Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

04 Mei 2021|12:08 WIB

Emas Melonjak Dipicu Penurunan Imbal Hasil dan Greenback

Emas berjangka bangkit dari kerugian selama empat hari berturut-turut, dengan reli meluas ke logam mulia lainnya

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Nadya Kurnia Kartika Sari

ImageSeorang petugas menunjukkan koleksi lempengan emas di Pegadaian Galeri24, Kota Pekanbaru. ANTARA FOTO/FB Anggoro

JAKARTA – Harga emas Antam pada Selasa (4/5) melonjak sebesar Rp9.000 ke posisi Rp930.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian kembali juga naik Rp11.000 ke angka Rp833.000/gram.

Emas bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu. Hingga pada Sabtu (1/5), emas ditutup melemah tipis ke Rp921.000/gram, atau turun Rp1.000 dari hari sebelumnya, Jumat (30/4). Pada Senin (3/5), emas masih menetap di posisi Rp921.000/gram.

Harga emas Antam menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di level Rp1.058.000/gram pada Rabu (19/8/2020).

Di Pegadaian, pada Senin (4/5), harga emas Antam dibanderol Rp971.000/gram. Kemudian, emas Antam Retro Rp914.000/gram dan Antam Batik Rp1.128.000/gram. Sementara, emas cetakan UBS Rp932.000/gram.

Dikutip dari Antara, di pasar global, emas berjangka melonjak lebih dari 1% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), bangkit dari kerugian selama empat hari berturut-turut, dengan reli meluas ke logam mulia lainnya.

Penurunan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) disebut meningkatkan daya tarik logam kuning.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$24,1 atau 1,36% menjadi US$1.791,80 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (30/4), emas berjangka menyusut 60 sen AS atau 0,03% ke US$1.767,70.

Emas berjangka terpangkas US$5,6 atau 0,32% ke posisi US$1.768,30 pada Kamis (29/4), setelah merosot US$4,9 atau 0,28% menjadi US$1.773,90 pada Rabu (28/4),dan turun tipis US$1,3 atau 0,07% ke US$1.778,80 pada Selasa (27/4).

"Kombinasi imbal hasil obligasi yang tetap jinak, dolar di bawah tekanan, jumlah stimulus fiskal dan moneter di pasar ini...semua faktor itu terus mendorong harga emas dan perak lebih tinggi," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya tergelincir 0,3%, membuat emas lebih murah. Sementara, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan juga turun, mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tanpa suku bunga.

Emas juga mendapat dukungan dari data ekonomi yang dirilis pada Senin (3/5). Indeks manufaktur dari lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) berada di 60,7 pada April, yang berada di bawah angka 65,0 yang diperkirakan para analis.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pengeluaran AS untuk proyek konstruksi naik 0,2% pada Maret ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar US$1,51 triliun. Para ekonom memperkirakan kenaikan 1,8%.

Emas juga menemukan beberapa dukungan ketika kasus covid-19 di India terus meningkat. Investor sekarang menunggu angka pasar tenaga kerja pada Jumat (7/5), untuk mengukur kesehatan ekonomi AS.

Akan tetapi, menurut kepala pedagang di Investor Global AS, Michael Matousek, data ekonomi yang kuat juga dapat mendorong emas lebih tinggi karena itu berarti inflasi akan naik. Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

"Kita perlu melihat emas naik di atas level US$1.800 dan mempertahankannya sebentar, dan kemudian bisa dilepas ke perlombaan seharga US$2.000," tambahnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli terangkat US$1,09 atau 4,2% menjadi ditutup pada US$26,96 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah US$24,9 atau 2,07% menjadi ditutup pada US$1.230,1 per ounce. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER