Selamat

Rabu, 22 September 2021

06 September 2021|15:48 WIB

Erick Thohir Luncurkan PaDi UMKM Market Place

Sejumlah fitur baru yang diluncurkan pada Pameran Virtual PaDi UMKM Batch 2, membuat karyawan kementerian dan BUMN bisa ikut berbelanja langsung secara individual

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Fin Harini

ImagePerajin memotret aquascape menggunakan gawainya untuk dipromosikan melalui media sosial di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (7/8/2021). ANTARAFOTO/Prasetia Fauzani

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir meluncurkan sejumlah layanan atau fitur baru pada Pasar Digital (PaDi) UMKM Virtual Expo batch 2, meliputi e-tender, mobile apps PaDi UMKM untuk buyer, serta PaDi UMKM marketplace atau ritel.

Dengan PaDi UMKM ritel, saat ini individu mulai dari karyawan Kementerian BUMN maupun individu perusahaan-perusahaan pelat merah, sudah bisa bertransaksi sendiri di PaDi UMKM. Pemerintah pun menargetkan, PaDi UMKM menjadi one stop solution bagi UMKM.

Erick menyebutkan, layanan-layanan terbaru yang diluncurkan hari ini merupakan komitmen peningkatan layanan dari BUMN kepada UMKM. Menurutnya, tuntutan memasuki dunia digital akan mendorong UMKM untuk terus bertransformasi dan beradaptasi sehingga terbentuk kemandirian yang semakin menguat.

“BUMN tentu akan bersama dan setia mendampingi UMKM agar siap menghadapi perubahan situasi serta kebiasaan baru yang tumbuh di masyarakat,” tegasnya dalam pembukaan PaDi UMKM Virtual Expo Batch 2, Senin (6/9).

Erick memberi pemahaman bahwa UMKM bukanlah saingan BUMN, melainkan mitra strategis dalam membangun ekosistem yang sehat sehingga kolaborasi harus diperkuat. Ia berpendapat, kolaborasi dan kemitraan BUMN dengan UMKM menjadi sangat penting karena saat pandemi, negara butuh membangun ekosistem untuk ketahanan bersama.

“Jika BUMN bisa meningkatkan pertumbuhannya maka pemasukan UMKM juga Insyaallah akan bertambah. Hal ini sangat penting karena BUMN berperan dalam membangun keseimbangan dan pemerataan ekonomi. Jika BUMN bisa mencapai profit, UMKM dan rakyat jangan menjadi pailit. Mereka harus ikut untung setelah naik kelas menjadi sejahtera,” tandasnya.

Erick mengatakan, ketika melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah untuk melihat langsung bagaimana rakyat bertahan dan perlahan bangkit pada masa pandemi covid-19. Pengalaman itu membuktikan bahwa UMKM telah menjadi tulang punggung serta berperan nyata dalam membangun perekonomian rakyat. 

PaDi UMKM Virtual Expo batch 2 pun dianggap sebagai program yang bisa membantu UMKM mencapai hal tersebut. Dibuktikan dari total nilai transaksi BUMN pada UMKM yang mencapai Rp10,9 triliun sampai 31 Agustus 2021 kemarin, melalui pasar digital yang dibangun Kementerian BUMN tersebut.

“Nilai tersebut berasal dari 142 ribu transaksi dan melibatkan 10.100 UMKM. Hal ini menunjukkan kuatnya kolaborasi yang telah dibangun antara BUMN dengan UMKM,” tegas Erick.

Sementara pada ajang PaDI UMKM Batch 1 sebelumnya, mencatatkan 75 ribu transaksi dari satu minggu penyelenggaraan pada 15-22 Februari 2021 silam.

“Saya optimistis ajang pameran produk PaDI UMKM Virtual Batch 2 yang diikuti UMKM binaan mitra pengampu non-BUMN yang bergabung di PaDI UMKM ini menjadi salah satu jalan agar mereka bisa naik kelas,” sambung Erick.

Pasalnya, ajang ini menjadi pintu bagi BUMN mengenal variasi produk UMKM dan mitra pengampu, sekaligus membuka peluang untuk mendapatkan pilihan mendapat harga terbaik dan kualitas produk yang bersaing. Diharapkan, transaksi belanja UMKM dengan BUMN dari mitra pengampu terjadi secara berkelanjutan.

“Tak hanya itu, bermitra dengan UMKM akan meningkatkan penggunaan TKDN yang sudah ditekankan oleh pemerintah. Ini akan masuk ke dalam ekosistem BUMN dan tentunya dengan kualitas standar yang harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Bertambah
Pada kesempatan ini, Menteri BUMN menyampaikan apresiasi atas banyaknya UMKM bergabung dalam ajang pameran virtual PaDI UMKM. Pada batch 1, pameran PaDI UMKM diikuti 244 UMKM binaan mitra pengampu dan batch dua ini terjadi peningkatan menjadi sebanyak 295 UMKM binaan mitra pengampu.

“Dengan bergabung dalam virtual expo PaDI UMKM ini, Anda menjadi bagian penting keluarga besar PaDI UMKM yang menaungi 10.100 UMKM. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik bagi para UMKM untuk mendapatkan kemudahan pembiayaan, kepastian pembayaran, akses pasar dan pembinaan yang berkelanjutan,” jelas Erick.

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting menjelaskan semula PaDi UMKM virtual expo batch 2 dijadwalkan terselenggara pada 5-19 Juli 2021.

Namun, akibat peningkatan kasus covid-19 dan pembatasan mobilitas di sejumlah daerah, Kementerian BUMN menunda gelaran itu menjadi 6–20 September 2021.

Padi UMKM virtua expo batch 2 adalah pameran virtual yang menampilkan ragam produk dari 7 mitra pengampu UMKM yang diikuti 98 BUMN dan anak perusahaannya.

“Jumlah UMKM yang ikut acara ini ada 295 UMKM, bertambah 51 UMKM dibandingkan pelaksanaan sebelumnya,” sebut Loto pada kesempatan yang sama.

Ia mengklaim, tercatat lebih dari 5.000 buyer group BUMN dari 58 BUMN yang sudah siap mengunjungi booth UMKM, guna mengeksplor dan bertransaksi dengan kebutuhan masing-masing perusahaan pelat merah.

Jumlah buyer group juga disebut-sebut bertambah signifikan dibanding batch 1 yang tercatat sekitar 2000 buyer group.

“Sementara, 40 BUMN sedang bersiap mengimplementasikan Padi UMKM,” sambung Loto.

Dari sisi waktu penyelenggaraan, PaDi UMKM virtual expo batch 2 juga mengalami penambahan, dari 8 hari menjadi 15 hari.

“Dengan semakin panjangnya durasi pelaksanaan serta makin banyak jumlah calon pengunjung, baik dari buyer group maupun karyawan, harapan kami hasil dari kegiatan ini jauh lebih baik dibandingkan batch pertama,” ujarnya

Memperhatikan evaluasi pelaksanaan sebelumnya, dalam penyelenggaraan PaDi UMKM virtual expo 2021 batch 2, dilakukan penyempurnaan dalam penataan hall pameran. 

Sebelumnya, disusun berdasarkan mitra pengampu UMKM, kali ini hall dibagi berdasarkan delapan kategori produk, sehingga diyakini lebih memudahkan pengunjung dalam melihat dan membandingkan produk-produk yang ditawarkan.

Delapan kategori dimaksud adalah material infrastruktur dan pembangunan, stationary dan percetakan, elektronik, furniture dan home décor, agro serta food and beverage, creative product, pengadaan sewa dan perawatan, hingga kategori jasa.

Guna melengkapi pameran PaDi UMKM batch 2, akan diselenggarakan 20 webinar yang diisi para BUMN, mitra pengampu BUMN, serta beberapa pihak eksternal seperti Ditjen Pajak, Kementerian Investasi, hingga Kemenkop UKM.

“Diharapkan penyelenggaraan ini semakin membawa manfaat yang lebih komprehensif. Tidak hanya memberi peluang peningkatan transaksi, namun juga memperoleh pemahaman atau edukasi terkait kebijakan, layanan, maupun pembiayaan terkait UMKM,” pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA