Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

04 Mei 2021|18:55 WIB

BTPN Tingkatkan Limit Transfer Daring Harian Jadi Rp600 Juta

Limit transfer hingga Rp600 juta per hari bagi nasabah Sinaya Prioritas dibagi menjadi dua metode transfer

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Nadya Kurnia Kartika Sari

ImageBTPN/24102017

JAKARTA – PT Bank BTPN Tbk telah meningkatkan batas maksimum transfer dana secara daring ke bank lain bagi nasabah Sinaya Prioritas. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan nasabah affluent keistimewaan layanan perbankan.

Dengan simpanan dana minimum Rp500 juta, nasabah Sinaya Prioritas kini dapat mengirimkan dananya ke rekening bank lain hingga Rp600 juta per hari melalui aplikasi Jenius. Angka ini tentunya dua kali lipat dari nilai sebelumnya yang hanya Rp300 juta setiap hari.

Head of Wealth Management Business Bank BTPN, Helena menjelaskan bahwa limit transfer hingga Rp600 juta per hari bagi para nasabahnya tersebut dibagi menjadi dua metode transfer. Yakni, metode transfer melalui SKN/RTGS dan metode transfer real time online.

“Untuk semakin memudahkan aktivitas perbankan nasabah, kini Sinaya Prioritas memberikan keistimewaan limit transfer lebih besar hingga Rp600 juta per hari bagi para nasabahnya, yang dibagi menjadi maksimum limit hingga Rp500 juta untuk metode transfer melalui SKN/RTGS dan maksimum limit hingga Rp100 juta melalui metode transfer real time online,” ungkap Helena saat memperkenalkan layanan terbaru dari Sinaya Prioritas, Selasa (4/5).

Padahal sebelumnya, ia mengatakan, nasabah Sinaya Prioritas hanya memiliki batas maksimum transfer harian melalui SKN/RTGS sebesar Rp200 juta dan Rp100 juta melalui motede real time online.

Sementara itu, Helena melanjutkan, untuk menjaga keamanan akun nasabah, kode One Time Password (OTP) akan dikirimkan via SMS untuk transfer di atas Rp200 juta dalam satu kali transaksi.

"Nasabah Sinaya Prioritas dapat langsung menikmati layanan ini dengan melakukan pemutakhiran aplikasi Jenius," ucapnya.

Selain itu, nasabah Sinaya Prioritas juga dapat menikmati beragam layanan digital dan fitur lainnya melalui aplikasi Jenius. Total Wealth Info misalnya, yang memungkinkan nasabah untuk melihat total portofolio keuangannya baik dari produk bank maupun produk investasi yang berasal dari partner investasi bank dalam satu genggaman.

Fitur lain yang tersedia di aplikasi Jenius bagi nasabah Sinaya Prioritas, yaitu Awards, sebuah fitur yang memberikan nasabah fasilitas transaksi bebas biaya hingga 100 kali per bulan. Terdiri dari 50 kali transfer secara daring dan 50 kali tarik tunai di ATM Prima/Bersama serta di ATM dalam jaringan Visa di mancanegara.

Selain kenyamanan bertransaksi melalui aplikasi digital, nasabah Sinaya Prioritas tetap dapat menikmati kenyamanan bertransaksi melalui layanan kantor cabang, dedicated Relationship Manager, dan memperoleh informasi mengenai penawaran berbagai produk investasi.

"Dengan terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi terdepan, Sinaya Prioritas akan terus menghadirkan berbagai keistimewaan layanan dan fasilitas perbankan agar nasabah dapat menikmati kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan serta berinvestasi dari manapun dan kapanpun," tutupnya.

Laba Bersih Tumbuh 29%
Sebelumnya, Bank BTPN mencetak laba bersih sebesar Rp971 miliar pada periode tiga bulan pertama atau kuartal I-2021. Realisasi ini naik 29% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp752 miliar.

Direktur Utama Bank BTPN, Ongki Wanadjati Dana mengungkap, perolehan laba tersebut ditopang oleh beban bunga yang turun sebesar 38% (yoy) dari Rp1,61 triliun menjadi Rp991 miliar. Selain itu, biaya kredit yang juga lebih rendah sebesar 60% dari Rp411 miliar menjadi Rp164 miliar.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, penurunan beban bunga yang dicatat Bank BTPN sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. Serta, peningkatan saldo dan rasio Current Account Saving Account (CASA) yang berakibat pada penurunan biaya dana.

Sementara, biaya kredit pada kuartal I-2021 menurun akibat penyesuaian metode penerapan PSAK 71. Tercatat pendapatan bunga bersih Bank BTPN turun 4% (yoy) dari Rp2,91 triliun ke Rp2,79 triliun.

"Penurunan pendapatan bunga bersih tetap terjaga rendah seiring dengan berkurangnya beban bunga," ucapnya.

Dengan permintaan kredit yang masih rendah akibat dampak dari pandemi, total kredit yang disalurkan Bank BTPN per akhir Maret 2021 mengalami penurunan sebesar 15% (yoy) ke posisi Rp132,68 triliun. Selain karena permintaan kredit yang masih rendah, kondisi pandemi memicu sejumlah debitur untuk melunasi kredit mereka sebelum jatuh tempo.

"Penurunan kredit juga terjadi akibat penurunan nilai portofolio kredit dalam mata uang asing, yang jika dampak dari translasi ini dikeluarkan, total kredit yang disalurkan hanya turun sebesar 12% (yoy)," ungkap Ongki.

Ia pun menerangkan, pihaknya berhasil menjaga kualitas kredit tetap baik, seperti tercermin dari rasio gross NPL yang berada di level 1,42%. Angka ini masih relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,21% pada akhir Februari 2021.
 


 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA