Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

WIRAUSAHA

04 Mei 2021|10:29 WIB

BBI 2021 Diharap Dongkrak Ekonomi di Tengah Pembatasan

Ada tiga produk UMKM di Indonesia yang berkembang yakni pakaian, kerajinan dan makanan

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

ImagePengunjung mengamati produk saat pameran produk unggulan UMKM dalam rangka Gernas BBI di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/4). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

JAKARTA – Pemerintah melalui sinergi Kemendag dan Kemkominfo mencanangkan program Hari Bangga Buatan Indonesia atau BBI 2021 pada 5 Mei 2021. Pemerintah berharap Hari BBI 2021 dapat mendorong konsumsi rumah tangga di tingkat masyarakat. 

Mendag Muhammad Lutfi mengatakan, Hari BBI 2021 diinisiasi untuk mendorong konsumsi agar dapat terus berjalan, di tengah kebijakan pemerintah yang melarang mudik Lebaran untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

“Pencanangan Hari BBI 2021 menindaklanjuti arahan presiden agar momentum Ramadan-Idulfitri 2021 menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, beberapa kebijakan dan program perlu dilakukan agar konsumsi masyarakat dapat terus meningkat di tengah kebijakan peniadaan mudik,” kata Lutfi lewat keterangan resmi, Jakarta, Senin (3/5).

Adapun pencanangan Hari BBI 2021 didukung 72 platform e-commerce yang memberikan sejumlah promosi pada 5–13 Mei 2021. Melalui hal yang sama juga, pemerintah mendorong platform niaga-el untuk menyediakan program gratis ongkos kirim dan program promosi belanja. 

“Mudik tahun ini adalah ‘mudik di hati’, diharapkan berbagai promo tersebut mampu mendorong masyarakat menunda mudik Lebaran sekaligus meningkatkan keinginan masyarakat berbelanja produk Indonesia,” imbuhnya.

Momentum yang sama juga, lanjutnya, juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan atas produk buatan Indonesia. Dalam sebuah tindakan nyata dan paling sederhana dari kecintaan tersebut adalah dengan membeli dan menggunakan produk buatan dalam negeri.

Pemerintah serta pelaku usaha saling mendukung dan berbagi tugas dalam menjalankan peran untuk mendorong konsumsi masyarakat, terutama di tengah pandemi covid-19. 

Pemerintah mengambil peran dengan berkampanye melalui berbagai media, sedangkan pelaku usaha menjalankan peran menyediakan berbagai bentuk penawaran menarik seperti bebas ongkir untuk menarik minat belanja masyarakat.

"Semoga belanja daring di Hari BBI 2021 turut membantu menggerakkan perekonomian nasional,” ujar Mendag Lutfi. 

Sementara itu, Menkominfo Johnny G Plate menyatakan, Hari BBI diselenggarakan sebagai langkah konkret guna mendukung pemulihan dan kebangkitan perekonomian Indonesia. 

Dengan membeli serta meningkatkan rasa bangga terhadap produk dalam negeri, bakal mendukung terus pertumbuhan industri karya anak bangsa demi menjaga ketahanan perekonomian. 

“Penyelenggaraan BBI secara daring diharap dapat memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan jelang Idulfitri. Begitu juga, diharapkan mobilitas masyarakat dapat semakin berkurang,” kata Johnny.

Hari BBI juga, tambahnya, perlu dimaknai sebagai bentuk dukungan kesuksesan Akselerasi Transformasi Digital Nasional. Penggunaan platform e-commerce fasilitasi pelaku usaha dalam negeri akan semakin mendorong dan kedaulatan digital dalam transformasi digital di Indonesia.

“Penggunaan platform secara masif ini juga didukung pemerintah dengan penyediaan infrastruktur, talenta dan literasi digital. Serta penguatan pelindungan data pribadi konsumen, yang dilakukan kolaboratif antara pemerintah konsumen dan penyelenggara platform e-commerce,” paparnya. 

Menkominfo juga mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama menyukseskan perhelatan Hari BBI 2021, melalui langkah kolaborasi. 

Jenis Produk Unggulan 
Sementara itu, dukungan idEA terhadap Pemerintah dalam pelaksanaan Hari BBI 2021 yaitu dengan menggencarkan kampanye lewat promosi dan sosialisasi di berbagai kanal informasi dan jejaring.

Ketua idEA Bima Laga menyatakan ada tiga produk UMKM di Indonesia yang berkembang yakni pakaian, kerajinan dan makanan. 

"Fesyen, kerajinan, dan makanan, saat ini memang UMKM kita masih kuat di tiga segmen tersebut,” ujar Bima. 

Pada 2020, idEA mendukung pelatihan di daerah 3T yang bekerja sama dengan BAKTI Kemkominfo. Kegiatan pelatihan tersebut mengundang banyak peminat pelaku UMKM daerah 3T.

Dalam pelatihan tersebut idEA membuka pendaftaran sebanyak 2.500 UMKM, akan tetapi yang mendaftar justru 6.500. "Jadi antusiasme UMKM di daerah 3T juga sangat banyak dan sangat berkembang sekali,” tandasnya.

Misi idEA sejalan dengan komitmen Menkominfo dalam pembangunan infrastruktur besar-besaran untuk mendukung migrasi pelaku UMKM ke platform digital. “Kita juga yakin para UMKM di daerah 3T dan daerah terpencil juga akan meningkat,” imbuhnya.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama
Pada acara tersebut, Mendag Lutfi, Menkominfo Johnny, dan Ketua idEA Bima menandatangani Kesepakatan Bersama penyelenggaraan Hari BBI 2021. 

Sejumlah poin ditekankan dalam Kesepakatan Bersama tersebut, yaitu dukungan platform digital dalam kampanye Hari BBI 2021, pemberian fasilitas bebas biaya pengiriman sampai jumlah tertentu oleh platform, serta penyampaian laporan penyelenggaraan Hari BBI 2021 dari platform niaga-el ke pemerintah.

Kesepakatan Bersama menjadi dasar kerja sama dan koordinasi yang sinergis dalam penyelenggaraan Hari BBI 2021 dengan pemangku kepentingan. 

"Diharapkan sinergi dan kolaborasi lintas institusi serta pelaku ekosistem digital melalui penyelenggaraan Hari BBI 2021 dapat mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung pemulihan ekonomi,” pungkas Lutfi. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER