Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

04 Mei 2021|10:35 WIB

IHSG Menguat Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I

Saham BUMN dan swasta dapat dicermati pada perdagangan hari ini

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImagePetugas membelakangi layar informasi pergerakan harga saham pada layar elektronik di BEI, Jakarta, Jumat (18/9/2020). ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada Selasa (4/5) pagi, menguat jelang rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2021.

Mengutip RTI, IHSG dibuka menguat tipis 2,8 poin atau 0,05% ke posisi 5.955,4. Begitu pula dengan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang naik 1,18 poin atau 0,13% ke posisi 885,52.

"Meski memperoleh arahan positif dari mayoritas indeks Wall Street dan Eropa, namun antisipasi data ekonomi domestik dan kekhawatiran terhadap perkembangan pandemi covid-19 di kawasan diperkirakan membayangi IHSG," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (4/5).

Phintraco melanjutkan, IHSG berpotensi menguji support level 5.900-5.930 pada perdagangan Selasa hari ini. Pergerakan IHSG tersebut terutama dibayangi oleh sikap wait and see pelaku pasar jelang rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021.

Masih dari dalam negeri, kenaikan indeks manufaktur ke 54,6 pada April 2021 dan kenaikan inflasi ke 1,42% (yoy) pada April 2021, belum mampu meredam kekhawatiran pelaku pasar terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2021.

Faktor lain yang menjadi kekhawatiran pelaku pasar adalah penambahan kasus baru covid-19 yang signifikan di beberapa negara dalam beberapa waktu terakhir.

Di tengah kekhawatiran tersebut, harga sejumlah komoditas justru bergerak menguat, seperti minyak sawit mentah (CPO), nikel, timah.

Sementara itu, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Senin (4/5), IHSG hari ini diprediksi menguat.

"Pelemahan sudah mencapai level support dan stochastic berada di level oversold mengindikasikan potensi rebound," katanya.

Pergerakan, lanjut Dennies, masih dibayangi oleh kasus covid serta rilis laporan keuangan kuartal I-2021. Investor juga akan menanti data GDP Indonesia.

Ia memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 6.020 hingga 6.045 dan level support di antara 5.913 hingga 5.954.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Hang Seng naik 14,84 poin atau 0,05% ke 28.372,38 dan indeks Straits Times terkoreksi 13,44 poin atau 0,42% ke 3.171,32. Sedangkan, bursa Jepang dan China libur.

Rekomendasi Saham
Dennies mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Gajah Tunggal Tbk atau GJTL mengalami koreksi, namun masih berada di atas level support

Jika investor berminat mengoleksi saham GJTL, Dennies menyarankan untuk masuk di harga Rp875 hingga Rp900, stop loss di Rp860. Target harganya dipatok di Rp940 hingga Rp965. 

Kemudian, PT Adaro Energy Tbk atau ADRO mengalami koreksi, namun masih tertahan di atas level support baru. Menurut Dennies, akan segera cum dividen dan harga akan turun. Investor bisa masuk saham ADRO di harga Rp1.250 hingga Rp1.270, stop loss di Rp1.230. Sementara itu, target harganya dipatok di Rp1.320 hingga Rp1.350. 

Terakhir, sama seperti ADRO, PT Vale Indonesia Tbk atau INCO, mengalami koreksi, namun masih tertahan di atas level support baru. Dennies menyarankan masuk saham INCO di harga Rp4.550 hingga Rp4.620 dan stop loss di Rp4.500. Target harganya dipatok di Rp4.750 hingga Rp4.850. 

Sementara, Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham yang didominasi perusahaan BUMN. Untuk PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM, investor disarankan masuk di level Rp2.480–2.520 per lembar saham. Namun, investor diminta waspada jika harga menembus Rp2.480, dengan batas risiko di Rp2.450. 

Perusahaan lain adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN yang disarankan dibeli di level Rp1.590–1.605. Batas risiko perdagangan BBTN hari ini di level Rp1.565.

Selanjutnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR. Valbury menyarankan membeli saham JSMR di level Rp4.070–4.100. Batas risiko perdagangan JSMR hari ini di level Rp4.030. 

Emiten lain yang masuk dalam rekomendasi Valbury, antara lain BBRI di kisaran Rp3.950–4.010, KLBF di rentang harga Rp1.420–1.435, dan CTRA Rp1.130–1.150. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER