Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

WIRAUSAHA

07 Juni 2021|12:02 WIB

Gerakkan Ekonomi Bali Lewat UKM Ekonomi Kreatif

UMKM ekraf di Bali tak hanya berpotensi penuhi pasar domestik, tapi juga pasar ekspor

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImageSuasana pasar seni Guwang, kabupaten Gianyar, beberapa waktu lalu, sepi pengunjung akibat wabah virus Corona. ANTARAFOTO/Adi Lazuardi

JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut selain mendorong kunjungan wisatawan dengan penyesuaian protokol kesehatan, upaya menggerakkan perekonomian Provinsi Bali semestinya juga dilakukan dengan mengoptimalisasi potensi ekonomi kreatifnya.

Kemenkop UKM pun menggandeng Pemprov Bali, Pemkab Jembrana dan Klungkung, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, serta Indonesia Creative Cities Network (ICCN) guna menggencarkan program strategis dalam rangka mendongkrak potensi UMKM ekraf di Pulau Dewata.

"Bali menjadi gudangnya kreativitas yang memiliki akses global. Kita wajib membantu perekonomian Pulau Dewata untuk bangkit," ujar Menkop Teten dalam siaran pers di Jakarta, Senin (7/6).

Sebagai salah satu daerah yang mengandalkan sektor parekraf, Provinsi Bali menerima pukulan telak akibat pandemi covid-19.

Data olahan Kemenparekraf/Baparekraf menunjukkan perekonomian Bali masih terkontraksi dalam, yakni -9,36% secara year-on-year pada kuartal I 2021. Hal ini tak lepas dari sepinya kunjungan wisatawan sehingga banyak hotel yang beroperasi dengan kapasitas minimum, yaitu rata-rata 10%.

Padahal, Menkop menilai, Pulau Dewata menjadi sarangnya pelaku UMKM di berbagai subsektor industri kreatif. Kualitas produk UMKM kreatif di Bali tak hanya memenuhi pasar dalam negeri, tapi punya potensi untuk memenuhi permintaan luar negeri.

"Apalagi, Bali sudah dikenal seluruh dunia sehingga akan lebih mudah untuk menjual produk berkualitas dari Bali," ungkapnya.

Lebih lanjut, Teten berencana melakukan roadshow untuk bertemu seluruh stakeholder ekonomi kreatif di Provinsi Bali. Antara lain mengunjungi sentra UKM berbasis kakao di Sanur, hingga meninjau pemberdayaan digital UKM Kabupaten Jembrana yang berbasis desa adat.

Tak hanya itu, Menteri Teten juga ingin mengunjungi Pasar Klungkung yang menjadi sentra UKM kain Endek dan Songket. Ia juga akan menggelar berbagai diskusi pemberdayaan UKM Ekraf, mengukuhkan Komite Kreatif Klungkung, serta hadir dalam penandatanganan MoU antara ICCN dengan Bupati Klungkung dan Jembrana.

"Saya nanti juga akan mengajak Ikatan Alumni ITB untuk membahas pilot project pengembangan kapasitas UKM berbasis teknologi di Pulau Dewata," kata Teten.

Sementara itu, Ketua Umum ICCN Fiki Satari menyampaikan sejak awal pihaknya memang memosisikan diri untuk mengambil peran yang besar dalam kemajuan ekraf lewat jejaring di lebih 210 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Fiki menyebut bertumbuhnya pelaku industri kreatif yang semakin kokoh baik dari sisi kelembagaan, finansial, hingga pengembangan produk atau jasa yang dihasilkan merupakan kunci utama akselerasi perekonomian daerah.

Staf Khusus Menkop UKM Bidang Pemberdayaan Ekraf itu menegaskan, Provinsi Bali juga menjadi fokus dari ICCN mengingat adanya kekayaan kreativitas. Bali juga telah memiliki brand positioning yang kuat untuk mendampingi potensi ekonomi dari sektor pariwisata.

"Potensi ekraf di Bali sangat layak untuk terus didorong menjadi potensi ekonomi pendamping pariwisata ke depannya. Momentum pandemi membuat komunitas dan pelaku kreatif di Pulau Dewata semakin kompak dan solid," tandasnya.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER