Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

22 Juli 2021|14:41 WIB

Elnusa Bagikan Dividen Rp74 Miliar

Dividen yang digelontorkan merupakan 30% laba bersih pada 2020 yang turun 30% dari laba bersih tahun sebelumnya

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Faisal Rachman

ImageIlustrasi. Gdeung Elnusa. Validnews/ Don Peter

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Elnusa Tbk, tahun buku 2020 melaporkan emiten BUMN tersebut meraih laba bersih Rp249 miliar. Atas hasil kinerja ini, RUPST menyepakati pembagian dividen sebesar Rp74 miliar tersebut merupakan 30% dari total laba bersih  

Dengan begitu, setiap lembar saham perusahaan penyedia jasa energi ini akan mendapat dividen Rp10,239 yang rencananya dibayarkan 30 hari setelah berakhirnya RUPST pada Rabu (21/7). 

Selain untuk dividen, laba juga digunakan untuk cadangan wajib sebesar 4% atau senilai Rp9,96 miliar dan saldo laba ditahan sebesar Rp164,39 miliar atau 66%.

RUPST Elnusa 2020 juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan untuk anggota dewan komisaris maupun direksi. Jadi efektif sejak ditutupnya RUPST, susunan Dewan Komisaris Elnusa menjadi dipimpin Komisaris Utama Agus Prabowo. Beranggotakan Komisaris Wakhid Hasyim, serta Lusiaga Levi Susila dan Anis Baridwan sebagai komisaris independen.

Sementara itu, susunan direksi emiten berkode ELSA ini masih dipimpin Direktur Utama Ali Mundakir dengan Direktur Operasi merangkap Direktur Pengembangan Usaha Rony Hartanto, serta Direktur SDM & Umum merangkap Direktur Keuangan Tenny Elfrida.

“Elnusa memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang telah selesai masa baktinya,” jelas Corporate Secretary Elnusa Ari Wijaya dalam keterangan pers yang disiarkan pada Kamis (22/7).

Ari menjelaskan, Elnusa menggelar RUPST dengan dua mekanisme kehadiran, yaitu hadir dalam rapat secara fisik dan secara elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI.

Menurujuk laporan keuangan perusahaan, Elnusa mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,73 triliun pada 2020, turun sebesar 7,85% dari Rp8,38 triliun pada 2019. Dalam periode 2020, laba bersih perusahaan juga terhitung turun yakni sebesar 30,12%, menjadi Rp249,08 miliar dari Rp356,47 miliar pada 2019.

Pendapatan ELSA pada 2020 berasal dari pihak ketiga dan pihak berelasi. Untuk pihak ketiga, jasa distribusi dan logistik energi menyumbang Rp1,15 triliun. 

Kemudian, jasa hulu migas terintegrasi mencatatkan kontribusi sebesar Rp336,04 miliar. Ketiga, dari jasa penunjang migas pendapatan tercatat sebesar Rp171,98 miliar.

Sebelumnya, Elnusa mengumumkan realisasi kontrak kerja konsolidasi senilai Rp6,5 triliun pada semester pertama 2021. Jumlah ini setara 75% dari rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2021.

Sinyal Positif
Ari menganggap, realisasi kontrak kerja yang didapat merupakan sinyal positif geliat aktivitas jasa Elnusa karena tetap tumbuh di tengah ketidakpastian kondisi saat ini. Ia mengatakan, keberagaman portofolio jasa yang dimiliki Elnusa turut memberikan keuntungan tersendiri bagi pihaknya.

Pada sektor hulu, Ari menilai, segmen ini masih menjadi primadona berbekal pada total solution services yang dimiliki seperti jasa perawatan sumur serta operation maintenance.

“Meskipun pada segmen ini terdapat sedikit koreksi pada jasa eksplorasi yang dikarenakan mundurnya beberapa proyek hulu migas,” terangnya secara tertulis, Senin (12/7).

Ia juga memperkirakan, adanya pembatasan yang diterapkan pemerintah pada masa pandemi seperti PPKM Darurat akan memberikan dampak pada Segmen Distribusi & Logistik Energi. Di sisi lain, pada Segmen Jasa Penunjang saat ini diakui masih menunjukkan pertumbuhannya dengan baik.

“Melalui optimalisasi strategi diversifikasi portofolio tersebut kami yakini mampu saling menopang satu sama lain dalam mendukung capaian konsolidasi ke depannya,” tandasnya.

Perwakilan Elnusa ini juga mengungkapkan, pemberian layanan pada masa pemberlakuan PPKM Darurat turut membuat biaya operasi naik, sebab protokol kesehatan dilakukan lebih ketat. 

Namun Ari menyatakan, hal itu tetap menjadi komitmen Elnusa untuk menjalankan HSSE sebagai prioritas utama.

Pihaknya mengakui, situasi yang masih belum kondusif dan berdampak pada perekonomian secara global saat ini juga mempengaruhi kinerja Elnusa. Kendati demikian, capaian realisasi kontrak Elnusa yang sudah dicatatkan tersebut diyakini akan memberi angin segar dan tambahan semangat.

“Pada semester depan kami berkeyakinan mampu mengejar target dengan capaian kinerja yang positif. Selain itu, naiknya Harga Minyak Mentah Indonesia kami harap menjadi peluang dibukanya keran investasi bidang hulu migas oleh KKKS yang akan berdampak positif pula untuk Elnusa,” pungkasnya.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA