Selamat

Rabu, 22 September 2021

08 September 2021|17:21 WIB

Inovasi Digital Demi Jadi Pandemic Winner

Transaksi e-commerce Indonesia 2021 diperkirakan mencapai Rp354,3 triliun, meningkat 33,11% dibanding tahun sebelumnya

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Fin Harini

ImagePekerja melakukan proses foto produk kopi untuk dipasarkan secara daring di Kemiren, Banyuwangi, Jaw a Timur, Jumat (6/11/2020). ANTARAFOTO/Budi Candra Setya

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital para pelaku pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM untuk membangkitkan perekonomian di tengah pandemi covid-19 hingga menjadi pandemic winner.

Hal itu diungkapkan Menparekraf Sandiaga Uno saat Virtual Media Briefing "Berbagi Pengetahuan tentang Manfaat Teknologi Bagi Dunia Ekraf bersama AWS dan SiCepat”. Ia menjelaskan, perebakan pandemi covid-19 memicu terjadinya akselerasi proses digitalisasi.

Berdasarkan survei We Are Social pada April 2021, sekitar 88,1 % pengguna internet di Indonesia menggunakan layanan perdagangan elektronik atau e-commerce untuk berbelanja produk.

“Di masa penuh tantangan seperti saat ini, kita harus mampu menangkap peluang secara kreatif sebagai peluang untuk membangkitkan ekonomi dan menjadi pandemic winner,” kata Sandi dalam keterangannya, Rabu (8/9).

Sandi menjelaskan, pemerintah berupaya mengoptimalkan kegiatan bimbingan teknis yang biasanya dilakukan di berbagai secara langsung menjadi model pembelajaran jarak jauh yang lebih efisien dengan bantuan teknologi. Bahkan bukan tidak mungkin juga akan ada pelatihan yang menyambungkan pelatih berkualitas dari luar negeri.

Pemerintah juga telah meluncurkan Gernas BBI untuk membantu UMKM untuk masuk ke platform digital. Hasilnya selama tahun 2020, ada 3,7 juta UMKM yang masuk ke platform digital, sehingga total ada 11,7 UMKM yang telah go-digital dari sebelumnya 8 juta UMKM. Total target 30 juta UMKM onboarding hingga akhir tahun 2023.

Kuncinya menurut Sandi adalah generasi muda. Mereka harus terus diajak dan dibimbing untuk senantiasa cermat melakukan inovasi, adaptasi, juga kolaborasi. Merekalah pemeran utamanya pada 2045 sebagai agen perubahan bukan generasi rebahan, diharapkan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan ekosistem startup di Indonesia, khususnya dalam berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan visi besar Indonesia menjadi negara maju dan kekuatan ekonomi digital terbesar di masa depan,” pungkasnya. 

Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan memperkirakan, transaksi e-commerce Indonesia 2021 mencapai Rp354,3 triliun, meningkat 33,11% dibanding tahun sebelumnya Rp266,2 triliun. 

Sementara, volume transaksinya diproyeksi naik 38,17% dari 925 juta transaksi menjadi 1,3 miliar transaksi.

Pemerintah juga memproyeksikan PDB Indonesia pada 2030 bakal mencapai Rp24.000 triliun. Dengan pertumbuhan ekonomi digital sendiri sebesar 8 kali lipat, dari Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun pada 2030.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA