Selamat

Kamis, 20 Januari 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

26 November 2021

11:00 WIB

IHSG Melemah Kala Koreksi Bursa Saham Kawasan

Berikut pilihan saham dari analis yang dapat dicermati akhir pekan ini

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

IHSG Melemah Kala Koreksi Bursa Saham Kawasan
Karyawan melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia pada Jumat (26/11) pagi, melemah seiring koreksi bursa saham kawasan Asia. 

Mengutip RTI, IHSG dibuka melemah 10,78 poin atau 0,16% ke posisi 6.688,57. Begitu pula dengan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang turun 2,49 poin atau 0,26% ke posisi 962,65. 

"Dengan sentimen bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak sideways di kisaran 6.678-6.781," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (26/11). 

Bursa ekuitas AS libur pada Kamis (25/11) kemarin untuk menyambut liburan Thanksgiving dan akan dimulai kembali pada Jumat (26/11) dengan sesi yang dipersingkat. 

Di sisi lain, bursa ekuitas Eropa berakhir di zona hijau pada Kamis (25/11), dengan investor terus mencermati perkembangan politik dan krisis covid-19 di kawasan Eropa. 

Investor mencerna perkembangan politik di Eropa. Di Jerman, kesepakatan pemerintah koalisi baru antara Social Democrats, Greens dan Free Democrats diumumkan pada Rabu (24/11). 

Perjanjian tersebut akan membuat mantan menteri keuangan Jerman, Olaf Scholz menjadi kanselir baru ketika Angela Merkel meninggalkan jabatannya pada awal Desember. 

Sementara itu, Perdana Menteri wanita pertama Swedia, Magdalena Andersson dari Social Democrat, mengundurkan diri hanya beberapa jam setelah diangkat. Langkah itu dilakukan setelah RUU anggarannya gagal dan Green Party mundur dari pemerintahan koalisi dua partai tersebut. 

Investor Eropa juga mencermati krisis covid-19 di kawasan Zona Euro. Italia mengumumkan akan memperkenalkan langkah-langkah covid-19 yang lebih ketat, sedangkan Jerman menghindari adanya lockdown

Dari data, produk domestik bruto (PDB) Jerman tumbuh 1,7% secara kuartalan pada kuartal III-2021, sedikit di bawah ekspektasi. 

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Indonesia telah menjadi salah satu negara yang perekonomiannya kembali ke tingkat pra-pandemi covid-19. 

Dengan perhitungan skala 100, besaran produk domestik bruto (PDB) Indonesia telah mencapai tingkat 101,1. Aktivitas ekonomi domestik yang membaik, vaksinasi yang terus diakselerasi, serta konsolidasi fiskal dan reformasi perpajakan merupakan faktor yang mendorong peringkat kredit Indonesia tetap terjaga. 

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) merevisi ke bawah rentang proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 menjadi 3,2-4% (yoy). 

Berbeda dengan Tim Riset Lotus Sekuritas, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Jumat (26/11), IHSG hari ini diprediksi melemah.  

"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren konsolidasi jangka pendek dengan kecenderungan melemah, didukung stochastic yang melebar setelah membentuk deadcross di sekitar area overbought setelah gagal menembus resistance all-time high," kata Dennies. 

Menurut Dennies, pergerakan pada akhir pekan akan minim sentimen terutama dari data ekonomi. 

Ia memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 6.735 hingga 6.771 dan level support di antara 6.657 hingga 6.678.  

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 619,26 poin atau 2,1% ke 28.880,02, indeks Hang Seng turun 414,01 poin atau 1,67% ke 24.326,15, dan indeks Straits Times terkoreksi 35,27 atau 1,09% ke 3.186,25. 

Rekomendasi Saham
Dennies menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Wijaya Karya Tbk atau WIKA masih bergerak dalam tren konsolidasi jangka pendek. 

Jika tertarik membeli, Dennies menyarankan masuk saham WIKA di harga Rp1.250 hingga Rp1.280, stop loss di Rp1.235. Target harganya dipatok di Rp1.340 hingga Rp1.370.       

Kemudian, PT Alam Sutera Realty Tbk atau ASRI mengalami koreksi, kembali bergerak dalam tren konsolidasi jangka pendek. 

"Jika tertarik membeli, dapat masuk saham ASRI di harga Rp185 hingga Rp190, stop loss di Rp182. Target harganya dipatok di Rp195 hingga Rp200," jelasnya.    

Terakhir adalah PT Barito Pacific Tbk atau BRPT. Mengalami koreksi setelah breakout resistance, masih bergerak dalam tren penguatan jangka pendek.  

Jika investor berminat mengoleksi saham BRPT, ia menyarankan untuk masuk pada harga Rp1.045 hingga Rp1.065 dan stop loss di Rp1.025. Target harganya dipatok di Rp1.100 hingga Rp1.120.      

Sementara, Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk membeli saham campuran BUMN dan swasta. Untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI, investor disarankan masuk di level Rp7.250–7.350 per lembar saham. Namun, investor diminta waspada jika harga menembus Rp7.250, dengan batas risiko di Rp7.125. 

Perusahaan lain adalah PT Bukit Asam Tbk atau PTBA, yang disarankan dibeli di level Rp2.650–2.700. Batas risiko perdagangan PTBA hari ini di level Rp2.610.   

Selanjutnya, PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM. Valbury Sekuritas menyarankan membeli saham ANTM di level Rp2.410–2.440. Batas risiko perdagangan ANTM hari ini di level Rp2.410.   

Emiten lain yang masuk dalam rekomendasi Valbury, antara lain TINS di kisaran Rp1.660–1.680, BBNI di rentang harga Rp7.050–7.175, dan ADRO Rp1.710–1.745.

 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER