Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

04 Mei 2021|11:23 WIB

DJP: 12 Juta Lebih Wajib Pajak Telah Lapor SPT Tahunan

Sebanyak 11.892.462 SPT atau 95,3% dari total SPT dilaporkan secara elektronik melalui e-Filing, e-Form, dan e-SPT

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

ImageWarga melaporkan SPT tahunan di Medan, Sumatra Utara, Selasa (3/3/2020). ANTARAFOTO/Dok

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Kementerian Keuangan mencatat sebanyak 12.481.644 wajib pajak telah melaporkan surat pemberitahuan atau SPT Tahunan hingga 30 April 2021.

Pelaporan ini terdiri dari 872.995 SPT Badan dan 11.608.649 SPT Orang Pribadi. Sebanyak 11.892.462 SPT atau 95,3% dari total SPT dilaporkan secara elektronik melalui e-Filing, e-Form, dan e-SPT.

Jumlah pelaporan SPT tahun ini meningkat 13,3% atau 1.461.642 SPT jika dibandingkan dengan jumlah pelaporan SPT tahun sebelumnya pada tanggal yang sama sebanyak 11.020.002 SPT.

Pelaporan SPT secara elektronik juga tumbuh sebesar 11,7% atau 1.244.789 SPT lebih banyak dari tahun sebelumnya yang terkumpul 10.647.673 SPT.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Neilmaldrin Noor bilang, 30 April 2021 kemarin merupakan batas akhir penyampaian SPT Tahunan Badan tahun pajak 2020.

"Terima kasih kepada para Wajib Pajak Badan yang telah melaporkan SPT Tahunannya tepat waktu. Kepatuhan penyampaian SPT merupakan poin penting untuk peningkatan penerimaan pajak," katanya dalam keterangan tertulis, Jakarta, (4/5).

Lebih lanjut, Neilmaldrin mengatakan, wajib pajak yang belum menyampaikan SPT Tahunan tetap bisa melaporkannya. Meskipun demikian, atas keterlambatan tersebut akan dikenai sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan pada Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan.

"DJP mengimbau masyarakat agar melaksanakan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Terlebih, pajak memiliki peranan penting dalam membiayai program vaksin covid-19 dan pemberian insentif kepada masyarakat terdampak pandemi covid-19," sambungnya.

Berdasarkan data APBN KiTa edisi April, sampai dengan akhir Maret 2021, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp290,41 triliun, tumbuh 3,76% dari realisasi pada periode yang sama 2020 Rp279,89 triliun.

Realisasi penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp228,13 triliun. Terkontraksi 5,58% dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp241,62 triliun.

Sementara, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp62,29 triliun, tumbuh 62,72% dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp38,28 triliun.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER