Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

21 Juli 2021|20:00 WIB

BSI Auto Migrasi Rp9,7 Triliun Dana Nasabah ex-BRIS

Saat ini, sebanyak 3,9 juta nasabah ex BRIsyariah telah melakukan migrasi ke sistem BSI

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Faisal Rachman

ImagePT Bank Syariah Indonesia Tbk melakukan proses auto migrasi lebih dari 395 ribu rekening nasabah ex BRIsyariah senilai Rp9,7 triliun, Rabu (21/7). Dok. BSI

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI melakukan proses auto migrasi lebih dari 395 ribu rekening nasabah ex BRIsyariah (BRIS) pada hari, Senin (21/7). Proses auto migrasi ini bertujuan untuk mempercepat proses integrasi sistem tiga bank setelah merger, sehingga nasabah bisa menikmati produk dan layanan BSI dengan optimal.

Dalam automigrasi nasabah ex BRIsyariah tersebut, jumlah DPK yang akan dimigrasikan senilai Rp9,7 triliun. Selain itu, auto migrasi juga dilakukan terhadap 76 ribu rekening pembiayaan dengan nilai Rp15,6 triliun.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, dengan kondisi pandemi covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan level 4, BSI tetap optimistis pelaksanaan migrasi bisa tetap berjalan sesuai dengan target yang ditentukan.

“Seiring dengan pemberlakukan PPKM tersebut, kami juga telah mengubah skema migrasi, sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BSI untuk melakukan proses migrasi rekening, dimana kartu ATM ex-BRIS dan ex-BNIS masih bisa digunakan,” kata Hery melalui siaran pers, Rabu (21/7).

Namun, ia menyarankan agar nasabah ex-BRIS dan ex-BNIS dapat segera memindahkan mobile banking ke BSI Mobile untuk dapat bertransaksi melalui mobile banking. Sebab, mobile banking yang sebelumnya sudah tidak dapat digunakan.

“Diharapkan skema ini bisa mempercepat proses migrasi nasabah ex BRIsyariah,” imbuhnya.

Dengan automigrasi ini, nasabah BRIsyariah tetap dapat melakukan transaksi perbankan di ATM BSI terdekat di seluruh Indonesia. Untuk kemudahan transaksi, nasabah ex-BRIsyariah agar mengaktifkan layanan digital BSI Mobile dengan cara men-download via Google Play Store atau App Store.

Sampai saat ini, sebanyak 3,9 juta nasabah ex BRIsyariah telah melakukan migrasi ke sistem BSI. Jumlah itu setara dengan 28% dari total nasabah BSI. Selanjutnya, BSI akan melakukan automigrasi rekening ex BNIsyariah pada 9 Agustus 2021 mendatang.

Proses Migrasi
 Pasca merger pada 1 Februari 2021 lalu, BSI secara bertahap melakukan proses migrasi yang dimulai dari wilayah Regional Sulawesi dan sekitarnya. Lalu, dilanjutkan dengan Regional Jawa Tengah, Regional Aceh, serta Regional Sumatera terdiri dari Palembang, Medan, Padang, dan kota lainnya.

Secara berurutan, migrasi sistem telah dilaksanakan di wilayah Jakarta dan Bandung pada tanggal 5 Juli serta wilayah Surabaya dan Banjarmasin pada tanggal 12 Juli untuk nasabah payroll, priority, dan lainnya.

Dalam proses integrasi layanan, BSI menghadirkan skema aktivasi mobile banking yang didesain untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi nasabah. Dengan begitu, nasabah tidak perlu datang ke Kantor Cabang dan bisa langsung bertransaksi dari rumah melalui BSI Mobile.

“Nasabah melakukan request kode aktivasi BSI Mobile melalui Live Chat Aisyah pada Website BSI, yaitu www.bankbsi.co.id atau via Whatsapp Business BSI di nomor 0815 8411 4040. Kemudian, nasabah download aplikasi BSI Mobile di App Store dan Google Play Store, pilih 'Sudah Memiliki Rekening' dan Klik 'Aktivasi',” jelasnya.

Langkah selanjutnya, lanjut dia, masukkan nomor HP dan Kode Aktivasi yang telah diterima Nasabah melalui SMS dan Kirim SMS verifikasi ke 3339. Kemudian, kembali ke aplikasi BSI Mobile, buat PIN Transaksi dan Kata Sandi. Aktivasi pun selesai dan nasabah bisa langsung bertransaksi.

BSI juga memberikan promo berupa cashback senilai Rp20 ribu bagi nasabah migrasi yang telah melakukan aktivasi dan transaksi di BSI Mobile berupa top up e-wallet, yaitu Gopay, OVO, LinkAja, LinkAja Syariah, ShopeePay, Paytren, E- Money atau pembelian token PLN dengan minimum transaksi Rp50 ribu.

“Promo ini bisa dinikmati oleh nasabah wilayah Jakarta dan Bandung mulai 5–14 Juli 2021 serta wilayah Surabaya dan Banjarmasin mulai 12–21 Juli 2021,” tutup Hery.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA