Harga Emas Antam Mentok di Level Rp929.000/gram | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

25 November 2021|11:37 WIB

Harga Emas Antam Mentok di Level Rp929.000/gram

Komentar pembuat kebijakan The Fed soal percepatan pengurangan stimulus telah membebani pergerakan harga logam mulia.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

Harga Emas Antam Mentok di Level Rp929.000/gramSeorang karyawan menunjukkan kepingan emas di kantor Pegadaian Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15 /10/2020). ANTARAFOTO/Abriawan Abhe

JAKARTA – Harga emas Antam pada Kamis (25/11) tidak bergerak atau masih menetap di posisi Rp929.000/gram, seperti Rabu (24/11). Senada, harga buyback atau pembelian turut stabil di angka Rp825.000/gram.

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat anjlok sebesar Rp8.000. Pada Senin (15/11), harga ditutup Rp955.000/gram, hingga Sabtu (20/11), emas Antam ditutup di posisi Rp947.000/gram. 

Emas Antam pada Senin (22/11) tidak bergerak atau masih di posisi Rp947.000/gram sama seperti Sabtu (20/11). Namun pada Selasa (23/11), emas anjlok sebesar Rp12.000 ke Rp935.000/gram dan turun lagi Rp6.000 menjadi Rp929.000/gram pada Rabu (24/11). 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.058.000/gram pada Rabu (19/8/2020).  

Di Pegadaian, pada Kamis (25/11), emas Antam dibanderol Rp966.000/gram, Antam Retro Rp921.000/gram. Sementara itu, Antam Batik Rp1.122.000/gram dan emas cetakan UBS Rp925.000/gram. 

Emas Antam yang stabil tidak sama dengan emas di perdagangan Asia. Dikutip dari Antara, harga emas naik tipis di perdagangan Asia pada Kamis (25/11) pagi, karena dolar sedikit melemah. 

Namun, komentar dari pembuat kebijakan Federal Reserve AS yang menyatakan bank sentral dapat mempercepat pengurangan stimulus membebani pergerakan harga logam mulia dan mempertahankannya jauh di bawah level psikologis US$1.800. 

Di pasar spot, emas menguat 0,2% menjadi diperdagangkan di US$1.792,05 per ounce pada pukul 01.37 GMT, setelah tergelincir ke level terendah sejak 4 November pada Rabu (24/11). Emas berjangka AS juga naik 0,4% menjadi diperdagangkan pada US$1.791,70 per ounce. 

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya turun 0,1% dari level tertinggi dalam 16 bulan yang dicapai pada Rabu (24/11), mengurangi harga logam kuning untuk pembeli yang memegang mata uang lainnya. 

Risalah pertemuan kebijakan terakhir bank sentral AS menunjukkan semakin banyak pembuat kebijakan Fed mengindikasikan untuk mempercepat penghapusan program pembelian obligasi, jika inflasi tinggi bertahan.

Para pembuat kebijakan juga berpendapat agar Fed bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga akan mengurangi daya tarik emas, karena meningkatkan peluang kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan bunga. 

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran turun ke level terendah sejak 1969 pekan lalu, menunjukkan aktivitas ekonomi sedang meningkat. 

Sebuah laporan terpisah dari Departemen Perdagangan AS pada Rabu (24/11) menunjukkan produk domestik bruto naik pada tingkat 2,1% di kuartal III. 

Tekanan harga memanas pada Oktober, dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, tidak termasuk komponen makanan dan energi yang mudah menguap, meningkat 0,4%. 

Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) harus menjaga biaya pinjaman saat pandemi virus corona terus berlanjut dan tidak ada tanda-tanda bahwa inflasi semakin tidak terkendali, kata anggota dewan ECB Fabio Panetta pada Rabu (24/11). 

Di pasar spot, perak naik 0,5% menjadi diperdagangkan di US$23,64 per ounce. Platinum naik 1,2% menjadi diperdagangkan di US$986,27 dan paladium naik 0,7% menjadi diperdagangkan pada US$1,864,29.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

INFOGRAFIS

TERPOPULER