Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

14 Oktober 2021|20:45 WIB

Elnusa Teken Mou Decommissioning Bersama Perusahaan Korea

Keberadaan 100 platform migas offshore non-aktif Indonesia diyakini menjadi peluang bisnis decommissioning yang menjanjikan

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Dian Hapsari

ImagePT Elnusa Tbk. Validnews/Don Peter.

JAKARTA – PT Elnusa Tbk berkolaborasi dengan perusahaan Korea yakni Samin MTS dalam studi bersama Proyek Pengembangan Sistem Pemotongan Bawah Air dan Pengembangan Teknologi Decommissioning atau penutupan fasilitas dan pemulihan lingkungan anjungan migas.

Kedua pihak sepakat menindaklanjuti penelitian bersama, mengikuti proyek-proyek decommissioning di Indonesia dengan mengaplikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan.

Salah satu proyek decommissioning dimaksud adalah Proyek Abandonment and Site Restoration (ASR), yang tidak menutup kemungkinan juga diaplikasikan di proyek decommissioning lainnya. Nantinya hasil dari penelitian Cutting Tool System akan dilakukan oleh anak usaha Elnusa yaitu Elnusa Fabrikasi Konstruksi.

Direktur Utama Elnusa Ali Mundakir mengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu peran Elnusa mendukung program pemerintah, sekaligus menangkap peluang bisnis yang ada.

“Perjanjian antara Korea dan Indonesia tentunya akan saling mempromosikan kerja sama G2C dan B2B kedua negara di sektor jasa lepas pantai maritim dan Elnusa dipercaya untuk melakukan hal ini,” ujar Ali dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis (14/10).

Selain diyakini menguntungkan kedua belah pihak, kerja sama ini juga Ali sebut bertujuan meningkatkan kapasitas & kapabilitas Elnusa dalam sektor Engineering Procurement and Construction (EPC).

Elnusa menginformasikan, terdapat ratusan platform migas offshore yang saat ini ada dan beroperasi di wilayah perairan Indonesia, 100 platform di antaranya sudah tidak aktif beroperasi. Dengan begitu, proses decommissioning platform yang sudah tidak aktif dipastikan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

“Untuk itulah, kerja sama ini akan membuka peluang bisnis baru bagi Elnusa,” tegas Ali.

Penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) proyek tersebut dilakukan dalam acara Korea-Indonesia Offshore Congress (KIOC) 2021, kemarin. Disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Kelautan dan Perikanan Korea Selatan, Moon Seong Hyeok.

Secara khusus dalam pertemuan ini, dibahas berbagai proyek kerja sama Indonesia dan Korea Selatan melalui Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC). Sebut saja seperti restorasi mangrove, penanganan sampah laut, perubahan iklim, dan beberapa isu lainnya terkait kemaritiman.

“Saya mengajak Korea bersama Indonesia untuk membangun dunia yang mengutamakan prinsip keberlanjutan untuk generasi mendatang,” ujar Luhut.

Selain melaksanakan pertemuan bilateral, kedua menteri juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Industri Jasa Instalasi Lepas Pantai. MoU ini juga ditandatangani kelima perusahaan terkait, yaitu Gas Entec dan Samin MTS dari Korea, serta Elnusa, GTSI, dan JSK Shipping dari Indonesia.

“MoU ini dapat menjadi dasar kerja sama antara Indonesia dan Korea untuk pembongkaran platform lepas pantai yang ditinggalkan. Platform lepas pantai yang tidak terpakai akan digunakan untuk artificial coral reefs, akuakultur, wisata laut, dan pusat penelitian,” papar Luhut.

Empat isu yang dibahas dalam MoU ini adalah pengembangan teknologi terkait industri jasa instalasi lepas pantai, mendorong komunikasi dan kerja sama di sektor swasta, peningkatan kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia, serta decommissioning dan pemanfaatan kembali pabrik lepas pantai.

“Saya sangat senang adanya meeting dan MoU hari ini. Korea selalu mendukung berbagai kerja sama bilateral dengan Indonesia utamanya terkait isu kemaritiman. Saya harap berbagai industri dapat terus berkembang melalui kerja sama ini,” ujar Moon Seong-Hyeok.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA