Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

WIRAUSAHA

01 Mei 2021|15:12 WIB

Erick Thohir Dorong BUMN Turut Membangun Perekonomian Umat

Salah satu, Pertashop yang bisa menjadi alternatif usaha masyarakat desa atau pondok pesantren

Penulis: Fin Harini,

Editor: Fin Harini

ImagePertashop, SPBU mini resmi Pertamina, yang bisa menjadi alternatif usaha masyarakat desa atau pondok pesantren. ANTARAFOTO.Dok

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mendorong perusahaan BUMN memberi manfaat bagi masyarakat dalam bentuk produk dan inisiatif untuk membangun masyarakat ekonomi syariah yang kuat dan memberi manfaat bagi banyak orang.

"Dalam satu hadist-nya, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya," kata Erick Thohir di Jakarta, Sabtu (5/1), dilansir dari Antara.

Hal itu ditekankan Menteri BUMN yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, saat menghadiri Buka Puasa Bersama di kediaman Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya di Pekalongan, Jawa Tengah.

Dalam beberapa pekan terakhir, Erick mengaku kerap berkunjung ke berbagai pelosok daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat untuk melihat berbagai perusahaan BUMN bersinergi dengan berbagai lapisan di masyarakat untuk bergotong royong membangun ekonomi rakyat sehingga lebih mandiri dan kuat.

Ia mencontohkan, terdapat berbagai bentuk sinergi antara BUMN dan masyarakat. Salah satunya, Pertashop, SPBU mini resmi Pertamina, yang bisa menjadi alternatif usaha masyarakat desa atau pondok pesantren. Pertashop merupakan lembaga penyalur skala kecil milik PT Pertamina (Persero) yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM nonsubsidi, elpiji nonsubsidi, dan aneka produk ritel Pertamina lainnya.

Lalu, BRI Link milik Bank Rakyat Indonesia yang berkomitmen memberikan dukungan produk dan jasa layanan perbankan yang dirancang untuk mengangkat perekonomian para pengusaha kecil di daerah maupun kalangan pondok pesantren.

Terdapat pula Bank Syariah Indonesia atau BSI yang berkomitmen memberikan dukungan produk dan jasa layanan perbankan bagi UMKM di lingkungan/ekosistem pesantren. Mulai dari agen Laku Pandai, modal kerja untuk usaha, termasuk jika ingin membuka Pertashop.

"Yang terpenting, masyarakat merasakan langsung. Ada rasa syukur karena usaha sendiri yang didukung perusahaan BUMN mampu memberi manfaat. Bukan hanya bagi mereka sendiri sebagai pemilik, tapi bagi masyarakat sekitar, membuka lapangan kerja. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke pom bensin, atau ke ATM dan bank," ujarnya.

Erick berharap, momentum ini menjadi awal dari ikhtiar-ikhtiar baik kerjasama lainnya. Dia juga berharap pemberdayaan dan kemandirian ekonomi di pesantren, dapat menjadi pilar kekuatan ekonomi syariah dan masyarakat.

"Saya apresiasi kolaborasi Pertamina, BSI, BPH Migas dan juga Masyarakat Ekonomi Syariah untuk bahu-membahu dan jadi katalisator untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

1.000 Pertashop
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) berkomitmen akan membangun 1.000 Pertashop di lingkungan pesantren seluruh Indonesia untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

SVP Corporate Communication & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/4), mengatakan jumlah itu merupakan bagian dari target 10.000 Pertashop per tahun yang dicanangkan Pertamina hingga tahun 2024.

“Pertashop akan menggerakkan dan meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren atau ekonomi syariah serta kemandirian masyarakat dan juga kemandirian daerah,” kata Agus Suprijanto.

Pertashop pertama di lingkungan pesantren ada di Pondok Pesantren Nurul Qur'an di Desa Surusunda, Karangpucung, Cilacap, Jawa Tengah yang diresmikan langsung oleh Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Erick Thohir pada 11 April 2021.

Agus menjelaskan keberadaan Pertashop di pesantren dan pedesaan juga sangat penting untuk mendukung Pertamina menjalankan amanah melakukan pemerataan energi. Termasuk penyediaan energi yang lebih berkualitas serta ramah lingkungan.

Selain menggerakkan roda perekonomian, kehadiran Pertashop di lingkungan pondok pesantren juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar pondok.

“Pembangunan dan pengoperasian Pertashop juga mengandung TKDN 84% sehingga bisa menggerakkan perindustrian dan perekonomian nasional,” ujar Agus.

Syarat utama menjadi mitra dalam pengelolaan Pertashop adalah badan usaha seperti persekutuan komanditer (CV), perseroan terbatas (PT), koperasi, usaha dagang (UD), maupun badan usaha milik desa (BUMDes).

Dengan Pertashop, konsumen yang tinggal di pedesaan tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke SPBU hanya untuk mengisi bahan bakar.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER