Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

06 Oktober 2021|12:12 WIB

Dekranas Kulik Potensi Budaya Dan Wisata Di Desa Meat Toba

Pengembangan UMKM kreatif di Kabupaten Toba tinggal didukung oleh aspek kelembagaan.

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Dian Hapsari

ImageFoto aerial kawasan wisata menara pandang Tele di Turpuk Limbong, Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi.

JAKARTA – Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Suzana Teten Masduki mengatakan, pihaknya tengah meninjau potensi-potensi yang ada di Desa Meat, Kabupaten Toba, Sumatra Utara, mulai dari peluang budaya hingga aspek kewisataan.

Melalui keterangan resminya, Suzana meyakini keunggulan narasi budaya yang didukung destinasi wisata serta produk kreatifnya menjadikan Desa Meat memiliki kekuatan tersendiri untuk menumbuhkan perekonomian lokal.

"Jadi potensi-potensi itu memberikan kekuatan bagi Kabupaten Toba yang notabene menjadi salah satu destinasi wisata unggulan oleh pemerintah," jelasnya di Jakarta, Rabu (6/10).

Suzana menambahkan, pengembangan UMKM kreatif di Desa Meat, Kabupaten Toba itu tinggal didukung oleh kelembagaan. Oleh karenanya, Suzana meminta para pelaku UMKM di sana untuk membentuk koperasi yang kemudian akan menjadi agregator bagi produk-produk mereka.

Dengan bergabung atau membentuk kelembagaan koperasi, para pelaku UMKM tak perlu lagi khawatir produknya tidak akan terserap pasar. Suzana menyebutkan akses pasar sebetulnya sudah banyak dengan dukungan teknologi digital yang semakin berkembang pada masa pandemi ini.

"Akses pasar itu sudah banyak. Kalau kita memegang handphone, istilahnya kita sudah memegang dunia, sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkan barang elektronik kita untuk membuka akses pasar," tambah Suzana.

Namun demikian, Suzana tak memungkiri bahwa UMKM kreatif di Kabupaten Toba, khususnya Desa Meat masih mengalami sejumlah kendala dalam pengembangannya, seperti minimnya industri benang sebagai bahan baku wastra ataupun garmen yang menjadi produk unggulan Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

"Kita punya wastra ataupun garmen memang problemnya selalu di situ. Jadi, bahan baku benang kita belum punya industri dan itu menjadi kendala bagi pelaku UMKM kreatif di Toba," kata Suzana.

Dalam rangka pengembangan UMKM di Sumatera Utara, sebelumnya PT Angkasa Pura II pun telah menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk menyiapkan area khusus di Bandara Silangit, Tapanuli Utara serta Bandara Kualanamu, Deli Serdang sebagai galeri UMKM lokal.

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan kedua bandara itu punya peranan penting dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatra Utara. Hal ini mengingat lokasinya yang berdekatan dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Awaluddin menyebutkan di kedua bandara itu akan terdapat booth sebagai etalase produk-produk lokal yang juga dilengkapi QR Code untuk informasi pembelian produk. Ketika baru mendarat, para penumpang bisa melihat berbagai produk lokal dari pelaku ekraf di Danau Toba pada terminal kedatangan.

"Jadi ini kombinasi offline dan online dalam pengembangan pelaku kreatif dan UMKM setempat," tandas Awaluddin.

Sebagai informasi, laman resmi milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatatkan setidaknya hingga akhir 2020, terdapat 960.000 unit UMKM dan 11.000 koperasi yang tersebar di 33 kabupaten/kota.

Dari catatan itu, sebanyak 672.000 UMKM dan 7.700 koperasi turut merasakan pil pahit pandemi covid-19. Penurunan daya beli masyarakat ditengarai menjadi penyebab bisnis KUMKM anjlok. Permasalahan itu bertambah buruk dengan adanya kesulitan mencari bahan baku, gangguan distribusi, dan akses pembiayaan yang minim.

Ketua Dekranasda Sumut Nawal Lubis menerangkan bahwa potensi yang ada di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, harus disokong dengan program-program pendidikan pelatihan, pendampingan, peningkatan akses pasar, hingga permodalan dan fasilitasi usaha.

"Berbagai kemudahan bagi koperasi dan UMKM akan terus dilakukan oleh pemerintah. Khusus untuk Sumatera Utara, kawasan ini sangat kaya akan SDA. Dengan jumlah penduduk yang besar pula tentu menjadi peluang ekonomi yang besar," tandasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM serta berbagai pihak terkait pun terus mendongkrak perekonomian masyarakat. Khusus pada akses pembiayaan, pemerintah menyalurkannya melalui pinjaman kredit bagi UMKM dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta dana bergulir oleh LPDB-KUMKM.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA