegon dan Surabaya sekitarnya bisa lebih terintegrasi lebih optimal. Di mana kereta api bisa langsung masuk area Pelabuhan TPS. 

Sebelumnya, PT KBS juga telah melakukan kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia Persero dan PT Kereta Api Logistik atau KA Logistik untuk penguatan infrastruktur logistik nasional.

Sementara itu, Akbar Djohan yang juga menjadi Sekjen Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia menjelaskan langkah-langkah kolaborasi perlu diambil untuk menghadirkan jasa logistik terintegrasi, terjamin, dengan biaya yang murah. 

“PT KBS akan terus mencoba mengambil langkah-langkah lainnya dan mengajak kolaborasi, agar kita bisa menghadirkan jasa logistik terbaik dengan terus menyiapkan infrastruktur logistik nasional,” ungkap Akbar. 

Ia berharap dengan penguatan infrastruktur logistik bisa berdampak kepada pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya meningkatkan ekspor dan efektivitas impor di dalam negeri. 

Di tempat terpisah, Direktur Utama PT Krakatau Jasa Logistik Puji Winarto mengatakan hal ini dapat memaksimalkan rangkaian kereta api PT KBS melalui anak perusahaannya yaitu PT KJL. Dari Surabaya untuk kargo impor atau lokal yang akan dibongkar di TPS dan bisa diangkut oleh rangkaian kereta api PT KJL ke wilayah DKI dan Banten,

Demikian juga sebaliknya, kargo yang berasal dari Banten dan sekitarnya untuk ke wilayah Indonesia Timur, bisa diangkut rangkaian kereta api KJL rute Cilegon–Jakarta langsung menuju sisi dermaga TPS.

"Jika kerja sama ini bisa berjalan baik, konektivitas jalur logistik akan semakin terjamin dan biaya logistik akan kompetitif. Hal ini bisa berdampak meningkatkan ekspor dan impor nasional,” kata Puji. 

Kemenkeu mencatat, dibandingkan lima negara di kawasan ASEAN biaya logistik Indonesia masih terlampau tinggi. Indonesia mesti merogoh 23,5% dari PDB-nya untuk sekadar membiayai logistik, jauh lebih tinggi dibanding Malaysia yang hanya setengahnya di kisaran 13% dari PDB.

Bahkan, jumlah biaya yang tinggi itu belum menggambarkan performa logistik Nusantara yang setimpal. Indeks performa logistik Indonesia hanya naik tipis dari 2,98 poin menuju 3,15 poin pada 2018 kurun waktu dua tahun berselang. 


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentarLoginatauDaftar