Gandeng BSI, FKN Rilis Layanan Syariah LinkAja | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

25 November 2021|20:30 WIB

Gandeng BSI, FKN Rilis Layanan Syariah LinkAja

Direncanakan, nasabah bisa membuka rekening BSI secara daring melalui aplikasi LinkAja dan layanan Syariah LinkAja

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Dian Hapsari

Gandeng BSI, FKN Rilis Layanan Syariah LinkAjaBank Syariah Indonesia, adalah bank islmaik di Indonesia. Shutterstock/dok

JAKARTA – PT Fintek Karya Nusantara (FKN) melalui layanan Syariah LinkAja berkolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), menciptakan layanan digital syariah untuk mendorong transformasi transaksi syariah dalam mewujudkan inklusi keuangan di Tanah Air.

Kolaborasi tersebut diresmikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penjajakan Kerja Sama Pemanfaatan Layanan Perbankan Syariah yang ditandatangani Direktur Marketing LinkAja Wibawa Prasetyawan dan Direktur Information Technology & Operations BSI Achmad Syafii, Kamis (25/11). 

Turut hadir dalam acara penandatanganan MoU tersebut Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, dan Direktur Utama BSI Hery Gunardi.

Wibawa menyatakan, kolaborasi layanan Syariah LinkAja dengan BSI menghadirkan lebih banyak pilihan untuk mendukung pengalaman bertransaksi, dengan ekosistem dan layanan digital yang lengkap, mudah, dan tetap mengikuti kaidah-kaidah syariah.

“Kami harap layanan Syariah LinkAja sebagai satu-satunya layanan keuangan elektronik berbasis syariah ikut menyukseskan dan berkontribusi dalam Master Plan Ekonomi Syariah yang diluncurkan Presiden Joko Widodo di tahun 2019 untuk menjadikan Indonesia yang mandiri, makmur, dan madani serta menjadi Pusat Ekonomi Syariah terkemuka di Dunia,” ujar Wibawa, Kamis (25/11).

Direktur Utama BSI Hery Gunardi pun mengatakan, akselerasi digital menjadi salah satu fokus BSI dalam menggenjot kinerja bisnis dan meraih pertumbuhan yang berkelanjutan. 

Ia menyatakan, BSI akan terus melakukan transformasi digital untuk menghadirkan kemudahan layanan keuangan bagi nasabah dan masyarakat, termasuk melalui strategi memperluas sinergi dan kerja sama dengan mitra strategis.

Kuatnya akselerasi digital BSI tercermin dari transaksi kumulatif BSI Mobile yang mencapai Rp74,24 juta transaksi atau tumbuh 133% (yoy). Hal lain juga ditunjukkan dengan kenaikan transaksi melalui e-channel pada September 2021 yang mencapai 162,40 juta transaksi atau 95% transaksi di BSI sudah menggunakan e-Channel. Sisanya sebanyak 5% masih menggunakan layanan di teller bank.

“Kami berharap bersama Layanan Syariah LinkAja ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses semua layanan perbankan syariah, salah satunya rencana pembukaan rekening BSI secara daring melalui aplikasi LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja,” ujar Hery.

Dijelaskan bahwa ruang lingkup kolaborasi strategis antara layanan Syariah LinkAja dengan BSI mencakup empat program utama. Pertama, program promosi bersama yang mencakup dan tidak terbatas untuk ekstra saldo berkah bonus top up saldo dan transfer. 

Kedua, program disbursement tunjangan untuk karyawan BSI melalui aplikasi LinkAja.

Ketiga, kerja sama dan integrasi produk cardless withdrawal, buka rekening online, transfer saldo LinkAja ke rekening BSI dan virtual account BSI. Terakhir, program - program lainnya dalam rangka meningkatkan layanan keuangan syariah di Indonesia.

Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi menilai, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, menjadikan Indonesia sebagai tren yang baik dalam perdagangan produk halal di dunia.

“Melalui sinergi strategis layanan Syariah LinkAja dengan BSI diharapkan dapat menjadi pelopor yang baik untuk transformasi digital bagi ekosistem syariah yang berkelanjutan, dan semua masyarakat Indonesia dapat memiliki literasi yang baik akan penggunaan sistem pembayaran elektronik berbasis syariah,” ujar Zainut.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo juga menilai keberadaan industri keuangan syariah di Indonesia telah mengalami peningkatan dan perkembangan yang signifikan. Untuk itu fasilitator keuangan syariah baik perbankan maupun e-wallet berperan penting pada seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal.

“Kolaborasi antara layanan perbankan BSI, sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dan e-wallet layanan Syariah LinkAja, sebagai e-wallet berbasis syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia ini menunjukkan tren yang positif, dengan inovasi produk, peningkatan layanan serta pengembangan ekosistem digital bagi masyarakat Indonesia,” menurut Kartika.

Wibawa menambahkan, layanan Syariah LinkAja menjadi terobosan baru untuk ekosistem transaksi digital syariah. Sebagai uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI dan pengembangan fitur syariah dari Bank Indonesia, layanan Syariah LinkAja berupaya mengembangkan ekosistem pembayaran syariah yang aman, jujur, dan terintegrasi bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan BSI, layanan Syariah LinkAja secara masif memfasilitasi beragam transaksi pembayaran berbasis syariah. Diharapkan dapat memudahkan masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari seperti pembayaran tagihan, pembelian token listrik, transportasi, belanja di pasar, supermarket, serta e-commerce

Hingga fitur pembayaran islami yang lebih spesifik, seperti pembayaran zakat, infaq, kurban, investasi syariah, dan pendaftaran haji secara daring.

“Dengan jumlah pengguna LinkAja saat ini yang mencapai lebih dari 79 juta dan lebih dari 5,8 juta pengguna layanan syariah, LinkAja berupaya mengeksplorasi potensi-potensi negeri, mengedukasi masyarakat sekaligus memudahkan akses layanan keuangan digital agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat merasakan manfaat yang berarti,” pungkasnya .

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER