Selamat

Senin, 26 Juli 2021

WIRAUSAHA

30 April 2021|09:34 WIB

Bela Pengadaan Akselerasi Usaha Mikro Go Digital

UMKM terdigitalisasi mampu bertahan di tengah pandemi

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImagePelaku usaha UMKM memasarkan produknya lewat e-commerce. Antarafoto/Dok

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mendorong usaha mikro manfaatkan program Bela Pengadaan. Diharapkan lewat program yang bertujuan agar belanja pemerintah menjadi lebih inklusif ini, digitalisasi unit usaha mikro berjalan lebih cepat.

Asdep Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro Kemenkop UKM, Sutarmo menjelaskan jika usaha mikro bisa masuk laman Bela Pengadaan LKPP, penggunaan produksi dalam negeri juga bisa terpacu serta transparansi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau PBJP bisa meningkat.

"Di sini, peran pemerintah memacu usaha mikro onboarding masuk laman Bela Pengadaan dengan harapan kegiatan ini bisa memfasilitasi 100% usaha mikro yang onboarding," imbuh Sutarmo dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (29/4).

Untuk merealisasikan hal itu, Kemenkop UKM pun menggelar Bimtek Pengembangan Usaha Mikro Melalui e-Commerce di Kuningan, Jawa Barat. Melalui kegiatan itu, Sutarmo meyakini kapasitas usaha mikro dalam ekosistem digital akan meningkat.

Ia menyebut sebagian besar peserta yang mengikuti kegiatan tersebut adalah pelaku usaha yang belum tergabung atau belum menjadi mitra dari e-commerce, seperti Grab, namun ingin masuk ke platform digital itu.

"Tujuan ini akan tercapai lewat perluasan jangkauan pemasaran usaha mikro di e-commerce Grabfood dan laman Bela Pengadaan," ungkapnya.

Sutarmo juga menegaskan kegiatan bimtek itu bertujuan memberi informasi kepada pelaku usaha mikro terkait cara mengakses dan bergabung pada platform e-commerce, memberi pendampingan kepengurusan legalitas usaha mikro melalui Online Single Submission, hingga digitalisasi sistem pembukuan laporan keuangan.

"Pelaksanan bimtek ini juga sebagai bagian dari kampanye Gernas BBI. Di mana pada April 2021, Kemenkop UKM ditunjuk sebagai movement manager dengan tema UKM Jabar Paten," pungkasnya.

Pandemi dan Digitalisasi

Di tempat yang berbeda, Deputi Bidang UKM Hanung Harimba Rachman menguraikan kehadiran pandemi covid-19 menjadi momentum bagi koperasi dan UMKM (KUMKM) untuk mengakselerasi akses digital dalam berbagai sektor kehidupan.

Menurut data olahannya, hanya UMKM yang terhubung dengan platform digital yang mampu bertahan di tengah terpaan pandemi covid-19, sedangkan yang belum terhubung mengalami penurunan omzet. Hal ini dikuatkan dengan data transaksi di platform digital mengalami pertumbuhan sepanjang pandemi covid-19 sebesar 26%.

Ia menambahkan, ketika pandemi merebak, sebanyak 37% pengguna baru hadir di internet dan 93% konsumen e-commerce menyatakan akan tetap memanfaatkan akses digital setelah pandemi.

"Tantangan besar kita saat ini UMKM yang berjumlah 64,1 juta masih minim yang memanfaatkan ekonomi digital, sekitar 16% atau 10,25 juta unit UMKM saja," tegas Hanung.

Menurut Hanung, sistem ekonomi kerakyatan di Tanah Air bisa menjadi kokoh apabila ditopang dengan pemberdayaan KUMKM. Untuk itu, Kemenkop UKM memiliki prioritas mendorong inovasi hingga digitalisasi para pelaku KUMKM.

"Salah satu prioritas kami di Kementerian Koperasi dan UKM adalah untuk mendorong inovasi, digitalisasi, ekspor dan pembesaran Pelaku UMKM agar berperan lebih strategis lagi dalam perekonomian nasional," kata Hanung.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA