Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

30 April 2021|19:21 WIB

Jual Bisnis Konsumer, Citi Indonesia Mengaku Diserbu Peminat

Masih ada layanan segmen bisnis korporasi

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImagePemandangan eksterior kantor pusat perusahaan Citibank di New York, New York, AS 20 Mei 2015. ANTARA/REUTERS/Mike Segar/Dok

JAKARTA - Citi Indonesia tengah memulai proses penjualan bisnis konsumer bank. Hal ini sebagai kelanjutan pengumuman dari kantor pusat yang menyebutkan bahwa Citi akan keluar dari bisnis konsumer di 13 negara, termasuk Indonesia.

“Keputusan untuk keluar dari bisnis consumer bank di Indonesia baru saja ditentukan," kata CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/4)

Lebih lanjut, Batara menjelaskan, dalam perkembangan penjualan bisnis konsumer bank di Indonesia, pihaknya menerima banyak peminat.

"Di Indonesia, saat ini sudah terdapat banyak pihak yang berminat untuk membeli bisnis konsumer bank kami," ungkapnya.

Namun, menurut dia, proses transaksi seperti ini pada umumnya akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan akan membutuhkan interaksi dengan sejumlah calon pembeli yang berminat.

Batara menambahkan, pihaknya perlu mempertimbangkan sejumlah faktor, dan apakah calon pembeli memenuhi kriteria tersebut.

"Di antaranya, kami akan berupaya untuk memastikan kelanjutan dalam memberikan layanan dengan tingkat yang sama yang biasa diterima oleh nasabah. Serta kepentingan dan prospek masa depan karyawan kami, pada saat kami melakukan penilaian terhadap kualitas dan kesesuaian calon pembeli," ujar Batara.

Selama prosesnya, Citi Indonesia meyakinkan semua nasabahnya di Indonesia bahwa kegiatan operasional bisnis consumer bank serta seluruh kantornya akan terus berjalan seperti biasa, untuk melayani dan membantu nasabah.

Batara pun kembali mengingatkan bahwa seluruh nasabah Citi Indonesia dapat terus melakukan transaksi atau mendapatkan layanan perbankan melalui Citibank Mobile App, Citibank Online, CitiPhone, maupun kantor cabang.

"Seluruh layanan Citi Indonesia akan tetap berjalan sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut dari Citi Indonesia di masa mendatang," tegasnya.

Kegiatan bisnis konsumer Citi di Indonesia meliputi bancassurance, kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Juga, pengelolaan kekayaan atau wealth management dan layanan nasabah perbankan individual yang terdiri dari Citigold, Citi Priority dan Citi Banking.

Sekadar informasi, Citi telah hadir di Indonesia sejak tahun 1968. Meski hengkang dari bisnis consumer, Citi Indonesia menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya untuk berkembang di Indonesia. Saat ini, terdapat beberapa layanan segmen bisnis korporasi Institutional Clients Group (ICG), terdiri dari TTS atau Treasury and Trade Solutions, MSS atau Markets and Securities Services/Custodian dan BCMA atau Banking Capital Market Advisory untuk nasabah-nasabah institusional.

Barata menyebut, layanan tersebut menyasar perusahaan lokal, pemerintah dan BUMN, lembaga keuangan dan perusahaan multinasional dan layanan pasar modal melalui PT CSI (Citigroup Sekuritas Indonesia).

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA