Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

BERITA

11 Juni 2021|11:24 WIB

Emas Antam Menguat Tipis

Emas Pegadaian turun Rp3.000 per gram.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageSeorang petugas menunjukkan koleksi lempengan emas di Pegadaian Galeri24, Kota Pekanbaru, Riau, Sela sa (9/3/2021). ANTARA FOTO/FB Anggoro

JAKARTA – Harga emas Antam pada Jumat (11/6) menguat Rp3.000 ke posisi Rp957.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian kembali ikut naik Rp3.000 ke angka Rp868.000/gram.

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, bergerak fluktuatif. Hingga pada Sabtu (5/6), emas Antam ditutup melonjak sebesar Rp11.000 menjadi Rp960.000/gram.

Emas pada Senin (7/6) melemah tipis Rp1.000 ke Rp959.000/gram. Kemudian, emas Antam berbalik menguat tipis Rp1.000 ke posisi Rp960.000/gram pada Selasa (8/6).

Namun tak bertahan lama, emas pada Rabu (9/6) kembali melemah Rp3.000 menjadi Rp957.000/gram dan berkurang Rp3.000 ke posisi Rp954.000/gram pada Kamis (10/6).

Harga emas Antam menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di level Rp1.058.000/gram pada Rabu (19/8/2020).     

Di Pegadaian, pada Jumat (11/6), harga emas Antam dibanderol Rp997.000/gram, atau melemah Rp3.000 dari Kamis (10/6). Sementara, Antam Batik Rp1.153.000/gram, Antam Retro Rp968.000/gram, dan emas cetakan UBS Rp966.000/gram, masing-masing kompak berkurang Rp4.000 dari hari sebelumnya.

Emas Antam yang menguat berbanding lurus dengan emas global. Dikutip dari Antara, di pasar global, emas merayap naik pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, memperpanjang kenaikan untuk hari kedua beruntun.

Data menunjukkan, harga-harga konsumen AS bulan lalu meningkat lebih tinggi dari yang diperkirakan. Namun, kekhawatiran Federal Reserve akan mengurangi dukungan moneternya telah menipis.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, naik tipis US$0,9 atau 0,05% menjadi US$1.896,40 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (9/6), emas berjangka terdongkrak US$1,1 atau 0,06% ke US$1.895,50 per ounce.

Emas berjangka jatuh US$4,4 atau 0,23% ke posisi US$1.894,40 pada Selasa (8/6), setelah bertambah US$6,8 atau 0,36% menjadi US$1.898,80 pada Senin (7/6), dan melonjak US$18,7 atau 1% ke US$1.892 pada Jumat (4/6).

Data menunjukkan, harga-harga konsumen AS meningkat lebih lanjut pada Mei karena pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dari pandemi mendorong permintaan domestik. Klaim pengangguran mingguan juga turun ke level terendah dalam hampir 15 bulan.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (10/6) indeks harga konsumen AS melonjak 5,0% pada Mei dari setahun sebelumnya, menandai kenaikan besar keempat berturut-turut dan level tertinggi sejak 2008.

Federal Reserve AS berpendapat inflasi saat ini bersifat sementara karena masalah pasokan yang disebabkan oleh covid-19, dan akan mereda dalam beberapa bulan ke depan.

Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 5 Juni berada di 376 ribu, lebih rendah dari 385 ribu yang tidak direvisi pada minggu sebelumnya.

"Fakta penting dari data inflasi adalah bahwa pasar ini sangat percaya bahwa Federal Reserve AS tidak akan mengubah sikapnya dalam waktu dekat dan pedoman kebijakan akomodatif untuk emas tetap ada," kata analis pasar senior di OANDA, Edward Moya.

Ia melanjutkan, beberapa tekanan harga tetap ada untuk emas. Termasuk, jika inflasi dicapai dengan mudah maka akan memicu pengetatan kebijakan Fed.

Investor juga memperhatikan janji Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertahankan aliran stimulus yang stabil selama musim panas, pada pertemuan kebijakannya.

“Kami memperkirakan harga emas akan bergerak lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang, dan ekspektasi inflasi akan tetap menjadi titik fokus,” ujar seorang analis di Standard Chartered, Suki Cooper.

Suki menambahkan, pertumbuhan selera investor baru-baru ini telah lebih dari mengimbangi permintaan emas fisik yang melemah terutama dari India dan China.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 2,9 sen atau 0,1% menjadi US$28,031 per ounce. Sementara, platinum untuk pengiriman Juli turun US$5,8 atau 0,5% ke US$1.146 per ounce.


Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA