Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

18 Juni 2021|20:29 WIB

Dukung Vaksinasi, Bank Dunia Kucurkan US$500 Juta ke Indonesia

Pendanaan akan membantu Indonesia menyalurkan vaksin secara aman dan efektif.

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

ImagePetugas kesehatan menyuntikkan vaksin covid-19 ke warga lansia di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/6). ANTARAFOTO/Arif Firmansyah

WASHINGTON – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia hari ini kembali menyetujui pendanaan sebesar US$500 juta atau sekitar Rp7,2 triliun (kurs 14.405). Padahal belum lama ini, Bank Dunia sudah mengucurkan US$400 dan US$800 juga untuk Indonesia.

Pendanaan akan digunakan untuk memperluas upaya Indonesia untuk menanggapi berbagai ancaman akibat covid-19, memperkuat kesiapsiagaan sistem kesehatan, serta mendukung program vaksinasi gratis pemerintah.

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen mengatakan pendanaan ini akan membantu Indonesia menyalurkan vaksin secara aman dan efektif.

Hal itu juga disebut akan memperkuat ketahanan sektor kesehatan Indonesia. Di saat yang sama meningkatkan kapasitas dalam melakukan tanggapan pada saat dan setelah pandemi ini.

“Secara keseluruhan, dukungan dari Bank Dunia ini bersama dengan dukungan para mitra pembangunan internasional lainnya akan memperkuat berbagai upaya pemerintah," katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (18/6).

Pendanaan baru tersebut menggunakan pendekatan berbasis hasil untuk mendorong penggunaan sistem pemerintah, dan menambah pendanaan sebelumnya yang telah digunakan untuk mendukung pemerintah.

Adapun pendanaan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas dalam hal isolasi pasien, ketersediaan tempat perawatan kritis, kapasitas pengujian, serta memperkuat komunikasi risiko publik, pengawasan, dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi.

Jangkau Populasi Usia Dewasa
 Sadikin menambahkan, pendanaan akan digunakan memberi dukungan kepada program vaksinasi gratis pemerintah agar dapat menjangkau seluruh populasi usia dewasa.

Di samping itu, pendanaan juga akan membantu sistem kesehatan Indonesia menjadi lebih berketahanan serta memperkuat sistem pengawasan melalui pengujian dan penelusuran kasus-kasus covid-19 baru.

"Termasuk dengan menerapkan pengawasan genom untuk berbagai varian baru," kata Budi.

Program vaksinasi pemerintah Indonesia bertujuan untuk memberikan vaksin gratis bagi seluruh 181,5 juta penduduk usia dewasa demi mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Meskipun tidak akan digunakan untuk pengadaan vaksin, pendanaan baru tersebut dirancang untuk memperkuat kesiapan sistem distribusi vaksin dan mendukung sistem penyelenggaraan layanan kesehatan secara menyeluruh.

Pendanaan baru ini difokuskan pada tiga bidang hasil penyelenggaraan layanan kesehatan yang lebih baik; pengawasan dan pengendalian mutu di laboratorium yang lebih kuat; serta komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dalam hal tanggap darurat dan pengiriman vaksin.

Pendanaan itu disebut akan membantu peningkatan kesiapan rumah sakit serta sistem penyelenggaraan layanan kesehatan, dan menjaga keberlangsungan layanan kesehatan dasar yang tidak terkait covid-19 dengan perhatian khusus kepada kebutuhan perempuan maupun kelompok-kelompok rentan.

Sistem pengawasan yang lebih baik serta peningkatan kualitas laboratorium kesehatan pemerintah akan semakin membantu peningkatan kapasitas pengujian covid-19 serta memperkuat kemampuan dalam menjalankan pengawasan genom.

Sementara itu, komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dalam hal tanggap darurat serta pengiriman vaksin juga disebut  akan membantu memastikan penerapan prioritas yang adil dan setara dalam hal layanan kesehatan dan distribusi vaksin, memperkuat logistik terkait vaksin serta sistem manajemen informasi, dan memperluas komunikasi risiko publik sehingga dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Seperti diketahui, untuk mengatasi pandemi covid-19, Indonesia telah menganggarkan Rp699,43 triliun dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun 2021. Namun, Hingga 11 Juni 2021 realisasi baru mencapai Rp219,65 triliun atau 31,4% dari pagu Rp699,43 triliun.

Untuk realisasi di bidang kesehatan sendiri baru mencapai Rp35,41 triliun atau 20,5% dari pagu Rp172,84 triliun. Realisasi program PEN bidang kesehatan terdiri dari program diagnostic Rp0,24 triliun, therapeutic Rp15,89 triliun, vaksinasi Rp8,42 triliun, penelitian dan komunikasi Rp0,005 triliun.

Kemudian, BNPB Rp0,66 triliun, bantuan iuran JKN Rp0,26 triliun, insentif perpajakan kesehatan Rp3,09 triliun, serta penanganan kesehatan lainnya di daerah Rp6,83 triliun.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA