c

Selamat

Senin, 24 Juni 2024

EKONOMI

08 Juli 2022

16:41 WIB

Istilah Dasar Dalam Investasi Saham

Apa sih pengertian dari saham itu? Istilah dasar apa saja yang perlu diketahui sebelum investasi saham? Simak penjelasannya

Penulis: Fitriana Monica Sari

Editor: Fin Harini

Istilah Dasar Dalam Investasi Saham
Istilah Dasar Dalam Investasi Saham
Anak muda sedang memantau perkembangan saham. Validnews.id/Arief Rachman

JAKARTA – Jumlah investor pasar modal Indonesia terus mengalami kenaikan pesat. Tercatat, hingga 28 Juni 2022, investor pasar modal telah mencapai lebih dari 9 juta investor, atau tepatnya 9,09 juta investor. Jumlah ini meningkat lebih dari delapan kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data yang dimiliki Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada 2017, jumlah investor pasar modal tercatat sebesar 1,12 juta. Kemudian pada 2018, naik menjadi 1,61 juta. 

Pada 2019, meningkat menjadi 2,48 juta. Begitu pula dengan pada 2020 dan 2021, masing-masing naik menjadi 3,88 juta dan 7,48 juta.

Pertumbuhan positif di sektor pasar modal domestik telah mendorong kapitalisasi pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 9.128,54 triliun pada 28 Juni 2022. Kapitalisasi pasar bursa tersebut mencapai 54% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2021 yang sebesar Rp16.970 triliun.

Adapun, penghimpunan dana di pasar modal terus meningkat dan bahkan tumbuh mencapai 206% pada 2021. Hal ini menunjukkan optimisme investor domestik maupun global atas perekonomian domestik yang terus pulih. Lantas, apa sih sebenarnya pengertian dari saham?

Pengertian Saham

Pengertian saham berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online atau daring saham adalah bagian; andil; sero (tentang permodalan). Contoh: sahamnya tertanam dalam berbagai perusahaan. Pengertian lain dari saham adalah sumbangan (pikiran dan tenaga). Contoh: sahamnya dalam perjuangan kemerdekaan sangat besar.

Saham juga bisa diartikan sebagai surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor. Arti lainnya dari saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal, sehingga dianggap berbagi dalam pemilikan dan pengawasan.

Sementara dikutip dari laman idx.co.id, saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. 

Di sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dengan demikian, pengertian saham adalah surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor.

Istilah Dasar Dalam Saham

Sebagai investor pemula yang baru memasuki dunia saham, pasti akan tercengang saat melihat bahasa-bahasa asing yang ada di dalamnya. Padahal, istilah dasar dalam saham itu sebenarnya simpel dan mudah dipahami, lho.

Nah, sebagai langkah awal menyelami dunia saham, Emtrade sudah merangkum beberapa istilah dasar yang perlu diketahui.

IDX / Bursa Efek Indonesia (BEI)

Lembaga penyelenggara dan penyedia fasilitas sistem perdagangan efek di pasar modal Indonesia.

Broker / Perusahaan Sekuritas

Broker atau biasa disebut sebagai perusahaan sekuritas merupakan tempat transaksi saham yang berfungsi sebagai jembatan untuk menghubungkan investor dengan pasar modal. Telah mendapat lisensi dari OJK, serta dapat digunakan untuk membuka RDN.

Kustodian

Pihak yang bekerja sama dengan perusahaan sekuritas untuk menyimpan aset kekayaan investor. Biasanya, bank kustodian digunakan sebagai tempat penitipan kekayaan dan dapat memberikan pinjaman bagi investor yang ingin menaikkan modalnya.

Emiten dan Efek

Emiten merupakan perusahaan yang mendaftarkan diri untuk menjual sahamnya di BEI. Sementara itu, efek merupakan lembaran yang diperjualbelikan sebagai bukti kepemilikan saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

IHSG merupakan indeks utama yang menjadi indikator pergerakan seluruh saham yang terdaftar dalam BEI.

Sektor

Saham-saham yang terdapat di BEI dikelompokkan menjadi 11 sektor usaha berdasarkan IDX-IC. Mulai dari Sektor Energi hingga Sektor Transportasi dan Logistik.

Indeks

Statistik yang digunakan untuk mewakilkan karakteristik dari komponen saham yang diperjualbelikan dalam pasar saham. Contoh dari Indeks adalah LQ45, JII, SRI-KEHATI, ISSI, dan masih banyak lainnya.

Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi Perusahaan akan besar jika perusahaan melepas lembar saham dengan jumlah yang banyak serta harga tinggi. Jumlah lembar saham yang dilepas oleh perusahaan, dapat mempengaruhi naik turunnya IHSG.

Blue Chips, Middle Cap, dan Small Cap

Blue Chips merupakan sebutan untuk saham-saham dengan fundamental bagus dan pergerakan harga sahamnya dapat mempengaruhi IHSG. Middle Cap atau 2nd Liner adalah saham-saham yang masih belum sebagus blue chip, namun sudah lebih stabil daripada 3rd liner. Sementara, Small Cap atau 3rd Liner adalah saham-saham baru yang fundamentalnya masih berkembang, serta memiliki volatilitas harga yang tinggi.

Saham gorengan

Saham gorengan merupakan Istilah slang untuk saham 2nd Liner atau 3rd Liner, yang kenaikan harganya berpotensi dimanipulasi oleh bandar.

Rekening Dana Nasabah (RDN)

Rekening ini berbeda dengan rekening tabungan biasa atau. RDN berguna untuk menyimpan dana investor. Penawaran Umum Perdana / Initial Public Offering (IPO) Peluncuran saham perdana sebuah perusahaan di lantai bursa efek, setelah melalui kriteria panjang dari BEI.

Kode Saham

Setiap perusahaan yang ada di BEI memiliki kode saham yang terdiri dari empat huruf. Kode ini untuk memudahkan transaksi dalam pasar saham.

Listing dan Delisting

Listing merupakan pencatatan saham perusahaan oleh BEI setelah melalui kriteria bursa efek. Sementara itu, delisting adalah penghapusan saham dari bursa karena suatu alasan tertentu.

Dividen

Laba yang dibagikan oleh perusahaan kepada investor dalam jangka waktu tertentu tergantung dengan kondisi perusahaan.

Profit taking dan Cuan

Profit taking adalah penjualan saham yang dimiliki pada saat mencapai harga yang diinginkan. Bermakna sama, cuan adalah Bahasa slang dari profit taking yang dalam Bahasa China berarti “untung”.

Cut Loss dan Stop Loss

Cut loss adalah penjualan saham yang dimiliki untuk menghindari kerugian yang lebih besar karena pergerakan harga yang terus menurun. Sedangkan stop loss adalah menjual saham untuk menekan kerugian pada batas persentase kerugian yang sudah direncanakan.

Buyback

Buyback merupakan tindakan perusahaan yang membeli kembali saham yang telah disebar pada investor, untuk mengurangi jumlah saham yang tersebar di pasar saham.

Capital Gain dan Capital Loss

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga penjualan yang lebih tinggi dari harga beli. Sementara itu, capital loss merupakan kerugian yang harus ditanggung karena harga pembelian yang lebih tinggi dari penjualan.

Bullish dan Bearish

Bullish adalah pergerakan harga alias tren saham yang meningkat dalam jangka waktu tertentu. Bearish adalah pergerakan harga alias tren saham yang cenderung menurun dalam jangka waktu tertentu.

Bid dan Offer

Bid dan Offer adalah antrean pembelian dan penjualan dalam satuan lot pada tiap harga saham. Pesanan tidak akan diproses sebelum ada yang mau mengalah.

Watchlist

Watchlist Merupakan daftar saham-saham yang menjadi fokus investor untuk diamati. Sehingga, akan mudah untuk melakukan analisis saham-saham tersebut karena jumlahnya tidak terlalu banyak.

Jam Perdagangan Bursa

Perdagangan bursa dapat dilakukan pada jam kerja bursa. Ada dua sesi waktu perdagangan dalam satu hari, yakni pagi dan siang.

Ex Date, Recording Date, dan Cum Date

Cum Date adalah tanggal batas akhir bagi investor yang mau mendapatkan deviden dari perusahaan. Ex Date adalah hari berakhirnya Cum Date, sehingga penerima saham tidak terhitung. Sementara itu, Recording Date adalah tanggal pencatatan transaksi pasar tunai Cum Date kepada penerima.

Tindakan Korporasi (Corporate Action)

Tindakan korporasi adalah tindakan yang diambil perusahaan untuk menanggulangi masalah yang terjadi, maupun sebagai langkah awal untuk mengembangkan bisnisnya.

Diversifikasi

Diversifikasi membagi modal atau portfolio ke dalam beberapa saham.

Portfolio

Portfolio adalah Detail dari investasi yang dilakukan. Berisi kumpulan aset saham yang sedang dimiliki beserta keuntungannya.

Analisa Teknikal

Mempelajari aktivitas pasar dengan menggunakan data-data historis harga untuk memprediksi arah pergerakan saham.

Analisa Fundamental

Analisa yang dilakukan untuk mengetahui kondisi perusahaan dengan melihat kondisi laporan keuangan, tata kelola perusahaan, hingga kekuatan brand.

Valuasi Saham

Valuasi saham disebut juga nilai intrinsic, yakni menunjukkan harga wajar dari sebuah saham berdasarkan Analisa fundamental dan valuasi yang dilakukan. Setelah mengetahui beberapa istilah dasar dalam saham, sekarang Anda bisa membaca buku-buku saham, mengikuti kelas saham, hingga terjun ke dunia saham dengan leluasa.

Langkah-Langkah Mulai Investasi

Mengutip dari Instagram resmi IDX, @indonesiastockexchange, berikut langkah-langkah untuk mulai berinvestasi

1. Bisa belajar dulu lewat Sekolah Pasar Modal (SPM). Caranya pergi ke laman idx.co.id > InvestHub > Sekolah Pasar Modal

2. Buka rekening di perusahaan sekuritas. Caranya pergi ke laman idx.co.id > InvestHub > Buka rekening online. Jangan lupa siapkan e-KTP, halaman depan buku tabungan, dan NPWP jika ada

3. Kalau rekening sudah jadi, tinggal setor dana ke RDN (Rekening Dana Nasabah) atas nama Anda

4. Login ke aplikasi online trading yang diberikan oleh perusahaan sekuritas

5. Pilih saham yang ingin dibeli. Jangan lupa untuk analisis perusahaannya dulu

6. Selesai! Anda tinggal beli saham secara berkala, supaya masa depan lebih aman. IDX menegaskan bahwa investasi itu bukan cara "instan"untuk cepat kaya. Pasalnya, investasi punya risiko dan perlu manajemen keuangan. Sehingga, harus dipelajari dan tidak boleh ikut-ikutan. Selain itu, investor juga harus teliti dan harus paham dengan saham yang dibeli. Jadi, tetap hati-hati ya dalam berinvestasi!


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentarLoginatauDaftar