Selamat

Rabu, 22 September 2021

15 September 2021|17:08 WIB

Ekspor Pertanian Agustus 2021 Meningkat 17 persen, Ini Penyebabnya

BPS melaporkan nilai ekspor pertanian Indonesia pada bulan Agustus 2021 secara bulanan mengalami pertumbuhan positif, yakni 17,89% atau tercatat mencapai US$0,34 miliar jika dibandingkan bulan lalu

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Dian Hapsari

ImagePetani merontokkan padi saat panen di Bogor, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pertanian Indonesia pada bulan Agustus 2021 secara bulanan (month to month/mtm) mengalami pertumbuhan positif, yakni 17,89% atau tercatat mencapai US$0,34 miliar jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan bahwa kenaikan ekspor pertanian terjadi karena adanya kenaikan tinggi ekspor komoditas kopi sebesar 30,55%, kemudian buah-buahan tahunan tumbuh 70,03%, dan hasil hutan bukan kayu lainnya tumbuh sebesar 33,76%.

“Artinya kopi buah-buahan dan tanaman hasil hutan bukan kayu secara MtoM tumbuhnya cukup menjanjikan,” ujarnya dalam Rilis BPS, Jakarta, Rabu (15/9).

Ia menjelaskan, ekspor pertanian yang dihitung secara kumulatif juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, di mana ekspor selama bulan Januari hingga bulan Agustus 2021 mencapai US$,58 miliar atau meningkat sebesar 7,52% jika dibandingkan periode yang sama pada 2020.

“Kalau dilihat secara kumulatif ekspor kita naiknya cukup signifikan. Di sisi lain komoditas kelapa sawit yang tergabung dalam industri pengolahan tumbuh positif, yakni sebesar 68,98% baik itu secara mtm maupun you,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kata Margo, sumbangan ekspor nonmigas Indonesia pada Januari hingga bulan Agustus 2021 mencapai 94,45%, di mana sektor pertanian menyumbang 1,82% “Selanjutnya ada industri, tambang dan migas,” tambahnya.

Terakhir, Margo menyampaikan adanya kenaikan upah buruh tani yang cukup signifikan pada bulan Agustus 2021. Secara nominal, kata Margo, kenaikan buruh tani mencapai Rp 56.902 atau naik 0,13%. Sedangkan secara riil mengalami kenaikan sebesar Rp52.750 atau naik 0,18%.

“Kenaikan juga terjadi pada upah buruh bangunan, di mana upah nominalnya mencapai 0,05% dan upah riil mencapai 0,02%,” katanya.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, kenaikan ekspor pertanian sejalan dengan aktivitas ekspor produk pertanian yang dikemas dalam konsolidasi merdeka ekspor 2021.

Diketahui, kegiatan tersebut digelar pada 14 Agustus 2021 lalu di 17 pintu bandara dan pelabuhan Indonesia dan menghasilkan devisa negara kurang lebih sebesar Rp7,2 triliun.

Selain itu, Kementan menyebut sektor pertanian juga memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan nasional berkat capaian ekspor yang terus meningkat.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa pemerintah terus menguatkan komitmen dalam menjaga kenaikan ekspor melalui program jangka panjang Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) ataupun dalam bentuk konsolidasi Merdeka Ekspor.

“Karena itu kami jaga terus peningkatan produksi nasional, baik itu komoditas pangan, peternakan, hortikultura maupun perkebunan untuk mengamankan kebutuhan dalam negeri dan yang memiliki potensi ekspor. Penting bagi pemerintah mengutamakan ketersediaan 11 kebutuhan pokok untuk dalam negeri dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani, melalui peluang pasar baru (ekspor),” ucapnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER