Selamat

Rabu, 12 Mei 2021

BERITA

05 Mei 2021|10:37 WIB

IHSG Menguat Di Tengah Pelemahan Mayoritas Bursa Global

Saham BUMN dan swasta masih dapat dicermati pada perdagangan hari ini

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Nadya Kurnia Kartika Sari

ImagePekerja melintas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada Rabu (5/5) pagi, menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham global.

Mengutip RTI, IHSG dibuka menguat 10,74 poin atau 0,18% ke posisi 5.974,56. Begitu pula dengan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang naik 2,93 poin atau 0,33% ke posisi 891,85.

"Dibayangi oleh pelemahan mayoritas indeks global, IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (5/5).

IHSG berpotensi melemah dalam rentang support 5.930-5.950 dan resistance 6.030-6.050, terutama pada awal perdagangan. Sementara untuk sepanjang perdagangan, masih terdapat peluang IHSG ditutup menguat.

Pelaku pasar mengantisipasi realisasi data produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang diperkirakan masih terkontraksi pada kuartal I-2021.

Meski demikian, terdapat kecenderungan bahwa mayoritas pelaku pasar telah melakukan price-in atas kemungkinan tersebut sejak pertengahan Maret 2021. Hal itu dapat meredam potensi sell-off pada perdagangan Rabu ini.

Di sisi lain, kenaikan indeks manufaktur ke 54,6 pada April 2021 dan kenaikan inflasi ke 1,42% secara tahunan (year on year/yoy) pada April 2021, mengindikasikan adanya akselerasi pemulihan aktivitas ekonomi pada awal kuartal II-2021.

Satu hal yang perlu diwaspadai adalah potensi pelemahan nilai tukar rupiah di tengah kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed.

Selain itu, penguatan harga-harga komoditas tambang dan minyak sawit mentah (CPO) dalam sepekan terakhir memberikan sentimen positif bagi Indonesia, terutama emiten-emiten terkait komoditas tersebut.

Sementara itu, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Rabu (5/5), IHSG hari ini diprediksi menguat.

"Pergerakan saat ini berada level support dan stochastic berada di level oversold mengindikasikan potensi rebound jangka pendek," katanya.

Pergerakan, lanjut Dennies, masih dibayangi oleh kasus covid serta rilis laporan keuangan kuartal I-2021. Investor juga akan mencermati rilis data GDP Indonesia.

Ia memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 5.980 hingga 5.998 dan level support di antara 5.914 hingga 5.938.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Hang Seng naik 75,18 poin atau 0,26% ke 28.632,32 dan indeks Straits Times terkoreksi 20,09 poin atau 0,63% ke 3.159,04. Sedangkan, bursa Jepang dan China libur.

Rekomendasi Saham
Dennies mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Gajah Tunggal Tbk atau GJTL mengalami koreksi, namun masih berada di atas level support

Jika investor berminat mengoleksi saham GJTL, Dennies menyarankan untuk masuk di harga Rp875 hingga Rp900, stop loss di Rp860. Target harganya dipatok di Rp940 hingga Rp965. 

Kemudian, PT Wijaya Karya Tbk atau WIKA rebound setelah mengalami koreksi, uji resistance terdekat. Investor bisa masuk saham WIKA di harga Rp1.410 hingga Rp1.435, stop loss di Rp1.390. Sementara itu, target harganya dipatok di Rp1.485 hingga Rp1.510. 

Terakhir, PT Vale Indonesia Tbk atau INCO. Breakout resistance dengan volume tinggi. Target Price/Stop Loss/Entry Level upgraded. Dennies menyarankan masuk saham INCO di harga Rp4.850 hingga Rp4.920 dan stop loss di Rp4.800. Target harganya dipatok di Rp5.100 hingga Rp5.200. 

Sementara, Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham campuran antara BUMN dan swasta. Untuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI, investor disarankan masuk di level Rp4.000–4.060 per lembar saham. Namun, investor diminta waspada jika harga menembus Rp4.000, dengan batas risiko di Rp3.970.

Perusahaan lain adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI yang disarankan dibeli di level Rp5.950–6.100. Batas risiko perdagangan BMRI hari ini di level Rp5.875.

Selanjutnya, PT Kalbe Farma Tbk atau KLBF. Valbury menyarankan membeli saham KLBF di level Rp1.455–1.470. Batas risiko perdagangan KLBF hari ini di level Rp1.435. 

Emiten lain yang masuk dalam rekomendasi Valbury, antara lain UNTR di kisaran Rp21.175–21.575, ADHI di rentang harga Rp1.140–1.170, dan WSKT Rp1.055–1.095. 


 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER