Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

04 Mei 2021|18:16 WIB

HIPMI Dukung IPO 14 BUMN

HIPMI juga mengingatkan agar BUMN meningkatkan sinergi dengan swasta

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

ImageMenteri BUMN Erick Thohir menyampaikan sambutan saat IDX Debut Bank Syariah Indonesia (BSI) di BEI, Jakarta, Kamis (4/2). ANTARAFOTO/Dhemas Reviyanto

JAKARTA - Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Mardani H Maming mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir, yang akan melakukan penawaran umum saham perdana ke publik atau IPO 14 perusahaan BUMN. 

Ia meyakini, langkah tersebut secara fundamental bagus untuk meningkatkan kinerja jangka panjang BUMN secara berkesinambungan. Selain itu, Maming menilai rencana BUMN dan anak usaha BUMN masuk BEI melalui mekanisme IPO akan memperkuat daya saing perusahaan pelat merah tersebut. 

"Kami mendukung gebrakan ini dan berharap rencana IPO tersebut dapat terealisasi semuanya dalam waktu kurang dari satu tahun," katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (4/5). 

Selain itu, menurutnya, seluruh sektor dan perusahaan pelat merah yang akan melakukan IPO juga berpotensi meningkatkan kapitalisasi pasar di BEI. 

"Dengan adanya tambahan dana dari IPO ke perusahaan dan anak usaha BUMN akan berpengaruh positif. Terlebih jika dana hasil IPO digunakan untuk ekspansi bisnis dan meningkatkan value perusahaan BUMN sendiri," ujar Maming. 

Perusahaan-perusahaan tersebut berpeluang untuk meningkatkan kinerja harga sahamnya pasca IPO. Karena penetapan menjadi perusahaan terbuka dinilai sangat menarik bagi pelaku pasar untuk melakukan akumulasi, sehingga terjadi apresiasi. 

Ia optimis memastikan, pasca IPO harga sahamnya melonjak dan membuat investor tertarik pada saham-saham tersebut. HIPMI menilai, langkah ini menjadi berita baik bagi investor saham di Indonesia.  

"Tidak hanya lokal, saham-saham BUMN calon Tbk tersebut juga bakal diminati investor asing. Asalkan, BUMN tersebut berbisnis dengan baik, termasuk (memperhatikan) isu lingkungan dan memberikan nilai tambah," ucapnya. 

Karena itu, HIPMI menyebut melantai di bursa merupakan langkah perbaikan kinerja BUMN yang sangat progresif. 

Sebelumnya, dikabarkan Kemen-BUMN mendorong 14 perusahaan dan anak usaha BUMN untuk menggelar IPO di BEI. Adapun ke-14 BUMN itu adalah Pertamina International Shipping, Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pertamina Hilir, Indonesia Healthcare Corporation, dan Bio Farma Vaksin. 

Selanjutnya, EDC and Payment Gateway Himbara, Pupuk Kalimantan Timur, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), Telkom Data Center, Inalum Operating, MIND ID, dan Logam Mulia.

Setidaknya, 10 perusahaan BUMN diproyeksi akan melantai di BEI antara 2021-2023. Sedangkan, PT Pertamina Geothermal Energi  dan PT Dayamitra Telekomunikasi/Mitratel, dikabarkan paling berpeluang untuk IPO pada 2021. 

Kerja sama Swasta
Mardani menambahkan, perbaikan kinerja akan membuat BUMN yang melantai di bursa saham mampu membuka peluang kolaborasi dengan pengusaha lokal, daerah dan nasional. Ia pun mendorong, agar BUMN meningkatkan kerja sama dengan swasta.

"Jadi jangan hanya sinergi BUMN (saja), perlu sinergi dengan swasta. Karena kondisi (sekarang) perlu kolaborasi untuk memberikan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ungkapnya. 

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER