Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

03 Mei 2021|17:20 WIB

BPS Catatkan Peningkatan Penumpang Angkutan Laut Domestik

Penumpang angkutan laut terbanyak ada di Pelabuhan Tanjung Perak. Jumlahnya sekitar 17 ribu orang.

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImagePetugas memindai kode batang surat kesehatan milik penumpang di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai, Riau, Kamis (22/4). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

JAKARTA - Jumlah penumpang angkutan laut rute dalam negeri sepanjang Maret 2021 tercatat di kisaran 1,3 juta orang. Meningkat 6,57% jika dibandingkan Februari 2021 yang mencapai 1,2 juta penumpang.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Setianto menyebut peningkatan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Makassar sebesar 23,23%, Balikpapan 15,56%, Tanjung Perak 11,84%, serta Belawan sebesar 6,67%.

"Sebaliknya, Pelabuhan Tanjung Priok mengalami penurunan sebesar 6,38%," ungkap Setianto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/5).

Sepanjang Maret 2021, catatan BPS menunjukkan penumpang terbanyak ada di Pelabuhan Tanjung Perak, yakni di kisaran 17 ribu orang. Naik dibandingkan Februari 2021 yang sebesar 15.200 penumpang.

Sementara untuk Pelabuhan Makassar, jumlah penumpang sepanjang Maret 2021 tercatat sekitar 12.200 orang atau meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sebanyak 9.900 penumpang.

Kemudian untuk Pelabuhan Balikpapan dan Pelabuhan Belawan, jumlah penumpang masing-masing tercatat sebesar 5.200 orang dan 3.200 orang. Lalu Pelabuhan Tanjung Priok, jumlah penumpang periode Maret 2021 tercatat 4.400 orang, menurun dibandingkan Februari 2021 yang sebanyak 4.700 orang.

Secara kumulatif, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri periode Januari-Maret 2021 adalah sekitar 3,7 juta orang atau anjlok 38,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,12 juta orang.

Setianto menjelaskan, penurunan jumlah penumpang dalam periode itu terjadi di seluruh pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Belawan sebesar 69,25%, Tanjung Priok 67,01%, Makassar 61,19%, Balikpapan 60,71%, serta Pelabuhan Tanjung Perak 37,61%.

"Penurunan terbesar di Pelabuhan Belawan dari sekitar 37.400 orang menjadi 11.500 orang," sebut dia.

Logistik
BPS juga mencatatkan jumlah barang terangkut sepanjang Maret 2021 mencapai sekitar 27 juta ton. Catatan ini meningkat sekitar 4,4% jika dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 25,8 juta ton.

Setianto menyebut, capaian itu juga meningkat 5,57% jika dibandingkan jumlah barang yang terangkut angkutan laut pada Maret 2020 yang kala itu hanya sekitar 25,5 juta ton.

Kenaikan jumlah barang yang diangkut itu, kata Setianto, terjadi di seluruh pelabuhan utama dalam pengamatan BPS. Yakni, Pelabuhan Makassar sebesar 33,46%, Tanjung Perak 30,35%, Pelabuhan Panjang 22,95%, Tanjung Priok 15,49%, serta Balikpapan yang naik tipis 0,05%.

Secara rinci, jumlah barang yang terangkut pada periode Maret 2021 di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 1,19 juta ton, Pelabuhan Panjang 1,12 juta ton, Pelabuhan Balikpapan 795 ribu ton, serta Pelabuhan Tanjung Perak sekitar 488 ribu ton.

"Lalu untuk Pelabuhan Makassar, jumlah barang terangkut pada Maret 2021 adalah sebesar 304 ribu ton," kata Setianto.

Lebih lanjut, Setianto mengungkapkan jumlah barang yang terangkut pada periode Januari-Maret 2021 secara total mencapai sekitar 78,5 juta ton atau meningkat 4,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan itu, ungkapnya, ditopang oleh naiknya jumlah barang terangkut antara lain di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 11,5% serta Pelabuhan Tanjung Perak yang meningkat 8,49%.

"Sebaliknya, penurunan terjadi di Pelabuhan Panjang sebesar 23,36%, Pelabuhan Makassar 17,88%, dan Pelabuhan Balikpapan 1,8%," tegasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER