Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

22 Juli 2021|10:30 WIB

IHSG Menguat, Pasar Nantikan Pengumuman RDG BI

Saham BUMN dapat dicermati pada perdagangan hari ini

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Faisal Rachman

ImageKaryawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, S enin (17/5/2021). Antara Foto/Aprillio Akbar

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada Kamis (22/7) pagi, menguat jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Mengutip RTI, IHSG dibuka menguat 27,57 poin atau 0,46% ke posisi 6.057,54.

Begitu pula dengan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang naik 6,75 poin atau 0,8% ke posisi 848,17.

"Fokus investor tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia yang diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 3,5% pada hari ini," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam laporannya di Jakarta, Kamis (22/7).

Rencana pemerintah untuk membuka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara bertahap, jika terjadi penurunan kasus covid-19 memberi sentimen positif, mengingat sebelumnya PPKM diproyeksi berlaku hingga akhir Juli.

"IHSG pada hari ini diperkirakan cenderung bergerak datar atau sideways di kisaran 5.983-6.075," sebutnya.

Dari eksternal, bursa ekuitas AS pada Rabu (21/7) kembali ditutup menguat. Hal ini merespons laporan keuangan emiten kuartal II-2021 yang di atas estimasi dan optimisme baru terkait pemulihan ekonomi AS memicu risk-on rally.

Di sisi lain, perselisihan terkait pengesahan paket infrastruktur bipartisan senilai US$1,2 triliun terjadi ketika Partai Demokrat bergerak menuju pemungutan suara, namun Partai Republik memilih melakukan penundaan.

Berbeda dengan Tim Riset Lotus Sekuritas, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Kamis (22/7), IHSG hari ini justru diprediksi menguat.

"Secara teknikal, doji dengan indicator stochastic yang menyempit mengindikasikan potensi penguatan," jata Dennies.

Penguatan, lanjut dia, akan bersifat terbatas masih dibayangi akan kasus covid-19 dari dalam negeri yang tercatat turun, namun angka kematian semakin tinggi. Sehingga masih cukup mengkhawatirkan.

Ia memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 6.048 hingga 6.067 dan level support di antara 6.001 hingga 6.015.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain Indeks Shanghai menguat 2,51 poin atau 0,07% ke 3.565,17, Indeks Hang Seng naik 400,75 poin atau 1,47% ke 27.625,33, dan Indeks Straits Times meningkat 20,18 poin atau 0,65% ke 3.139,18. Sedangkan, bursa saham Jepang libur memperingati Hari Umi no Hi atau Hari Laut.

Rekomendasi Saham
 Dennies menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Aneka Gas Industri Tbk atau AGII mengalami koreksi setelah sempat menguat dengan volume tinggi.  

Jika investor berminat mengoleksi saham AGII, Dennies menyarankan untuk masuk pada harga Rp1.630 hingga Rp1.660, stop loss di Rp1.600. Target harganya dipatok di Rp1.800 hingga Rp1.850.      

Kemudian, PT Kalbe Farma Tbk atau KLBF yang mengalami koreksi, namun masih tertahan di atas level support.  "Jika tertarik membeli, masuk saham KLBF di harga Rp1.350 hingga Rp1.380, stop loss di Rp1.330. Target harganya dipatok di Rp1.420 hingga Rp1.450,” jelasnya.            

Terakhir, sama seperti KLBF, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI juga mengalami koreksi, namun masih tertahan di atas level support.   Dennies menyarankan masuk saham BBRI di harga Rp3.780 hingga Rp3.840 dan stop loss di Rp3.750. Target harganya dipatok di Rp3.920 hingga Rp3.980.            

Sementara, Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham BUMN. Untuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR, investor disarankan masuk di level Rp3.640–3.720 per lembar saham.  Namun, investor diminta waspada jika harga menembus Rp3.640, dengan batas risiko di Rp3.600.        

Perusahaan lain adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI yang disarankan dibeli di level Rp4.830–4.900. Batas risiko perdagangan BBNI hari ini di level Rp4.790.        

Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI, Valbury Sekuritas menyarankan membeli saham BMRI di level Rp5.825–5.925. Batas risiko perdagangan BMRI hari ini di level Rp5.700.      

Emiten lain yang masuk dalam rekomendasi Valbury, antara lain WIKA di kisaran Rp1.020–1.100, WSKT di rentang harga Rp890–980, dan PGAS Rp1.010–1.035

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER