Selamat

Jumat, 7 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

18 Agustus 2022

09:56 WIB

IHSG Kamis Berpotensi Melemah

IHSG hari ini diperkirakan melemah. Berikut pilihan saham analis yang bisa dicermati investor

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

IHSG Kamis Berpotensi Melemah
Pekerja melihat layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (18/8), dibuka menguat 10,76 poin atau 0,15% ke posisi 7.144,22. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,07 poin atau 0,2% ke posisi 1.018,43. 

IHSG pada hari ini diperkirakan melemah, mengikuti negatif sentimen pergerakan bursa global dan regional. 

"IHSG diperkirakan bergerak melemah hari ini, seiring negatif sentimen pergerakan bursa global dan regional," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (18/8). 

Sentimen lain datang dari domestik, terkait kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan harga bahan bakar subsidi di 2022. Pemerintah menyatakan mampu memberikan subsidi energi sebesar Rp502 triliun di 2022. Pemerintah juga menilai inflasi di kisaran 4,95% yoy saat ini relatif terkendali dibanding inflasi rata-rata negara ASEAN di kisaran 7% yoy. 

Pagi ini, pasar regional dibuka melemah. Nikkei melemah 0,92% dan Kospi turun 0,78%. Pasar saham AS pada perdagangan Rabu (17/8) kemarin, ditutup melemah. Dow Jones turun 0,50%, S&P500 melemah 0,72%, dan Nasdaq berkurang 1,25% setelah FOMC meeting yang menegaskan The Fed untuk menekan laju inflasi dengan menaikkan Fed Rate secara agresif. 

Investor AS juga menanti rilis data initial jobless claim dan existing home sales yang akan dirilis Kamis malam ini. Yield UST tenor 10 tahun naik ke level 2,9% dan USD Index juga naik ke level 106,57. 

Pasar komoditas bergerak mixed. Minyak menguat 0,6% ke level US$87,5/bbl, CPO naik 0,4% ke MYR 4.200/ton, batu bara meningkat 2,7% di level US$437/ton. Sementara, tembaga turun 1,1% ke level US$358/ton, dan emas berkurang 0,7% ke level US$1.778/toz. 

IHSG ditutup melemah 0,57% pada perdagangan Selasa (16/8) ke level 7.133. Total keseluruhan net foreign buy sebesar Rp939,9 miliar. Net buy asing di pasar regular sebesar Rp828,4 miliar dan net buy di pasar negosiasi sebesar Rp111,5 miliar. 

Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA sebesar Rp321,9 miliar. Kemudian, diikuti BMRI Rp262,9 miliar dan ASII Rp159,2 miliar. 

Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI sebesar Rp209,5 miliar. Selanjutnya disusul BUMI Rp61,9 miliar dan TLKM Rp29,7 miliar.

Adapun, top leading movers emiten GOTO, AMRT, dan ASII. Sementara, top lagging movers emiten TLKM, BBRI, dan ARTO. Indeks EIDO ditutup melemah 0,58%. 

Terkait perkembangan covid-19 di Indonesia, terjadi penambahan 5.253 kasus baru covid-19 di Indonesia pada Rabu (17/8) kemarin, dengan daily positive rate 13,8%. Saat ini, recovery rate 96,7% dan kasus aktif 53.132 pada hari yang sama. 

Berbeda dengan Tim Riset Samuel Sekuritas, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Kamis (18/8), IHSG hari ini justru diprediksi menguat. 

"Secara teknikal, membentuk higher high dan higher low disertai stochastic yang membentuk goldencross mengindikasikan potensi melajutkan penguatan dalam jangka pendek," kata Dennies. 

Menurutnya, pergerakan didukung musim rilis kinerja emiten per 1H22 yang secara rata-rata mencatat pertumbuhan. 

Dia juga memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 7.160 hingga 7.187 dan level support di antara 7.053 hingga 7.093. 

Rekomendasi Saham
Dennies menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT PP Tbk atau PTPP mengalami koreksi, namun masih berada dalam rentang tren penguatan. 

"Jika tertarik membeli, investor bisa masuk saham PTPP di harga Rp980 hingga Rp1.000, stop loss di Rp965. Target harganya dipatok di Rp1.040 hingga Rp1.060," jelas Dennies.   

Kemudian, saham berikutnya adalah PT Ciputra Development Tbk atau CTRA mengalami koreksi, namun masih berada dalam rentang tren penguatan. Jika tertarik membeli, Dennies menyarankan agar investor dapat masuk saham CTRA di harga Rp950 hingga Rp970, stop loss di Rp935. Target harganya dipatok di Rp1.010 hingga Rp1.030. 

Terakhir adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk atau TOWR. Sama seperti saham PTPP dan CTRA, saham TOWR mengalami koreksi, namun masih bergerak dalam rentang tren penguatan.

Jika investor berminat mengoleksi saham TOWR, investor bisa masuk pada harga Rp1.190 hingga Rp1.220 dan stop loss di Rp1.170. Target harganya dipatok di Rp1.270 hingga Rp1.300.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER